Sukses

12-2-2011: Husni Mubarak Mundur Setelah 30 Tahun Berkuasa

Liputan6.com, Kairo - Hari itu, enam tahun lalu, 12 Desember 2011, diktator Mesir mengundurkan diri setelah berkuasa selama 30 tahun. Ia, Husni Mubarak, lengser dari jabatannya setelah mendapat desakan dari rakyat.

Seperti dimuat BBC, pengunduran diri Husni Mubarak itu diumumkan oleh Wakil Presiden Mesir Omar Suleiman. Ia mengatakan bahwa pemerintahan saat itu telah diambil alih oleh Militer.

"Dengan menyebut nama Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang dan atas nama warga negara, dalam kondisi yang sulit ini, yang akan dilalui Mesir, bahwa Presiden Husni Mubarak telah memutuskan untuk mundur dari jabatan Presiden dan menugaskan Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata untuk mengurus negara," ujar Omar.

"Semoga kita semua selalu dalam lindungan dan bantuan Tuhan," imbuh dia.

Mendengar pengumuman tersebut, rakyat Mesir bersorak sorai. Ribuan orang berkumpul di Istana Kepresidenan, Tahrir Square untuk merayakan pengunduran diri Mubarak.

"Rakyat telah berhasil melengserkan rezim," teriak warga Mesir.

Sebelum adanya pengumuman, para warga telah berkumpul di lokasi tersebut untuk demonstrasi. Rakyat sempat berkumpul dengan kemarahan karena sebelumnya Mubarak dikabarkan sempat batal mengundurkan diri, yang diduga hanya memindahkan sebagian besar kekuasaannya kepada Wapres Omar.

Pemimpin oposisi Mohamed ElBaradei mengatakan, "ini merupakan hari paling penting bagi hidup saya. Tidak bisa digambarkan dengan kata-kata betapa bahagianya warga Mesir saat ini."

Menteri Pertahanan Hussein Tantawi memberikan apresiasi kepada Mubarak yang selama ini telah memberikan kontribusi bagi Mesir. Namun, ia juga menegaskan langkah mundur ini merupakan legitimasi rakyat.

Sementara itu, Ikhwanul Muslimin, gerakan oposisi yang dilarang Pemerintahan Mubarak, menyampaikan apresiasi kepada militer yang mewujudkan impian revolusi. "Kami salut dengan rakyat dan militer. Ini adalah hari kemenangan bagi rakyat Mesir," ujar mantan pimpinan parlemen dari Ikhwanul Muslimin, Mohamed el-Katatni.

Senada dengan Ikhwanul Muslimin, rival Mubarak di Pemilu 2005, Ayman Nour, menyebut hari pengunduran diri Mubarak merupakan hari paling bersejarah bagi Mesir. "Negara ini telah lahir kembali. Kami seperti dilahirkan kembali. Ini adalah Mesir yang baru," ujarnya kepada al-Jazeera TV.

Saat pengunduran dirinya diumumkan oleh wapres, Mubarak telah meninggalkan Mesir, dan berada di sebuah resor di Laut Merah, Sharm el-Sheikh. Mubarak menetap di situ.

Muhammad Husni Sayid Mubarak dilahirkan tahun 1928 di desa kecil di provinsi Menofya dekat Kairo. Ia menikah dengan wanita Mesir yang berdarah campuran Inggris, Suzanne Mubarak, dan memiliki dua anak laki-laki, Gamal dan Alaa.

Mubarak dikenal memiliki gaya hidup yang disiplin. Kegiatan sehari-harinya sangat rutin dan dimulai pukul 06.00 pagi.

Ia menjabat sebagai presiden sejak tahun 1981, menggantikan Presiden Anwar Sadat yang tewas dibunuh. Ketika dia menggantikan Anwar Sadat sebagai presiden, tidak banyak juga orang yang mengira dia bisa bertahan dalam jabatan itu selama tiga dasawarsa.

Husni Mubarak memerintah dengan gaya mirip militer.  Mubarak masih memberlakukan undang-undang darurat dan mengizinkan pemerintah memiliki wewenang besar untuk menahan siapapun dan membatasi kebebasan-kebebasan mendasar.

Sejarah lain mencatat pada 12 Februari 1912, Kaisar Terakhir Tiongkok, Pu yi turun takhta. Sementara, pada 2014, Filipina merampas uang haram Ferdinand Marcos.

Artikel Selanjutnya
Gina Haspel, Wanita Pertama yang Jadi Direktur CIA
Artikel Selanjutnya
Presiden Nikaragua Terlibat Adu Mulut di Siaran Televisi Nasional