Pemakaian Kartu Stablecoin Diprediksi Naik Jadi Rp 886 Triliun

RedotPay mencatat Amerika Latin alami tingkat adopsi tertinggi dan memiliki potensi pertumbuhan terbesar.

Diterbitkan 26 Agustus 2026, 06:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan kartu stablecoin secara global diperkirakan meningkat empat kali lipat menjadi US$ 50 miliar atau Rp 886 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.720) per tahun pada 2028. Prediksi ini hadir setelah nilai transaksi kartu stablecoin sentuh rekor pada Juli 2026.

Hal itu disampaikan oleh perusahaan pembayaran stablecoin RedotPay dikutip dari Yahoo Finance, Rabu, (26/8/2026).

Perusahaan yang berbasis di Hong Kong tersebut menyatakan proyeksi ini muncul setelah nilai transaksi kartu stablecoin melampaui US$ 1 miliar atau Rp 17,72 triliun pada Juli mencatatkan rekor bulanan berdasarkan data dari Paymentscan, sebuah perusahaan analitik kartu pembayaran kripto.

Stablecoin adalah jenis mata uang kripto yang dipatok pada aset tertentu biasanya mata uang fiat seperti dolar AS dan dirancang untuk mempertahankan nilai yang stabil.

Adopsi stablecoin secara global telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan semakin populernya penggunaan aset ini dalam pembayaran lintas batas, operasi perbendaharaan, penyelesaian transaksi kripto, serta sebagai sarana penyimpan nilai di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.

"Saat ini, Amerika Latin mencatat tingkat adopsi tertinggi dan memiliki potensi pertumbuhan terbesar, diikuti oleh Afrika," ujar salah satu pendiri sekaligus kepala kemitraan di RedotPay, Jonathan Chan.

"Pasar dengan pertumbuhan tercepat tidak selalu merupakan pasar dengan tingkat penetrasi kripto tertinggi. Pertumbuhan ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor: kendala nyata dalam sistem pembayaran, kemudahan akses terhadap stablecoin, sarana penukaran stablecoin ke mata uang fiat (off-ramp) yang kuat, serta kepastian regulasi,” ia menambahkan.

RedotPay, yang memiliki lebih dari 8 juta pengguna di seluruh dunia, menyatakan total volume pembayaran tahunan perusahaan yang mencakup pengisian saldo (top-up) dan transaksi kartu saat ini telah melampaui US$ 14 miliar atau Rp 248,08 triliun.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Visa Gandeng Zero Hash Buat Pembayaran Memakai Stablecoin

Sebelumnya, Visa menambahkan kemampuan pendanaan dan pembayaran memakai stablecoin ke dalam layanan Visa Direct. Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan penyedia infrastruktur on chain Zero Hash.

Mengutip Yahoo Finance, Kamis (6/8/2026), Klien yang memenuhi syarat akan dapat melakukan pendanaan awal (pre-funding) pada akun merchant menggunakan stablecoin dan mengirimkan pembayaran langsung dalam bentuk dolar digital, sementara ZeroHash menyediakan dukungan teknologi, kepatuhan, dan regulasi. Integrasi ini dirancang untuk menjaga pergerakan likuiditas di luar jam operasional perbankan serta memberikan akses dana yang lebih cepat bagi penerima di lintas negara.

Visa Direct terhubung ke lebih dari 18 miliar titik akhir (endpoint) di lebih dari 195 negara dan wilayah, yang mencakup kartu, rekening bank, dan dompet digital. Integrasi stablecoin ke dalam jaringan tersebut menempatkan penyelesaian transaksi (settlement) berbasis blockchain di dalam sistem pembayaran yang sudah digunakan oleh bank, perusahaan fintech, marketplace, dan penyedia layanan remitansi, sehingga klien tidak perlu membangun infrastruktur kripto secara terpisah.

Visa’s Global Head of Product, Mark Nelsen menyatakan, stablecoin membuka cara baru untuk membuat pergerakan uang menjadi "lebih cepat dan lebih fleksibel," khususnya untuk pembayaran lintas negara. Ia menambahkan, ZeroHash akan membantu Visa menghadirkan kemampuan tersebut dalam skala besar sembari tetap menjaga interoperabilitas dengan sistem keuangan yang sudah digunakan oleh klien.

Kerja sama ini memperluas strategi stablecoin yang telah berkembang pesat di seluruh jajaran produk Visa. Perusahaan meluncurkan Visa Stablecoin Platform pada Juli, yang memberikan satu lingkungan terpadu bagi institusi untuk mencetak, menyimpan, mentransfer, dan menukarkan kembali dolar digital, serta menyediakan infrastruktur dompet dan kontrol transaksi.