Topan Champi Hantam Taiwan, 1 Orang Tewas dan 2 WNI Ikut Terluka

Berdasarkan prakiraan jalur pergerakannya, Champi diperkirakan berbelok ke utara menuju pesisir China sebelum akhirnya bergerak ke wilayah selatan Jepang.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 17:13 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Taipei - Topan Champi yang membawa angin kencang dan hujan deras mengakibatkan satu orang tewas dan 527 lainnya terluka di Taiwan, termasuk dua warga negara Indonesia (WNI). Badai tersebut juga menumbangkan pepohonan, menyebabkan pemadaman listrik, serta mengganggu aktivitas transportasi.

Pada Sabtu (24/10/2026), Topan Champi dilaporkan mulai melemah setelah bergerak melewati wilayah dekat pesisir timur laut Taiwan dan menuju utara ke arah pesisir China.

Badan Meteorologi Pusat Taiwan (CWA) seperti dikutip The Guardian melaporkan bahwa Champi, yang sebelumnya dikategorikan sebagai topan super dan menjadi salah satu badai terkuat di kawasan Pasifik tahun ini, masih membawa embusan angin dengan kecepatan sekitar 126 kilometer per jam di dekat pusatnya.

Menurut CWA, pusat Topan Champi berada sekitar 150 kilometer di sebelah timur Taiwan setelah melintas di dekat pesisir timur laut pulau tersebut pada Sabtu dini hari.

Departemen Pemadam Kebakaran Taiwan melaporkan seorang pria tewas setelah tersapu ombak di Pulau Liuqiu, wilayah selatan Taiwan. Sementara itu, sebanyak 527 orang mengalami luka-luka akibat angin kencang dan hujan deras yang menyertai badai tersebut.

Perusahaan listrik Taiwan, Taipower, menyatakan lebih dari 167.000 rumah sempat mengalami pemadaman listrik. Namun, pasokan listrik ke sebagian besar rumah yang terdampak telah dipulihkan.

Topan Champi juga menyebabkan gangguan besar pada sektor transportasi. Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Taiwan melaporkan sebanyak 977 penerbangan dibatalkan sejak Kamis hingga Jumat (23/10) pukul 10.00 waktu setempat.

Jumlah tersebut terdiri atas 262 penerbangan domestik serta 715 penerbangan internasional dan lintas Selat Taiwan.

Sementara itu, Biro Maritim dan Pelabuhan Taiwan melaporkan sebanyak 96 perjalanan feri pada 10 rute ditangguhkan akibat cuaca buruk.

Memasuki Sabtu, Kementerian Transportasi Taiwan mencatat 242 penerbangan dibatalkan, lebih sedikit dibandingkan hampir 1.000 pembatalan pada hari sebelumnya.

Sejumlah wilayah Taiwan bagian utara dan tengah, termasuk Taipei, kembali meliburkan kegiatan perkantoran dan sekolah untuk hari kedua. Di ibu kota, angin kencang menumbangkan pepohonan, sementara hujan deras masih turun secara berkala.

Taiwan umumnya memiliki kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi topan sehingga jumlah korban jiwa cenderung rendah. Meski lebih sering terjadi pada musim panas, badai semacam ini dapat pula melanda wilayah tersebut pada musim gugur.

Dua WNI Terluka Akibat Topan Champi

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa dua WNI termasuk di antara korban luka akibat Topan Champi yang melanda Taiwan.

Berdasarkan keterangan Kemlu RI yang disampaikan pada Jumat, kedua WNI mengalami luka ringan di bagian siku setelah terjatuh akibat terpaan angin kencang. Satu WNI terjatuh saat mengendarai sepeda motor, sedangkan satu lainnya saat bersepeda.

Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu RI Heni Hamidah menyampaikan bahwa kedua WNI tersebut telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat.

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei terus berkoordinasi dengan pihak terkait serta keluarga untuk menyampaikan perkembangan kondisi kedua WNI tersebut.

KDEI Taipei mengimbau seluruh WNI di Taiwan agar tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat, serta tidak bepergian kecuali untuk keperluan mendesak.

Dalam keadaan darurat, WNI yang terdampak badai atau membutuhkan bantuan dapat menghubungi hotline KDEI Taipei melalui nomor +886-901-132-000 atau +886-987-587-000.