Orangutan Sumatra Tertua di Kebun Binatang Perth Mati pada Usia 56 Tahun

Apa penyebab kematian dari Orangutan Sumatra itu?

Diterbitkan 10 Oktober 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Canberra - Salah satu orangutan Sumatra yang tertua dan paling dicintai di dunia, Puteri, telah mati pada usia 56 tahun di Kebun Binatang Perth.

Dikutip dari News.com Australia, Sabtu (10/10/2026), Puteri adalah penghuni terlama di kebun binatang tersebut dan duta untuk spesies yang sangat terancam punah. Ia melakukan prosedur eutanasia (tindakan mengakhiri hidup hewan secara manusiawi) setelah mengalami masalah kesehatan serius yang berkaitan dengan usianya, sesuai dengan saran dari para dokter hewan dan pakar kesejahteraan hewan.

Orangutan betina menakjubkan ini adalah orangutan pertama yang lahir di Kebun Binatan Perth dan ikut berperan dalam membentuk standar perawatan orangutan selama beberapa generasi dan berpartisipasi dalam program pembiakan di seluruh Australia.

Ia membesarkan empat anak perempuannya dan membantu menjaga populasi spesies ini tetap sehat dan beragam secara genetik.

Sang anak yang bernama Temara adalah orangutan pertama yang lahir di kebun binatang tersebut yang dibebaskan ke alam liar di Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Indonesia, lewat kemitraan konservasi dengan Frankfurt Zoological Society.

Dilepasnya Temara ke alam liar adalah upaya internasional untuk melindungi dan memulihkan populasi orangutan di alam liar.

Puteri berperan dalam menginspirasi jutaan pengunjung kebun binatang untuk mempelajari lebih lanjut tentang spesies dan ancaman yang dihadapi satwa liar di Asia Tenggara, termasuk hilangnya habitat dan dampak produksi minyak sawit yang tidak berkelanjutan.

Kebun Binatang Perth menjadi rumah untuk tujuh orangutan Sumatra dan diakui secara internasional atas keahliannya dalam merawat primata besar ini.

 

Puteri dalam Pandangan Pengunjung Kebun Binatang

Menteri Lingkungan Hidup Matthew Swinbourn bercerita ia pertama kali melihat Puteri saat masih kecil ketika berkunjung ke kebun binatang tersebut, kemudian menyaksikannya membesarkan anak-anak perempuannya selama bertahun-tahun.

"Puteri membantu menjalin ikatan antara generasi-generasi warga Australia Barat dengan satwa liar dan menginspirasi banyak orang untuk peduli terhadap konservasi," tuturnya.

"Sebagai orangutan sumatra pertama yang lahir di Kebun Binatang Perth dan salah satu orangutan tertua di dunia yang hidup dalam perawatan manusia, warisannya mencerminkan pendekatan Kebun Binatang Perth dalam konservasi, yang memadukan perawatan hewan kelas dunia, program pembiakan untuk konservasi, pendidikan, advokasi, dan dukungan terhadap perlindungan satwa liar, baik di Australia Barat maupun luar negeri," ujar menteri tersebut.

"Saya turut menyampaikan belasungkawa kepada para penjaga yang berdedikasi, dokter hewan, dan staf kebun binatang yang sudah terlibat merawat Puteri sepanjang hidupnya, dan kepada seluruh masyarakat Australia Barat.”

Anggota Parlemen (MLA) South Perth Geoff Baker berkata bahwa Puteri adalah hewan favorit para pengunjung kebun binatang tersebut dari generasi ke generasi, dan warisannya akan terus hidup lewat upaya konservasi penting yang berhasil diwujudkan berkat kontribusinya.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para staf yang dengan penuh dedikasi merawatnya sepanjang hidupnya yang panjang," ucapnya.