Sukses

Susah-Susah Terpilih Jadi Astronaut, Pria Ini Malah Mundur dari NASA

Liputan6.com, New York - Untuk pertama kalinya dalam 50 tahun sejarah NASA, seorang calon astronaut memutuskan untuk keluar dari lembaga antariksa tersebut.

Kandidat bernama Robb Kulin mengundurkan diri setelah ia melewati masa pelatihan setengah jalan, yakni sekitar dua tahun di Johnson Space Center, Houston, Amerika Serikat.

Juru bicara NASA, Brandi Dean, mengatakan mundurnya Kulin dari profesi bergengsi itu akan mulai efektif pada Jumat (31/8/2018). Ia menambahkan bahwa Kulin mengundurkan diri karena alasan pribadi.

"Kami tidak dapat membeberkannya kepada publik karena kami mematuhi undang-undang privasi," Dean menuturkan, seperti dikutip dari CBS News, Kamis 30 Agustus 2018.

Kulin adalah salah satu dari 12 astronaut baru yang beruntung telah dipilih NASA pada Musim Panas lalu, dari total pelamar sejumlah 18.300 orang.

Pria berumur 34 ahun ini sebelumnya bekerja sebagai manajer senior di SpaceX. Sebelum dinyatakan lolos seleksi, Kulin mengaku bahwa ia ingin terbang ke angkasa menggunakan kendaraan yang ia desain bersama rekan-rekannya di SpaceX.

Sementara itu, SpaceX dan Boeing sedang mengembangkan kapsul komersial pertama untuk awak NASA. Jika tak ada halangan, kapsul ini akan diluncurkan pada tahun depan.

Kulin dibesarkan di Anchorage, Alaska, dan pernah bekerja sebagai nelayan di tanah kelahirannya. Tak hanya itu, ia juga sempat menjadi pengebor es di Antartika.

 

* Update Terkini Jadwal Asian Games 2018, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Asian Games 2018 dengan lihat di Sini

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Kali Kedua

Ini adalah kedua kalinya, seorang calon astronaut NASA mengundurkan diri sejak lembaga milik pemerintah Amerika Serikat tersebut berdiri pada 29 Juli 1958. Astronaut pertama yang mundur tercatat pada tahun 1968.

Pada 22 April 1968, ilmuwan Brian T O'Leary mengundurkan diri dari program pelatihan astronaut NASA.

O'Leary terpilih sebagai astronaut ilmuwan NASA pada Musim Panas 1967, setelah menyelesaikan gelar PhD di University of Berkeley. Ia mempelajari dan meneliti sifat fisik permukaan Mars. Karena keahliannya ini, NASA memilih O'Leary untuk bergabung dengan misi ke Mars.

Tetapi pada tahun berikutnya, misi itu dibatalkan. O'Leary menyatakan mundur dari program pelatihan NASA, tidak lama setelah pengumuman penerimaanya . Ia merasa masih "kurang prospek tentang angkasa luar".

Tapi itu bukan akhir bagi O'Leary. Setelah ia mengundurkan diri, ia diminta langsung oleh mendiang Carl Sagan --seorang astronom terkemuka asal Amerika-- untuk mengajar di Cornell University, di mana Sagan menjadi orang terpenting di kampus tersebut.

O'Leary langsung menjadi rekan peneliti dan asisten profesor di Cornell University. Di sana, ia banyak mempelajari permukaan Mars dan permukaan Bulan.

Antara 1970 dan 1971, ia menjadi wakil ketua tim sains sebuah stasiun televisi yang menyiarkan misi Mariner 10 Venus-Mercury milik NASA --sebuah pesawat antariksa robotik yang bertugas mengukur lingkungan, atmosfer, permukaan, dan karakteristik tubuh planet.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
NASA Gelar Kontes Desain Sensor untuk Rover ke Venus Berhadiah Rp 208 Juta
Artikel Selanjutnya
Perdana, NASA Pilih Ilmuwan Kanada untuk Misi ke Planet Mars