Sukses

Sampai Merenggut Nyawa, Ini 4 Kejadian Mengerikan Akibat Penggunaan GPS

Liputan6.com, Jakarta - Global Positioning System atau GPS sangat mudah diunduh pada ponsel pintar Anda. Bahkan, tak perlu diunduh. Aplikasi ini kadang sudah tersedia di ponsel.

Teknologi pemantau lokasi ini selalu ada digenggaman pemilik smartphone. GPS sangat bermanfaat memandu kita menuju lokasi yang diinginkan.

Secara real time, GPS bisa memberikan informasi kemacetan lalu lintas selain menunjukan lokasi tempat-tempat penting seperti rumah sakit, sekolah, SPBU dan sebagainya.

Namun, ada sejumlah kejadian mengerikan yang terjadi akibat teknologi pemandu posisi itu. Seperti dikutip dari laman Listverse.com, Senin (27/5/2019), berikut 4 kejadian mengerikan yang disebabkan oleh GPS:

2 dari 5 halaman

1. Meninggal Lantaran Lewat Jembatan Rusak

Pada Maret 2015, Iftikhar Hussain (64) dan istrinya yang berusia 51 tahun, Zohra, berangkat dari rumah mereka di Chicago untuk mengunjungi keluarga di Indiana.

Mengikuti GPS, ternyata malah membawa petaka. GPS menunjukkan jika mereka harus melewati jembatan. Padahal, jembatan itu telah dipasang tanda dilarang melewati.

Sebab, jembatan itu dalam proses perbaikan. Meskipun banyak barikade, kerucut oranye, dan rambu jalan ditutup, Iftikhar terus maju, tampaknya lebih memperhatikan instruksi GPS daripada peringatan di lapangan.

Mobil jatuh dari jembatan sejauh lebih dari 11 meter dan terbakar sesaat menyentuh tanah. Iftikhar selamat dari kejatuhan dan mampu melarikan diri dari kendaraan. Namun sayang, istrinya tidak seberuntung itu.

3 dari 5 halaman

2. Mobil di Tepi Tebing

 

Pada tahun 2009, Robert Jones yang berusia 43 tahun dari Inggris hampir jatuh ke jurang dari tebing setinggi 30 meter.

Itu terjadi lantaran Jones mengikuti jejak GPS. Ia diminta untuk lurus dan terus lurus. Padahal di depannya ada jurang.

Entah tidak konsentrasi atau terlalu polos, Jones pun mengikuti petunjuk meski di depannya adalah tebing. Beruntung ia bisa diselamatkan.

4 dari 5 halaman

3. Turis Jepang Bawa Mobil ke Lautan

Pada 2012, tiga turis Jepang yang sedang berlibur di Australia berangkat dalam perjalanan ke Pulau Stradbroke Utara.

Mereka mengikuti GPS dan sangat percaya dengan teknologi itu (meski harus masuk ke dalam air). GPS yang digunakan benar-benar gagal total.

Sebab, arah jalan menunjukkan mereka harus masuk ke dalam air. Mobil yang dibawa oleh turis Jepang itupun benar-benar masuk ke pantai.

5 dari 5 halaman

4. Tewas Dehidrasi

Pada Musim Panas 2009, seorang wanita bernama Alicia Sanchez (28) dan putranya yang berusia enam tahun berkendara melewati kawasan tandus di Taman Nasional Death Valley di California Timur.

Tak dijelaskan secara pasti, kemana tujuan spesifik mereka. Namun yang jelas mereka menuju satu tempat melewati kawasan tandus itu dengan GPS.

Seminggu kemudian, seorang penjaga taman menemukan mobil milik Sanchez yang sudah setengah terkubur pasir.

Keduanya ditemukan tewas. Besar kemungkinan keduanya dehidrasi dan kondisi mobil mati total lantaran dibawa nyasar oleh GPS.