Sukses

Imut, Anjing Hadiah Kim Jong-un untuk Presiden Korsel Punya Anak

Liputan6.com, Seoul - Anjing ras pemberian Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, untuk Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, telah melahirkan enam ekor bayi. Sejumlah foto puppies itu diunggah oleh Istana Kepresidenan Korsel pada Minggu, 25 November 2018.

Gomi dan Songkang, dua anjing ras Pungsan, diberikan Kim Jong-un kepada Moon Jae-in pada bulan September untuk menandai pertemuan ketiga mereka tahun ini di ibu kota Korea Utara, Pyongyang. Dalam perjumpaan keduanya, mereka menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk menuju perdamaian dua Korea.

Foto enam anak anjing--yang bertumpuk bak boneka kapas--diunggah lewat sebuah twit dari The Blue House, yang mengatakan bahwa mereka lahir pada 9 November. Induk dan anak-anaknya semua sangat sehat, tulis twit tersebut, seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (26/11/2018).

Ada juga foto Presiden Moon Jae-in dan Ibu Negara, Kim Jung-sook, dengan bayi anjing itu yang diletakkan di pangkuan presiden. Gambar ini diambil di rumah mereka di Seoul.

"Karena masa kehamilan anjing adalah sekitar dua bulan, Gomi pasti bergabung bersama kita di tengah kehamilannya," demikian menurut laporan surat kabar The Korea Herald, mengutip perkataan Presiden Moon Jae-in.

"Total, enam bergabung bersama dua yang diberikan (oleh Kim) sebagai hadiah, ini adalah keberuntungan besar. Aku berharap hubungan antar-Korea akan seperti ini," tambahnya.

Beberapa hari setelah anak-anak anjing itu lahir, Korea Selatan menerbangkan pesawat militer yang dipenuhi dengan jeruk keprok ke Pyongyang, menurut laporan BBC.

Ada pencairan diplomatik yang cepat di Semenanjung Korea, dengan Presiden Moon Jae-in memainkan peran kunci dalam menengahi pertemuan bersejarah antara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura pada bulan Juni 2018.

Kedua Korea telah mengambil langkah-langkah menuju hubungan yang lebih hangat sejak Presiden Moon Jae-in berbicara kepada publik Korea Utara di Stadion Olimpiade Arirang di Pyongyang pada pertengahan September.

Presiden Moon Jae-in, seorang penyayang binatang, sekarang memiliki sembilan anjing Pungsan, The Korea Herald melaporkan.

Pungsan, yang berasal dari daerah pegunungan di Utara, adalah jenis anjing yang paling berharga di Korea Utara. Canine itu dibiakkan untuk berburu harimau dan hewan liar lainnya.

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Korea Utara Hancurkan 10 Pos Militer di Perbatasan Dekat Korea Selatan

Di lain kabar, Korea Utara telah menghancurkan sejumlah instalasi militernya sendiri yang terletak di dekat perbatasan Korea Selatan. Penghancuran itu merupakan bagian dari kesepakatan kedua negara untuk meredakan ketegangan militer di perbatasan dan secara luas, di kawasan Semenanjung Korea.

Pada 20 November 2018, sekitar pukul 15.00 sore waktu setempat--zona waktu yang baru-baru ini selaras dengan Korea Selatan sebagai bagian dari upaya perdamaian yang sedang berlangsung--Korea Utara meledakkan 10 pos penjagaan di dekat zona demiliterisasi yang membagi kedua negara, kata Kementerian Pertahanan Korea Selatan, seperti dikutip dari Newsweek.

Pyongyang dikatakan telah memberi tahu Seoul sebelum penghancuran itu, guna menyusul pembongkaran pos penjaga Korea Selatan awal pekan ini.

Itu merupakan tindak lanjut atas kesepakatan yang dibuat pemimpin kedua negara dalam pertemuan pada September 2018 lalu, di mana pemimpin Kim Jong-un dan Presiden Moon Jae-in sepakat untuk melakukan perlucutan senjata dan pos militer di zona demiliterisasi.

Berdasarkan tindak lanjut kesepakatan pada akhir Oktober 2018, Korea Utara dan Selatan setuju untuk menghapus 10 pos dan mempertahankan satu di kedua sisi perbatasan. Mereka juga menarik pasukan dan peralatan dari pos-pos tersebut.

Korea Selatan memiliki sekitar 60 pos seperti itu di sepanjang perbatasan sementara Korea Utaramemiliki sekitar 160, kata kantor berita Korsel Yonhap.

Desa gencatan senjata di perbatasan Panmunjom--atau yang bernama resmi Joint Security Area (JSA)--adalah satu-satunya tempat di perbatasan sepanjang 250 km di mana para tentara dari kedua Korea dan Komando PBB yang dipimpin AS berhadapan muka.

Akan tetapi, sebagai bagian dari gerakan rekonsiliasi terbaru, kedua Korea bulan lalu memindahkan semua senjata dan pos penjaga dari daerah itu, meninggalkannya diawaki oleh 35 personel tak bersenjata dari masing-masing pihak.

Loading
Artikel Selanjutnya
Liburan Sandiaga Uno di Korea Selatan, dari Pakai Hanbok hingga ke Nami Island
Artikel Selanjutnya
Populasi Penduduk Menyusut, Korea Selatan Kurangi 100 Ribu Tentara