Putin-Mori Membicarakan Status Pulau Kuril

<I>Kepulauan Kuril di Jepang menjadi agenda tersendiri dalam pertemuan antara Putin dengan Mori.</I>

Diterbitkan 05 September 2000, 07:56 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Tokyo: Status kepulauan Kuril di Jepang, mulai dipersoalkan dalam pertemuan diplomatik Rusia-Jepang yang berlangsung pekan ini. Pulau tersebut ditempati tentara Soviet sejak Perang Dunia kedua. Aksi unjuk rasa dari kelompok sayap kanan, turut mewarnai pembicaraan itu

Sebetulnya, rencana pakta perdamaian Rusia dan Jepang terbentur pada satu masalah, yaitu sengketa teritorial atas kepulauan Kuril di utara Jepang. Empat pulau itu diduduki tentara Soviet pada bulan-bulan menjelang berakhirnya Perang Dunia kedua. Kemudian, sejak tahun 1956, ketika Jepang dan Uni Soviet mulai menjalin hubungan diplomatik, kedua negara belum pernah menandatangani pakta perdamaian. Mereka menargetkan pakta itu terwujud paling lambat akhir tahun ini.

Namun, masalahnya, hingga saat ini kedua pihak masih jauh dari kata sepakat. Jepang menuntut penentuan status kepulauan Kuril dijadikan syarat pakta perdamaian. Sedang Rusia bersikeras, pihaknya belum siap menyerahkan kawasan itu.

Sementara itu, kelompok sayap kanan melakukan unjuk rasa dengan kendaraan truk. Mereka mendukung pemerintah Jepang, menyuarakan tuntutan agar kepemilikan teritorial atas kepulauan Kuril dikembalikan kepada Jepang.(RSB/Ula)