Liputan6.com, Jakarta - Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok memastikan demo akan tetap berjalan pada Rabu besok 26 Agustus 2026.
"(Demo tetap berjalan) berjalan," ujar Botok kepada Liputan6.com, Selasa (25/8/2026).
Dia mengatakan, massa demo akan melangsungkan aksi di depan Gedung DPR.
Advertisement
"Besok Rabu kita stay lagi di depan DPR RI," jelas Botok.
Sebelumnya, perjalanan massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menuju Jakarta kembali berlanjut, Minggu malam 23 Agustus 2026.
Koordinator AMPB Supriyono alias Botok, membawa rombongan dari wilayah Bumi Mina Tani, sebutan lain Kabupaten Pati, untuk menggelar aksi di DPR.
Sebanyak empat bus masing-masing berkapasitas 28 kursi disiapkan untuk mengangkut rombongan. Massa bertolak dari kawasan Kaliampo, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Pati, dengan membawa misi memperkuat barisan massa dalam aksi yang dijadwalkan berlangsung 27 Agustus 2026.
Bagi Botok, perjalanan ke Jakarta kali ini bukan sekadar keberangkatan biasa. Rombongan datang membawa tuntutan agar DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi.
"Kemarin kami pulang dari Jakarta ke Pati karena ada kegiatan Minggu jam satu siang yang tidak bisa ditinggalkan. Malam ini kami kembali lagi ke Jakarta untuk besok menggelar aksi di depan DPR RI lagi," tutur Botok.
Bolak-balik Pati-Jakarta
Perjalanan AMPB ke ibu kota sebenarnya sudah dimulai beberapa hari sebelumnya. Perwakilan mereka tiba di Jakarta pada Jumat 21 Agustus 2026, setelah menempuh perjalanan darat menggunakan kendaraan pribadi.
Namun, rombongan tidak menetap di Jakarta. Sabtu malam, 22 Agustus, mereka memilih kembali ke Pati untuk menyelesaikan agenda internal. Selain itu, mempersiapkan dukungan logistik dan tambahan massa.
Hanya berselang sehari, massa AMPB kembali bergerak ke Jakarta. Kepulangan sementara itu justru dimanfaatkan untuk memperkuat persiapan mereka, sebelum massa kembali berkumpul di ibu kota.
Setibanya di Jakarta, AMPB dijadwalkan berkonsolidasi bersama Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB). Sejumlah kegiatan seperti aksi simpatik, sosialisasi dan penggalangan dukungan publik disiapkan sebelum puncak aksi pada 27 Agustus 2026.
Â
Soal Rekening Donasi Diblokir Bank
Sementara itu sebelumnya, pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, memicu polemik menjelang rencana aksi di depan Gedung DPR pada 27 Agustus 2026. Rekening berisi Rp 80,9 juta itu merupakan uang pribadi Botok sekaligus dana donasi untuk operasional aksi.
Botok mengungkap pemblokiran tersebut terjadi di tengah mempersiapkan keberangkatan bersama Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) untuk menyampaikan aspirasi di Jakarta.
"Rekening saya, uang pribadi saya, dan uang donasi dari teman-teman, totalnya Rp 80,9 juta diblokir. Ada buktinya ini," ungkap Botok dengan nada kecewa.
Dia menyayangkan pemblokiran rekening tersebut. Dana yang terkunci dalam rekening itu, merupakan uang pribadi dan sumbangan masyarakat yang dikumpulkan untuk mendukung kebutuhan operasional aksi.
Botok menilai pemblokiran rekening nasabah secara sepihak, berpotensi menjadi tekanan terhadap gerakan masyarakat sipil. Meski akses terhadap dana terganggu, dia memastikan rencana aksi di Jakarta tetap berjalan dengan mengandalkan dukungan dan gotong royong.
Aksi AMPB bersama demonstran lain dari berbagai daerah di Indonesia tersebut membawa sejumlah tuntutan. Di antaranya mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor.
Botok juga menegaskan bahwa massa dari daerah datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Ia membantah adanya niat untuk membuat kerusuhan.
"Kami bukan teroris, bukan pelaku kriminal. Teman-teman datang ke Jakarta mengawal aspirasi masyarakat Indonesia, tidak ada niatan untuk membuat kerusuhan," tegasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318340/original/035315600_1786092351-Screenshot_2026-08-07_154428.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409778/original/074363200_1682745589-PPATK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331476/original/025752000_1787545707-IMG-20260824-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5424247/original/074560000_1764137623-Tes_DNA.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331821/original/012832800_1787568607-IMG-20260824-WA0026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331737/original/018559500_1787562104-f480d043-dbaa-47f7-9244-b71851f32806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331476/original/025752000_1787545707-IMG-20260824-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331563/original/075556600_1787550521-IMG-20260824-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4007080/original/072521000_1650961637-20220426-PPATK-Ivan-Yustiavandana-9.jpg)