Sukses

Begini Cara Astronaut Memperbaiki Toilet di Stasiun Angkasa Luar...

Liputan6.com, New York - Pekan lalu, International Space Station (ISS) atau Stasiun Antariksa Internasional, mendapat sedikit kendala karena adanya kebocoran di toilet.

Awak kapal harus mengenakan topi tukang ledeng mereka dan mulai bekerja memperbaiki sistem, karena bergalon-galon air tumpah di dalam pesawat ruang angkasa ini, yang sedang melayang di luar Bumi, 250 mil dari permukaan Planet Biru.

Masalah muncul ketika kru memulai persiapan untuk pemasangan sistem toilet canggih baru, the Universal Waste Management System (UWMS), yang dirancang untuk menangani limbah dan kotoran astronaut secara lebih efisien. Demikian seperti dikutip dari situs Popular Science, Sabtu (16/2/2019).

UWMS seharusnya 75 persen lebih teratur daripada sistem toilet sebelumnya yang digunakan pada ISS dan Space Shuttle, dan meningkatkan kebersihan pesawat.

Sayangnya, memasang toilet baru di ruang hampa adalah sesuatu yang berisiko, seperti layaknya di Bumi. Menurut NASA, kebocoran itu muncul ketika para astronaut yang ada di sisi stasiun Amerika, tak sengaja melepaskan pengait dari sistem air minum.

Sekitar 2,5 galon air tumpah, dan mereka harus merendam semuanya menggunakan handuk. Insiden kecil ini jauh dari pertama kalinya awak ISS harus berurusan dengan masalah toilet, yakni pada 2008 dan juga 2010.

Meski kehilangan air bukan menjadi permasalahan besar, namun perlu diingat bahwa sebagian besar cairan yang bersirkulasi melalui ISS akan didaur ulang.

Entah itu yang digunakan untuk mandi atau cairan yang dikeluarkan tubuh dalam bentuk keringat dan urin, akan disaring dan diubah menjadi air minum.

Itu artinya, sebagian besar kencing mereka yang tumpah bisa saja berakhir kembali ke tubuh mereka, saat para astronaut merasa dehidrasi.

Jika hal terburuk terjadi dan sistem penyaringan rusak, maka ada sekitar 530 galon air yang disimpan sebagai cadangan.

Setelah para astronaut selesai mengatasi kebocoran toilet ISS pada minggu lalu, mereka langsung memasang tabung ganda untuk mengantisipasi instalasi penuh UWMS tahun depan.

Terbang menuju angkasa luar adalah kegiatan yang penuh dengan tantangan, terutama ketika menyangkut pengelolaan kebersihan. Toilet merupakan tempat berlindung bagi patogen yang berpotensi menular, dan bahkan ISS tidak asing dengan bakteri yang resistan terhadap obat.

UWMS seharusnya memitigasi masalah-masalah tersebut sampai batas tertentu, terutama yang berkaitan dengan tinja.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Tanggapan NASA

"Pusat kendali di Houston mampu mengindentifikasi dan mengisolasi di titik mana kebocorannya. Dengan cepat astronot menyambung kembali sambungan dengan menggunakan handuk," ungkap juru bicara NASA, Gary Jordan.

Jordan mengatakan, kebocoran itu dihentikan dengan cepat sehingga tidak menyebabkan kerusakan pada sistem modul elektronik di stasiun.

Ini bukan pertama kalinya stasiun ruang angkasa mengalami masalah dengan toiletnya. Pada 2009, salah satu dari dua toilet di stasiun ruang angkasa internasional tidak berfungsi setelah pemisah pompanya kebanjiran.

ISIS Akhirnya Dinyatakan Kalah
Loading
Artikel Selanjutnya
Sedih, NASA Ungkap Pesan Terakhir dari Robot Penjelajah Mars
Artikel Selanjutnya
Meski Dinilai Penting, 5 Penemuan Angkasa Luar Ini Rupanya Tidak Terkenal