Cara Baru Mengelola Armada Kendaraan Listrik Lebih Efisien

Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik oleh perusahaan menghadirkan tantangan baru dalam pengelolaan armada

Diterbitkan 07 Juni 2026, 06:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik oleh perusahaan menghadirkan tantangan baru dalam pengelolaan armada. Jika sebelumnya perusahaan fokus memantau konsumsi bahan bakar dan kondisi mesin, kini perhatian beralih pada pengisian daya, kesehatan baterai, hingga pemantauan sistem elektronik kendaraan.

Untuk membantu pelaku industri menghadapi perubahan tersebut, Teltonika Telematics, produsen dan pemasok solusi telematika kendaraan yang berada di bawah naungan Teltonika IoT Group, kembali menggelar Telematics Summit South Asia di Jakarta.

Acara yang digelar dua tahun berturut-turut ini menghadirkan lebih dari 150 pakar telematika dari kawasan South Asia serta tim Teltonika dari Vilnius, Lithuania.

Head of Sales for South Asia at Teltonika Telematics, Adomas Jurėnas, mengatakan bahwa industri telematika terus berkembang dan tidak lagi sekadar berfungsi sebagai alat pelacak kendaraan.

“Membangun jaringan dan berbagi pengetahuan membantu industri telematika berkembang pesat,” ujar Adomas.

Menurutnya, masih banyak perusahaan yang hanya memanfaatkan GPS untuk mengetahui lokasi kendaraan, riwayat perjalanan, dan pelanggaran kecepatan. Padahal, teknologi telematika modern mampu memberikan data yang jauh lebih lengkap untuk mendukung efisiensi operasional bisnis.

Salah satu fokus utama dalam Telematics Summit South Asia adalah pengelolaan armada kendaraan listrik. Product Owner for E-Mobility at Teltonika, Giedrius Adomaitis, menjelaskan bahwa kendaraan listrik memerlukan sistem pemantauan yang berbeda dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional.

Melalui koneksi ke jaringan CAN (Controller Area Network), perangkat telematika dapat mengakses berbagai data penting kendaraan secara real-time. Mulai dari kondisi baterai, suhu operasional, hingga potensi gangguan yang dapat dideteksi lebih awal sebelum menyebabkan kerusakan.

“Kendaraan berbahan bakar konvensional dan kendaraan listrik memerlukan sistem pengelolaan yang berbeda,” kata Giedrius.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan pengisian daya sangat memengaruhi usia pakai baterai. Penggunaan baterai hingga di bawah 20 persen atau terlalu sering melakukan pengisian cepat berpotensi mempercepat penurunan performa baterai.

Dengan teknologi telematika, perusahaan dapat memantau kondisi baterai secara lebih akurat, mengenali pola penggunaan yang berisiko, serta merencanakan perawatan kendaraan dengan lebih efektif.

Selain itu, sistem yang terhubung ke jaringan CAN juga memungkinkan fitur keamanan tambahan. Kendaraan dapat diatur agar hanya bisa dinyalakan oleh pengemudi yang telah terverifikasi melalui kartu identitas atau Bluetooth beacon, sehingga membantu mencegah penyalahgunaan dan pencurian kendaraan.

Teltonika juga menyoroti potensi penggunaan telematika pada sepeda motor listrik. Mengingat Indonesia memiliki populasi sepeda motor yang sangat besar, solusi ini dinilai relevan untuk berbagai sektor usaha seperti layanan pengiriman barang maupun transportasi berbasis aplikasi.

Menurut Giedrius, perangkat telematika yang digunakan untuk kendaraan roda dua dirancang berukuran ringkas serta memiliki ketahanan terhadap air dan debu, sehingga tetap andal digunakan dalam berbagai kondisi operasional.

Hadirkan Solusi Pelacakan Indoor

Selain kendaraan listrik, Teltonika turut memperkenalkan teknologi dead reckoning, yaitu sistem yang memungkinkan pelacakan kendaraan tetap berjalan meski sinyal GPS hilang atau terganggu.

Teknologi ini memanfaatkan sensor gyroscope dan accelerometer untuk memperkirakan posisi kendaraan berdasarkan arah dan pola pergerakannya.

Solusi tersebut dinilai penting untuk membantu pelacakan kendaraan saat terjadi gangguan sinyal atau upaya pemblokiran GPS oleh pelaku pencurian.

Telematics Summit South Asia juga membahas solusi pemantauan dalam ruangan melalui teknologi Wirepas Mesh. Teknologi ini menjadi alternatif Bluetooth yang selama ini banyak digunakan untuk kebutuhan pelacakan indoor.

Wirepas Mesh dirancang untuk bekerja lebih optimal di area dengan kepadatan perangkat tinggi, seperti gudang dan pusat logistik. Selain itu, solusi ini dinilai lebih efisien untuk proyek berskala besar yang melibatkan ribuan aset sekaligus.

Melalui ajang ini, Teltonika menunjukkan bahwa telematika kini tidak hanya berfungsi sebagai alat pelacak kendaraan, tetapi juga menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan pengelolaan armada, termasuk dalam menghadapi era kendaraan listrik yang terus berkembang.