Pramono Akui Fasilitas Transportasi Jakarta Belum Sepenuhnya Ramah Disabilitas

Pramono janji berupaya meningkatkan aksesibilitas pada berbagai moda transportasi baik MRT hingga Transjabodetabek.

Diterbitkan 11 Oktober 2026, 11:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI akui transportasi publik belum sepenuhnya ramah disabilitas, terutama lift.
  • Pemprov DKI sediakan guiding block, bus sekolah khusus, dan janji tingkatkan aksesibilitas.
  • Pembangunan Jakarta fokus pada kebutuhan disabilitas agar kota lebih nyaman dan kolaboratif.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui fasilitas transportasi publik di Jakarta belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas. Ia menyebut salah satu kendalanya ialah titik pemberhentian transportasi publik yang belum seluruhnya dilengkapi lift untuk menunjang mobilitas penumpang berkebutuhan khusus.

Pemprov DKI Jakarta sebenarnya telah menyediakan sejumlah fasilitas untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi publik, termasuk guiding block di halte-halte utama. Namun, dia mengakui masih ada fasilitas yang belum tersedia secara merata.

“Memang belum sepenuhnya semuanya mempunyai lift, dan saya harus mengatakan dengan jujur, tetapi di beberapa pemberhentian utama sekarang ini sudah ada,” kata Pramono di Jakarta, dikutip Minggu (11/10/2026).

Pramono berjanji terus berupaya meningkatkan aksesibilitas pada berbagai moda transportasi publik, mulai dari MRT, LRT, Transjakarta hingga Transjabodetabek. Secara khusus, dia mengaku telah meminta agar LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas.

“Dan Pemerintah DKI Jakarta sudah juga menyiapkan di halte-halte utama di Jakarta, apa yang disebut dengan guiding block agar anak-anak ini bisa, siapapun atau disabilitas ini bisa memanfaatkan MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek,” ucap Pramono.

Selain fasilitas di halte dan stasiun, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan bus sekolah khusus penyandang disabilitas. Menurutnya, saat ini Jakarta memiliki 37 unit bus sekolah ramah disabilitas yang melayani 10 rute.

“Bahkan kami sudah menyiapkan 37 unit bis sekolah ramah disabilitas, bis yang hanya untuk disabilitas, tidak untuk umum. Dan saya yakin mungkin salah satu di ruangan ini yang sudah memanfaatkan itu, dan ada 10 rute untuk anak-anak keluarga disabilitas,” jelas dia.

 

Ruang untuk Penyandang Disabilitas

 

Pramono bilang, penyediaan fasilitas transportasi yang aksesibel merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan ruang bagi penyandang disabilitas agar dapat beraktivitas dan memanfaatkan layanan publik.

Ia menegaskan, pembangunan Jakarta tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik dan gedung-gedung tinggi. Oleh sebab itu, Pemprov DKI perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat, termasuk kelompok penyandang disabilitas.

“Bukan semata-mata membangun gedung-gedung yang tinggi, fasilitas yang luar biasa, tetapi sentuhan-sentuhan yang seperti inilah yang membuat menurut saya Jakarta lebih nyaman, aman, dan kolaboratif,” tandas Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6