Fakta-fakta Penting Dua Pesawat TNI Tergelincir

Dua pesawat TNI tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin.

Diterbitkan 26 Agustus 2026, 06:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Insiden tergelincirnya dua pesawat Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Bandara Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, masih menyisakan sejumlah teka-teki.

Dua kejadian tersebut berlangsung berurutan dalam waktu singkat. Berawal dari pesawat Sukhoi Su-30 MK2 tergelincir di hari Senin (24/8/2026).

Kejadian kedua menimpa pesawat Cassa yang juga milik TNI tergelincir. Peristiwa ini terjadi di hari Selasa (25/8/2026).

Berdasarkan informasi yang dirangkum, berikut lima catatan penting terkait dua insiden tersebut:

 

Awal Insiden Sukhoi

TNI Angkatan Udara menjelaskan, Sukhoi yang tergelincir di landasan pacu sisi barat (Runway 13) Bandara Internasional Sultan Hasanuddin usai menjalani rangkaian test flight setelah pesawat menyelesaikan overhaul atau pemeliharaan tingkat berat.

"TNI Angkatan Udara menyampaikan bahwa telah terjadi insiden dalam rangkaian test flight pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 setelah menyelesaikan overhaul atau pemeliharaan tingkat berat," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, Senin (24/8/2026).

Dia menjelaskan, pesawat sebelumnya menjalani rangkaian pengujian untuk memastikan kondisinya setelah menjalani pemeliharaan tingkat berat.

"Dalam rangkaian test flight tersebut, pesawat melaksanakan tahapan pemeriksaan simulasi take off di landasan," ujarnya.

 

Penyebab Sukhoi Tergelincir

Saat rangkaian pengujian tersebut terjadi kendala ketika pesawat melakukan pengereman. Sistem pengereman pesawat disebut tidak berfungsi secara maksimal.

"Saat melaksanakan pengereman terjadi kendala teknis pada sistem pengereman tidak berfungsi secara maksimal yang berakibat pesawat keluar 30 meter dari batas ujung landasan," ucap Nyoman Suadnyana.

TNI AU memastikan seluruh awak dalam kondisi aman. Pesawat kemudian ditarik menuju hanggar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

 

Sukhoi Berasap

Sukhoi yang tergelincir di landasan pacu sisi barat sempat mengeluarkan asap. Hal ini berdasarkan kesaksian warga.

Pantauan Liputan6.com, landasan pacu sisi barat berada tepat di sisi Jalan Trans Sulawesi. Kondisi itu membuat sejumlah pengguna jalan sempat melihat langsung proses penanganan pesawat.

Warga bernama Iman Tama bercerita, melihat kepulan asap dari bagian belakang pesawat.

"Tadi pagi waktu saya melintas sudah tergelincir. Saya lihat asap di belakang pesawat, ada juga mobil pemadam kebakaran," ujarnya.

Menurut Iman, rumput kering di sekitar lokasi sempat terbakar sehingga petugas pemadam kebakaran dikerahkan. Dia juga menyebut kemacetan terjadi cukup panjang selama proses evakuasi pesawat.

"Macet sekitar 1 kilometer. Pokoknya kalau ada warga naikkan kamera, langsung didatangi anggota TNI disuruh hapus foto dan video," bebernya.

Menyusul Cassa Tergelincir

Insiden kembali terjadi, sehari setelah Sukhoi tergelincir. Pesawat angkut diduga milik TNI tergelincir di Runway 03/21, Selasa (25/8/2026).

Dalam video beredar di media sosial menunjukkan armada pemadam kebakaran bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah personel melakukan evakuasi terhadap kru dan badan pesawat yang tergelincir.

Akibat dari insiden ini, Runway 03/21 ditutup untuk sementara waktu.

PGS Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Taufan Yudhistira, mengonfirmasi bahwa video yang beredar memang menunjukkan kejadian di Bandara Sultan Hasanuddin. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai pesawat angkut milik TNI yang tergelincir tersebut.

"Berdasarkan video viral yang beredar di media sosial, memang benar telah terjadi kejadian tersebut di Bandara Sulawesi Hasanuddin pada pukul 11.25 di area Landasan Pacu Utara Selatan atau Runway 03-21," kata Taufan kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).

 

Imbas ke Penerbangan

Sejumlah penerbangan dari Bandara Sultan Hasanuddinmengalami keterlambatan hingga pembatalan, Selasa (25/8/2026).

Berdasarkan pantauan papan Informasi Keberangkatan atau Flight Information Display System (FIDS) pada pukul 14.56 WITA, sejumlah penerbangan mengalami perubahan jadwal keberangkatan.

Lion Air JT-892 tujuan Gorontalo yang dijadwalkan berangkat pukul 12.40 WITA mengalami penundaan menjadi pukul 15.50 WITA melalui Gate 10.

Lion Air JT-745 tujuan Denpasar yang dijadwalkan berangkat pukul 13.10 WITA ditunda menjadi pukul 16.20 WITA melalui Gate 1.

Lion Air JT-985 tujuan Jakarta yang semula dijadwalkan berangkat pukul 13.25 WITA mengalami penundaan menjadi pukul 14.20 WITA melalui Gate 8.

Lion Air JT-994 tujuan Kendari yang dijadwalkan berangkat pukul 13.50 WITA ditunda menjadi pukul 15.10 WITA melalui Gate 4.

Lion Air JT-707 tujuan Surabaya yang dijadwalkan berangkat pukul 14.20 WITA mengalami penundaan menjadi pukul 15.10 WITA melalui Gate 10.

Sementara itu, Wings Air IW-1869 tujuan Bima dan IW-1300 tujuan Mamuju yang masing-masing dijadwalkan berangkat pukul 14.55 WITA, ditunda menjadi pukul 16.40 WITA. Penerbangan menuju Bima menggunakan Gate 3, sedangkan penerbangan menuju Mamuju menggunakan Gate 2.

Citilink QG-213 tujuan Jakarta juga mengalami penundaan. Penerbangan yang semula dijadwalkan berangkat pukul 15.20 WITA tersebut ditunda menjadi pukul 18.20 WITA melalui Gate 3.

Selain penundaan, papan informasi bandara juga mencatat tiga penerbangan tujuan Batulicin berstatus Unscheduled. Ketiganya yakni N977JH dengan jadwal 15.30 WITA, T7DG4 dengan jadwal 16.05 WITA, dan T7977 dengan jadwal 17.05 WITA.

Salah seorang penumpang Citilink QG-213, Teguh Pratama membenarkan penundaan penerbangan tersebut. Dia mengatakan jadwal penerbangannya mengalami perubahan hingga beberapa jam.

"Jadwal boarding saya sebelumnya pada pukul 14.50 WITA, tapi karena ada insiden ini berubah menjadi pukul 18.20 WITA melalui Gate 3 terminal," kata Teguh, kepada Liputan6.com.