Robert Kiyosaki Anggap Bitcoin dan Emas Seperti Asuransi Keuangan

Robert Kiyosaki menyamakan kepemilikan Bitcoin, emas, dan perak dengan asuransi untuk menghadapi risiko keuangan.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 06:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penulis buku Rich Dad, Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali membahas Bitcoin, emas, dan perak sebagai aset yang menurutnya dapat menjadi perlindungan ketika kondisi keuangan memburuk.

Kiyosaki, yang juga kerap memasukkan Bitcoin dan Ethereum dalam kelompok aset yang sama dengan emas dan perak, menyamakan kepemilikan aset tersebut dengan membeli asuransi.

Menurutnya, mempersiapkan diri menghadapi ketidakstabilan ekonomi bukan berarti seseorang sedang meramalkan terjadinya bencana keuangan.

Dalam unggahan terbarunya di X, Kiyosaki menyebut dirinya sebagai "orang yang mempersiapkan kondisi keuangan" atau financial prepper. Ia menilai kepemilikan emas, perak, dan Bitcoin dapat dianalogikan seperti membeli asuransi.

Menurut Kiyosaki, seseorang tidak membeli asuransi mobil karena berharap mengalami kecelakaan. Asuransi dibeli sebagai perlindungan apabila sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Pandangan tersebut disampaikan Kiyosaki setelah berbincang dengan seorang perempuan yang mempertanyakan apakah persiapan menghadapi masalah ekonomi merupakan sikap yang terlalu pesimistis.

“Apakah Anda memiliki emas, perak, atau Bitcoin?” tanya Kiyosaki dikutip dari cryptopotato, Selasa (6/10/2026).

Ia kemudian kembali menegaskan salah satu prinsip utama dalam strategi investasinya.

“Saya hanya menginginkan uang yang tidak bisa dicetak oleh pemerintah.”

 

Beli saat Pasar Melemah

Kekhawatiran Kiyosaki terutama berkaitan dengan penurunan daya beli akibat inflasi dan bertambahnya jumlah uang beredar.

Ia menilai kepemilikan aset yang jumlahnya terbatas dan berada di luar mata uang yang diterbitkan pemerintah dapat memberikan perlindungan tertentu terhadap risiko tersebut.

Bitcoin dianggap sesuai dengan pandangan itu karena jumlah maksimalnya dibatasi hanya 21 juta koin. Namun, kelangkaan Bitcoin tidak otomatis menjamin aset tersebut mampu mempertahankan daya beli dalam periode tertentu.

Pernyataan terbaru Kiyosaki juga dinilai tidak sesuram sejumlah peringatannya sebelumnya. Meski demikian, strategi investasinya relatif tidak berubah.

Sebelumnya, ia memperingatkan kombinasi utang yang meningkat, inflasi, ketegangan geopolitik terkait energi, serta kelemahan sistem pensiun tradisional dapat memicu krisis keuangan yang lebih besar.

Kiyosaki kemudian menyarankan kepemilikan Bitcoin, emas, dan perak sebagai alternatif terhadap tabungan berbasis mata uang fiat.

Ia juga mengaku tetap membeli aset ketika pasar melemah. Setelah sebelumnya memperingatkan bahwa kehancuran finansial "semakin cepat", Kiyosaki mengatakan dirinya justru mengakumulasi Bitcoin dan Ethereum, bukan beralih sepenuhnya ke uang tunai.

Namun, sikapnya terhadap pembelian Bitcoin dan Ethereum sempat berubah. Pada Juni, misalnya, ia menjelaskan alasan belum membeli ketika harga kedua aset tersebut turun, meski harga kemudian mencapai titik terendah dalam waktu sekitar satu pekan.