Liputan6.com, Kathmandu - Dengan motivasi yang sangat besar yakni mempromosikan diri serta negaranya, seorang laki-laki asal Nepal bernama Puskar berhasil memecahkan 'Guinness World Records'.
Aksi yang dilakukan tentu memukau banyak orang. Menendang kepala sebanyak 134 kali dalam waktu 60 detik, mengalahkan rekor sebelumnya yaitu sebanyak 127 kali.
"Saya ingin menyumbangkan sesuatu untuk masyarakat pedesaan. Saya ingin orang-orang dari berbagai negara mengetahui saya. Memecahkan rekor dunia selalu menjadi mimpi untuk saya," kata Puskar, seperti yang diberitakan Oddity Central pada Selasa (21/7/2015).
Dalam waktu delapan bulan, Puskar berhasil mengembangkan tekniknya untuk menendang kepala. Kelenturan tubuh dan keseimbangan sangat diperlukan.
Badan bagian atas harus ditekuk ke arah depan hampir 90 derajat. Salah satu kaki digunakan untuk menendang kepala dan kaki lainnya untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Salah satu saksi resmi Guinness World Record untuk Puskar mengatakan bahwa ia sangat kagum dengan kecepatan yang dimiliki Puskar. Bahkan, ia harus menyaksikan semuanya dalam gerakan yang lambat untuk menghitung jumlah tendangan secara akurat.
"Saya percaya catatan saya akan membantu mempromosikan negara saya, juga untuk membuktikan bahwa orang-orang dari negara kecil dan miskin seperti Nepal, bisa melakukan apa-apa. Aku ingin menjadi inspirasi bagi rakyat di negara saya," ucap Puskar.
Sangat menganggumkan.
(Frederica)
Pecahkan Rekor Tendang Kepala Sebanyak 134 Kali dalam 60 Detik
Laki-laki asal Nepal berhasil memecahkan rekor Guinness World Records, yaitu tendang kepala sebanyak 134 kali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/932669/original/083663400_1437461007-20150721-Tendang_kepala-Nepal.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis7 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal1 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486120/original/097525000_1769575957-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-28T114945.709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382280/original/090010700_1792986930-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-26T105247.852.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344493/original/042033300_1788947267-HOAX__15_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351957/original/080906700_1789720927-cek_fakta_suahasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112112/original/008487900_1659532237-20220803_091139.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309009/original/092642800_1785214589-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_43_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321704/original/021069900_1786498076-ChatGPT_Image_12_Agu_2026__08.27.17.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4896350/original/033661600_1721412084-jumper_tekiro.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4587080/original/091917300_1695602279-jay-ang-v0BgDZTJyPY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1817917/original/058473800_1514865745-20180102-IHSG-FF3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415239/original/086107800_1763365214-4.jpg)