Apa Itu Bitcoin? Panduan Lengkap Memahami Cara Kerja BTC

Bitcoin merupakan aset digital yang memungkinkan transaksi tanpa bank sentral. Simak pengertian, cara kerja, manfaat, dan sejarah Bitcoin.

Diterbitkan 23 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin merupakan jaringan pembayaran peer-to-peer (P2P) terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi secara digital tanpa membutuhkan bank sentral atau perantara tradisional.

Catatan transaksi Bitcoin tersimpan dalam buku besar publik atau blockchain. Pengguna dapat mengirim dan menerima Bitcoin melalui dompet digital atau wallet.

Spesifikasi pertama dan bukti konsep Bitcoin dipublikasikan pada 2009 oleh sosok atau kelompok yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto.

Bitcoin bersifat open source. Artinya, kode programnya dapat diperiksa oleh pengembang dari berbagai penjuru dunia.

Bitcoin juga tidak dikendalikan oleh satu bank, pemerintah, atau perusahaan tertentu. Pengguna dan pengembang menjalankan jaringan berdasarkan aturan yang disepakati secara bersama-sama.

Mengapa Bitcoin Dibuat?

Dikutip dari CoinMarketCap, Minggu (23/8/2026), Bitcoin diciptakan agar orang dapat menggunakan dan mengirim uang digital tanpa bergantung pada otoritas pusat.

Ada beberapa alasan utama yang melatarbelakangi kehadiran Bitcoin.

Pembayaran langsung: Bitcoin menggunakan sistem pembayaran peer-to-peer sehingga pengguna dapat mengirim uang secara langsung tanpa melalui bank sentral.

Tanpa kendali pusat: Tidak ada satu bank atau perusahaan yang memiliki kendali penuh atas jaringan Bitcoin.

Transaksi lebih aman: Bitcoin menggunakan teknologi blockchain dan proof of work untuk membantu mengamankan transaksi.

Akses global: Bitcoin dapat dikirim dan diterima dari hampir seluruh dunia selama pengguna memiliki koneksi internet.

Bagaimana Bitcoin Bekerja?

Cara sederhana untuk memahami proses transaksi Bitcoin adalah:

Wallet → Alamat → Transaksi → Verifikasi Jaringan → Blockchain → Konfirmasi

Bitcoin Wallet: Wallet merupakan aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan untuk mengirim dan menerima Bitcoin.

Bitcoin Address: Alamat Bitcoin digunakan sebagai tujuan untuk menerima pembayaran. Pengirim kemudian mengirim BTC ke alamat tersebut.

Blockchain: Bitcoin menggunakan blockchain publik untuk mencatat transaksi yang telah diproses. Catatan ini diverifikasi secara independen oleh para peserta jaringan.

Mining: Penambang atau miner menggunakan perangkat komputer khusus untuk memproses transaksi sekaligus membantu mengamankan jaringan. Sebagai imbalannya, mereka mendapatkan hadiah sesuai aturan protokol Bitcoin.

Fitur Utama dan Kegunaan Bitcoin

Bitcoin memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari sistem pembayaran tradisional maupun aset kripto lainnya.

Transaksi peer-to-peer: Nilai dapat dikirim langsung dari satu dompet Bitcoin ke dompet lainnya. Setiap transaksi kemudian tercatat secara permanen di blockchain.

Private key sebagai bukti kepemilikan: Setiap dompet memiliki private key, yaitu kode rahasia yang digunakan untuk menandatangani transaksi dan membuktikan kepemilikan Bitcoin.

Tanda tangan digital yang sulit diubah: Setelah transaksi ditandatangani dan masuk ke blockchain, transaksi tersebut sangat sulit diubah atau dimanipulasi.

Konfirmasi transaksi: Sebagian besar transaksi Bitcoin mendapatkan konfirmasi pertama dalam waktu sekitar 10 hingga 60 menit setelah dikirim, tergantung kondisi jaringan.

Konfirmasi melalui mining: Proses penambangan Bitcoin membantu mengonfirmasi transaksi yang masih menunggu dan memasukkannya ke dalam blockchain. Dengan cara ini, komputer di seluruh dunia dapat mencapai kesepakatan mengenai transaksi yang terjadi tanpa harus saling mengenal atau percaya secara langsung.

Aturan blok yang ketat: Agar mendapatkan konfirmasi, transaksi harus dimasukkan ke dalam blok yang memenuhi aturan kriptografi tertentu.

Riwayat transaksi sulit diubah: Mengubah blok lama akan memengaruhi blok-blok yang dibuat setelahnya. Inilah yang membuat riwayat transaksi Bitcoin tetap terjaga.

Mengapa Orang Memilih Bitcoin?

Sejumlah manfaat Bitcoin yang sering disebut antara lain:

  • Transaksi dapat dilakukan secara langsung tanpa perantara.
  • Dapat digunakan untuk mengirim uang ke berbagai negara.
  • Biaya transaksi cenderung lebih rendah dibandingkan beberapa metode pembayaran tradisional.
  • Bersifat open source, sehingga siapa pun dapat memeriksa kode atau mengembangkan teknologi di atasnya.

Untuk Apa Bitcoin Digunakan?

Bitcoin terutama digunakan untuk memindahkan nilai melalui jaringan. Namun, penggunaannya dapat dibagi ke dalam beberapa kebutuhan.

Pembayaran bisnis: Sejumlah pedagang dan perusahaan menerima Bitcoin sebagai pembayaran barang dan jasa. Transaksi dapat dilakukan langsung antara penjual dan pelanggan.

Tidak membutuhkan rekening bank: Bitcoin dapat memberikan akses pembayaran tanpa rekening bank tradisional. Pengguna cukup memiliki dompet kripto yang dapat mengirim dan menerima Bitcoin.

Transfer lintas negara: Bitcoin dapat dikirim ke berbagai negara dengan cara yang sama seperti transaksi dalam negeri. Pengguna tidak perlu menggunakan sistem pembayaran internasional yang terpisah.

Penyelesaian transaksi dengan biaya relatif rendah: Biaya pemrosesan Bitcoin cenderung lebih rendah dibandingkan beberapa sistem pembayaran tradisional.

Pasokan Bitcoin

Bitcoin memiliki karakteristik pasokan yang berbeda dibandingkan banyak proyek kripto baru.

Tidak ada alokasi khusus untuk tim pengembang, pembagian untuk investor awal, atau presale sebelum Bitcoin diluncurkan. Bitcoin baru diperoleh melalui proses penambangan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam protokol.

Pasokan maksimum: Bitcoin memiliki batas pasokan maksimal sebesar 21 juta BTC. Jumlah tersebut telah ditetapkan dalam protokol.

Pasokan beredar: Sekitar 19,9 juta BTC telah beredar, atau mendekati 94 persen dari total pasokan.

Bitcoin baru melalui mining: Bitcoin baru diberikan melalui hadiah penambangan. Koin tersebut tidak dibagikan secara langsung kepada perusahaan atau investor tertentu.

Hadiah awal: Ketika Bitcoin diluncurkan pada 2009, penambang mendapatkan hadiah sebesar 50 BTC untuk setiap blok yang berhasil ditambang.

Hadiah saat ini: Sejak April 2024, hadiah dasar penambangan atau block subsidy Bitcoin menjadi 3,125 BTC.

Setelah mencapai batas maksimum: Ketika seluruh 21 juta BTC telah ditambang, penambang diperkirakan akan memperoleh pendapatan terutama dari biaya transaksi, bukan dari penerbitan Bitcoin baru.

 

Perjalanan Bitcoin dari Waktu ke Waktu

Bitcoin tidak dikembangkan berdasarkan satu peta jalan yang dibuat oleh sebuah perusahaan. Jaringan ini berkembang secara bertahap melalui berbagai pembaruan dan pencapaian penting.

Genesis Block — Januari 2009

Pada Januari 2009, Satoshi Nakamoto memperkenalkan Genesis Block, yaitu blok pertama dalam blockchain Bitcoin. Peristiwa ini menandai dimulainya jaringan Bitcoin.

P2SH Soft Fork — April 2012

Pada April 2012, Pay-to-Script-Hash (P2SH) diaktifkan. Teknologi ini memungkinkan Bitcoin dikunci menggunakan skrip yang telah di-hash dan mendukung transaksi multisignature.

SegWit — Agustus 2017

Pada Agustus 2017, Segregated Witness (SegWit) diaktifkan pada blok 481.824. Pembaruan ini mengubah struktur data transaksi dan menjadi salah satu dasar untuk meningkatkan kemampuan Bitcoin dalam menangani transaksi.

Taproot — November 2021

Pada November 2021, Taproot diaktifkan pada blok 709.632. Pembaruan ini mencakup tiga peningkatan utama, yakni tanda tangan Schnorr, Taproot Outputs, dan Tapscript.

Taproot dirancang untuk meningkatkan efisiensi transaksi, privasi, dan fleksibilitas penggunaan skrip Bitcoin.

Ordinals — Januari 2023

Dengan memanfaatkan kemampuan yang diperkenalkan melalui SegWit dan Taproot, protokol Ordinals diluncurkan di jaringan utama Bitcoin. Teknologi ini memungkinkan data disematkan pada satoshi atau unit terkecil Bitcoin.