Sukses

4-7-1884: Serah Terima Patung Liberty yang Ikonik, Terinspirasi Sosok Muslimah?

Liputan6.com, New York - Pada awal 1870-an, terinspirasi penghapusan perbudakan dan kemenangan kubu Uni di Perang Saudara Amerika Serikat, pemahat Prancis bernama Frédéric Auguste Bartholdi mendapatkan gagasan.

Ia berniat membangun hadiah monumental, sebuah simbol persahabatan dari Prancis, negara yang membantu AS memperoleh kemerdekaannya.

Rancangan patung neoklasik buatannya merujuk pada sosok Libertas, dewi kebebasan Romawi. Sang dewi digambarkan sedang mengangkat obor dan membawa tabula ansata -- tablet batu yang merepresentasikan hukum.

Pada tahun 1875, proyek tersebut diumumkan dan penggalangan dana dimulai, dipimpin oleh politisi Prancis Édouard René de Laboulaye. Sebelum desain patung itu selesai, Bartholdi membangun kepala dan lengan kanan yang memegang obor, memajangnya di pameran Centennial Exposition di Philadelphia dan Paris World’s Fair untuk menggalang dukungan terhadap proyek tersebut.

Seperti dikutip dari Mashable, Selasa (3/7/2018), proses pembangunan Lady Liberty dimulai di Paris pada 1877. Bartholdi merekrut desainer terkenal, Gustave Eiffel, untuk membantu struktur penyangga patung tersebut.

Eiffel merancang kerangka besi yang inovatif dan fleksibel, yang memungkinkan patung bergeser saat tertiup angin, namun sama sekali tak mengalami retak karenanya.

Patung itu secara resmi selesai dan diserahterimakan ke Duta Besar Amerika Serikat untuk Prancis pada 4 Juli 1884.

Sementara itu di New York, konstruksi alas patung berlangsung lamban karena kurangnya dana.

Joseph Pulitzer, penerbit New York World, mengadakan penggalangan dana dan berjanji akan mempublikasikan siapapun yang rela menyisihkan uangnya. Uang yang terkumpul mencapai US$ 102 ribu, kebanyakan dari donasi yang nilainya kurang dari US$ 1 dolar.

Pada tahun 1885, patung itu dibongkar dan dikirim melintasi lautan ke New York. Setelah tumpuannya selesai pada April 1886, patung itu dirakit kembali oleh pekerja yang tergantung di tali. Anehnya, mengingat standar keamanan saat itu, tidak seorang pekerja pun jadi korban jiwa.

Patung, yang disebut Liberty Enlightening the World, diresmikan pada 28 Oktober 1886.

Meski sejarah mencatat, sosok Lady Liberty merujuk pada Dewi Libertas. Namun, pada Desember 2015, para peneliti mengungkapkan fakta mengejutkan: Liberty diduga terinspirasi perempuan Arab 'penjaga' Terusan Suez. Ia seorang muslimah.

 

Saksikan video menarik terkait ikon Amerika Serikat berikut ini: 

2 dari 2 halaman

Misteri Sosok di Balik Patung Liberty

Pemahat Liberty, Frederic Auguste Bartholdi, diketahui pernah bepergian ke Mesir pada 1855-1856. "Ia menemukan minatnya untuk membangun monumen besar atau patung kolosal," demikian disampaikan pihak pengelola Taman Nasional AS atau US National Park, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis 3 Desember 2015.

Pada 1869, pemerintah Mesir mengadakan sayembara pembangunan menara mercusuar untuk Terusan Suez.

Bartholdi lantas mendesain patung besar perempuan berjubah yang memegang obor. Proposal itu ia beri nama 'Egypt Brings Light to Asia' alias 'Mesir pembawa cahaya bagi Asia'. Patung hasil pemikiran Bartholdi meniru gaya perempuan pedesaan yang mengenakan jilbab. Demikian penjelasan Barry Moreno yang menulis tentang pahatan tersebut, seperti dikutip dari Smithsonian Institution.

"Bartholdi menghasilkan serangkaian sketsa, yang awalnya mengusulkan patung raksasa tersebut sebagai gambaran 'fellah' atau yang diartikan sebagai penduduk pedesaan Arab. Namun kemudian, secara bertahap berkembang sebagai dewi yang kolosal," kata Edward Berenson yang menuliskan topik yang sama.

Kala itu sebagian besar penduduk Mesir adalah muslim, sekitar 86 persen di Alexandria dan Kairo, dan 91 persen di area lain.

Namun proposal Bartholdi ditolak mentah-mentah oleh Pemerintah Mesir. Patungnya urung didirikan di Terusan Suez.

Kesempatan kedua didapat sang pemahat ketika sejarawan Prancis, Edouard de Laboulaye, mencetuskan ide pembangunan monumen hadiah dari rakyat Prancis bagi Amerika Serikat. Konsep 'Liberty Enlightening the World' lantas diajukan.

Pada 1870, Bartholdi mulai mendesain patung untuk AS berdasarkan sketsa awal miliknya.

Hasilnya adalah reprsentasi Libertas, dewi kebebasan Romawi. Patung Liberty didirikan dalam rangka peringatan 100 tahun kemerdekaan AS.

Meski ada kaitan antara desain Bartholdi untuk mercusuar Terusan Suez dan Lady Liberty, Berenson mengatakan pada FoxNews bahwa ada 'simplifikasi serius' untuk mengatakan Lady Liberty adalah seorang muslimah.

Memang, kata Berenson, ada kaitan antara ide patung Mesir yang dicetuskan Bartholdi pada akhir 1860-an dengan Liberty.

"Namun, konsep patung itu lantas berubah seiring migrasi idenya ke Amerika Serikat," kata dia. "Versi asli patung mungkin sesuai untuk masyarakat Mesir, tapi tidak akan masuk akal untuk rakyat AS."

Moreno menambahkan bahwa proyek Mesir tak ada hubungannya dengan Patung Liberty.

"Keduanya adalah sosok perempuan, tapi merupakan figur yang berbeda," kata dia.

Selain petani perempuan Mesir, ibu sang seniman pahat Charlotte Beysser Bartholdi juga diduga menjadi inspirasi Lady Liberty.

Sebelumnya, sejumlah akademisi AS keturunan Afrika mengutarakan keyakinannya bahwa Liberty terinspirasi perempuan kulit hitam.

Dalam bukunya, The Journey of The Songhai People, mantan dosen University of Florida, James Haskins, menulis bahwa patung tersebut terinspirasi peran prajurit kulit hitam dalam Perang Saudara.

Perdebatan soal siapa sosok di balik Patung Liberty terus menjadi perdebatan dalam sejarah hingga kini.