Sukses

Puluhan Ribu Orang Nominasikan Mahathir Mohamad Raih Nobel Perdamaian

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Puluhan ribu orang telah menandatangani petisi via dunia maya yang mengusulkan agar Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad masuk dalam nominasi Nobel Perdamaian.

Petisi itu digagas oleh pengguna Change.org, Alexandria Abishegam, akhir pekan lalu.

"Mahathir harus dinominasikan 'sebagai pengakuan atas tekadnya' untuk kembali ke politik," kata Abishegam dalam petisi tersebut, seperti dikutip dari Channel News Asia (28/5/2018).

"Tun Dr Mahathir berfokus pada pentingnya transparansi, demokrasi dan supremasi hukum untuk Malaysia," tulisnya.

"Fakta bahwa Tun Dr Mahathir juga secara terbuka mengakui kesalahannya sendiri dan meminta maaf atas kesalahannya di masa lalu membuatnya benar-benar menjadi seorang pemimpin untuk ditiru."

Petisi itu juga menggambarkan Mahathir Mohamad sebagai "Nelson Mandela dari Malaysia" dan memuji sang perdana menteri telah melakukan "pemindahan kekuasaan secara damai".

Pada 27 Mei 2018 pukul 21.00 waktu setempat, petisi itu telah berhasil menjaring lebih dari 51.000 tanda tangan.

Pemilihan umum bersejarah di Malaysia pada 9 Mei menandai kemenangan pemimpin koalisi Pakatan Harapan (PH) Mahathir Mohammad yang berusia 92 tahun.

Kemenangan tersebut mengakhiri kepemimpinan Perdana Menteri Najib Razak yang penuh skandal dan pemerintahan Barisan Nasional yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

 

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Pemberian Tuhan untuk Malaysia

Mereka yang menandatangani petisi menyatakan kekagumannya terhadap sang perdana menteri, mengutip kontribusinya kepada negara dan menyebut dia sebagai "pahlawan".

"Dia (Mahathir) adalah pemberian Tuhan untuk Malaysia. Pada usia 92 tahun, dia masih memiliki kekuatan dan kemauan untuk menyelamatkan negara ini dari kelesuan ekonomi/bencana," tulis seorang penandatangan Saminal Idris.

"Dia pantas (untuk Nobel) atas upaya tak kenal lelahnya untuk menyelamatkan Malaysia dari cengkeraman pemerintah Barisan Nasional yang korup," tulis penandatangan lain, Greggory Chew.

Namun, banyak yang menilai bahwa penominasian Mahathir untuk edisi Nobel Perdamaian tahun ini sudah terlambat, mengingat tenggat waktu untuk menominasikan seseorang adalah 1 Februari 2018.

Akan tetapi, kemungkinan penominasian Mahathir pada edisi Nobel Perdamaian tahun depan masih terbuka.

Menurut situs Nobel, ada 330 kandidat untuk Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini, jumlah tertinggi kedua diterima. Rekor 376 kandidat tercatat pada 2016.

Loading
Artikel Selanjutnya
Mahasiswi Kembalikan Uang Salah Transfer Setelah 6 Bulan Mencari Pemiliknya
Artikel Selanjutnya
Mahfud Md: Indonesia-Malaysia Bisa Kerja Sama Perjuangkan Nilai Islam