Strive Beli 1.110 Bitcoin, Rogoh Rp 1,4 Triliun

Strive kini memiliki 21.356 bitcoin (BTC) setelah aksi beli BTC pada Agustus 2026.

Diterbitkan 25 Agustus 2026, 15:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Strive mengakuisisi 1.110 bitcoin (BTC) senilai sekitar US$ 81,5 juta atau Rp 1,44 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.720)  pada 17 Agustus dan 21 Agustus 2026. Dengan demikian, total kepemilikan bitcoin mencapai 21.356 BTC.

Kepemilikan bitcoin oleh Strive itu terungkap dalam dokumen 8-K yang diajukan kepada Securities and Exchange Commission (SEC), dikutip dari the block, Selasa (25/6/2026).

Bitcoin itu dibeli dharga harga rata-rata US$ 73.409 atau Rp 1,3 miliar per koin, termasuk biaya dan beban terkait. Akuisisi ini meningkatkan kepemilikan perusahaan sekitar 5,5% dari 20.246 BTC pada pertengahan Agustus,seperti yang tercantum dalam dokumen itu.

Berdasarkan data Bitcoin Treasuries, Strive menempati peringkat ketujuh sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan bitcoin terbesar. MicroStrategy memimpin kelompok ini dengan 840.447 BTC, diikuti oleh Twenty One Capital dengan 43.514 BTC, Metaplanet dengan 43.000 BTC, MARA dengan 35.577 BTC, dan Bitcoin Standard Treasury Company dengan 30.021 BTC.

Pembelian terbaru ini dilakukan di tengah upaya perusahaan-perusahaan pemegang cadangan bitcoin untuk terus memperluas kepemilikan dan menyesuaikan cara mereka mendanai strategi mereka. MicroStrategy, pemegang bitcoin korporat publik terbesar, melaporkan pada Senin kalau mereka telah menjual 18,26 juta saham MSTR senilai sekitar US$ 2 miliar atau Rp 35,44 triliun antara 17 Agustus dan 23 Agustus, tetapi tidak melakukan pembelian maupun penjualan bitcoin selama periode tersebut.

MicroStrategy menggunakan US$ 300 juta atau Rp 5,31 triliun dari hasil bersih penjualan tersebut untuk meningkatkan cadangan USD-nya menjadi US$ 5,1 miliar atau Rp 90,37 triliun dan mengalokasikan US$ 1,59 miliar atau Rp 28,17 triliun ke dalam kumpulan dana "Kas USD" yang baru dibentuk.

Perusahaan menyatakan, dana tersebut dapat digunakan untuk pembelian bitcoin di masa mendatang, pembayaran dividen saham preferen, pembayaran bunga, dan pembelian kembali sekuritas, di antara tujuan korporat lainnya.

 

 

Alasan Strive Beli Bitcoin

Saham preferen MicroStrategy (MSTR-P) diperdagangkan pada harga US$ 96,18 pada Senin, di bawah nilai nominalnya yang sebesar US$ 100. Sementara itu, saham preferen Strive (SATA) diperdagangkan pada harga US$ 100,63.

Sementara itu, harga bitcoin naik hampir 25% pekan lalu dan ditutup di angka US$ 77.387 pada Jumat setelah mencatatkan kenaikan sebesar US$ 14.264, menurut data harga BTC dari The Block. Mata uang kripto acuan tersebut diperdagangkan di kisaran US$ 80.000 pada Senin.

CEO Strive, Matt Cole, menyatakan pada Minggu memiliki keyakinan "sangat kuat" bahwa pasar bearish bitcoin telah berakhir. Ia merujuk pada lonjakan harga bitcoin baru-baru ini terhadap dolar maupun emas.

 

Strive Tingkatkan Cadangan Bitcoin

Cole menyebutkan, harga bitcoin mencapai titik terendah terhadap emas pada Februari, sekitar lima bulan sebelum mencapai titik terendah terhadap dolar pada Juli.

Ia mengatakan, rasio BTC/emas telah menjadi tolok ukur yang berguna untuk memantau kinerja bitcoin dibandingkan emas, serta memperkirakan meningkatnya permintaan terhadap aset langka akan menguntungkan bitcoin.

Komentar Cole muncul di tengah upaya Strive untuk terus memperbesar cadangan bitcoinnya. Berdasarkan dokumen yang dilaporkan perusahaan kepada SEC, nilai kas dan setara kas meningkat menjadi US$ 171,9 juta atau Rp 3,04 triliun dari US$ 154,8 juta atau Rp 2,74 triliun per 14 Agustus, sementara nilai wajar atas 505.000 lembar saham preferen STRC milik Strategy naik menjadi US$ 48,6 juta atau Rp 861,19 miliar dari US$ 47,9 juta atau Rp 848,78 miliar.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.