Polisi Investigasi Kasus KKB Sandera 9 Perempuan di Mimika

Polri mengerahkan Brimob dan tim investigasi untuk melakukan olah TKP di Distrik Jila.

Diterbitkan 21 Agustus 2026, 05:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polres Mimika kirim tim olah TKP terkait dugaan penculikan 9 perempuan oleh KKB.
  • Polisi mengklasifikasikan insiden sebagai penculikan, bukan penyanderaan, karena tanpa tuntutan.
  • Korban termasuk anak SD dan ibu hamil; identitas KKB pelaku masih diselidiki.

Liputan6.com, Jakarta - Polres Mimika mengirim personel ke Distrik Jila untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), menyusul dugaan penyanderaan terhadap sembilan perempuan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah tersebut.

Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan, pihaknya telah mengirim personel Brimob dan tim investigasi untuk melakukan olah TKP di Distrik Jila.

"Hari ini kami sudah mengirim personel dan besok juga akan dilakukan pengiriman lagi, personel itu terdiri dari Brimob dan tim investigasi untuk melakukan olah TKP," tutur Alredo, dikutip Jumat (21/8/2026), seperti dilansir dari Antara.

Ia mengatakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Distrik Jila pascakejadian penculikan terhadap sembilan perempuan dan penembakan terhadap salah satu orang tua korban pada 17 Agustus 2026 kini berangsur mereda.

"Pascakejadian situasi masih landai tidak ada terjadi hal-hal lain, namun kami tetap waspada termasuk dalam pelaksanaan olah TKP dan pengejaran terhadap para pelaku," jelas dia.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi di Distrik Jila tersebut belum dapat dikategorikan sebagai penyanderaan. Polisi lebih melihatnya sebagai tindakan penculikan lantaran kelompok bersenjata yang membawa paksa para korban tidak menyampaikan tuntutan apa pun setelah kejadian.

"Kami tidak bisa bilang itu penyanderaan, tapi penculikan karena tidak ada tuntutan yang diberikan. Kalau sandera kan harus ada tuntutan, kalau kategori penyanderaan belum bisa dikatakan penyanderaan," ungkap dia.

 

Telusuri Kubu KKB

Hingga kini, aparat kepolisian juga belum dapat memastikan KKB yang melakukan upaya membawa paksa sembilan perempuan tersebut berasal dari kelompok mana dan dipimpin oleh siapa.

Sembilan korban diketahui terdiri atas anak-anak sekolah dasar (SD), gadis remaja, serta seorang ibu yang sedang hamil muda.

"Melalui olah TKP dan investigasi ini yang nanti akan mengungkapkan ini semua. Sehingga kami belum bisa menyimpulkan para pelaku ini dari kelompok mana. Namun kalau dilihat dari rentetan kejadian sebelumnya dimungkinkan mereka masih dalam satu rangkaian dan kelompok yang sama, tetapi dari kelompok yang mana ini yang sedang kami profiling," Alredo menandaskan.

Sebelumnya, sembilan warga sipil diduga disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Seorang ibu berinisial NM (48) tewas ditembak setelah menolak dibawa. Sedangkan anaknya, Inkolung Aim dibuang ke jurang hingga mengalami patah kaki.

Identitas Korban

Peristiwa tersebut terjadi Selasa (18/8/2026). Berdasarkan informasi awal, sebanyak 11 warga yang menjadi sasaran kelompok bersenjata. Dua orang menolak ikut dibawa, yakni Neregingget dan Inkolung.

"Dua orang menolak ikut dibawa KKB. Informasinya, ibunya tewas ditembak, sedangkan anaknya dibuang ke jurang. Sementara, sembilan perempuan lainnya dibawa ke hutan," kata Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak dalam keteranganya, Kamis (20/8/2026).

Sembilan perempuan yang diduga dibawa ke hutan yakni NW (17), yang dilaporkan sedang hamil muda, AM, NA, OM, YS (18), MN (15), WK (18), IO (18), dan MN (13). Tiga di antaranya dilaporkan masih duduk di bangku SD.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6