Liputan6.com, Jakarta - Jarum jam menunjukkan pukul 12.00 WIB. Area pameran kerja (job fair) di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, tampak ramai. Sebagian pengunjung terlihat sibuk meneliti informasi lowongan kerja di stan-stan perusahaan.
Pemandangan siang itu menegaskan betapa ketatnya persaingan di pasar kerja saat ini. Bukan hanya Generasi Z yang baru lulus kuliah, generasi yang lebih senior berusia 30 hingga 50 tahun pun turut memanfaatkan kesempatan tersebut.
Di antara sesaknya kerumunan, sosok Eva (24) mencuri perhatian. Berbeda dengan banyak pelamar yang datang berkelompok, sarjana S-1 Psikologi lulusan Universitas Persada Indonesia Y.A.I ini menyusuri setiap stan sendirian.
Advertisement
Langkah kakinya mantap. Matanya teliti membaca setiap lembar persyaratan di papan informasi, sementara jemarinya menggenggam tumpukan brosur yang telah dikumpulkan. Eva merupakan bagian dari generasi muda yang harus mengadu peruntungan di tengah pasar kerja yang kian kompetitif.
Menyusuri lorong demi lorong, ia tak henti mendatangi stan perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari ritel, perbankan, hingga layanan kesehatan.
Eva mengaku tidak ingin terlalu membatasi diri pada sektor tertentu. Namun, kriteria utamanya adalah posisi pekerjaan di bidang sumber daya manusia, khususnya perekrut SDM (HR recruiter), atau administrasi yang selaras dengan latar belakang pendidikannya.
"Aku sebenarnya enggak terlalu membatasi sektor perusahaannya harus apa. Mau retail, bank, atau kesehatan, yang penting posisinya pas di HR atau Admin sesuai jurusan Psikologi," ungkap Eva sembari berjalan menyusuri stan saat berbincang dengan Liputan6.com, Sabtu (24/10/2026).
Upaya Upskilling yang Tak BerujungAda pemandangan menarik pada awal penelusurannya. Alih-alih langsung memburu brosur lowongan kerja perusahaan swasta, Eva justru menggenggam brosur pelatihan kerja gratis dari Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD). Informasi pelatihan dari PPKD Jakarta Pusat hingga wilayah lainnya ia kumpulkan satu per satu dengan cermat.
Sikap tersebut muncul dari rangkaian upaya panjang dan melelahkan yang telah ia lalui sejak lulus kuliah pada Februari lalu. Setelah beristirahat selama sebulan, Eva mulai melayangkan puluhan lamaran secara daring sejak April. Ia juga mengikuti job fair daring sebanyak dua hingga tiga kali, kemudian membeli kelas sertifikasi daring secara mandiri sebagai bekal untuk melamar pekerjaan.
Tak hanya itu, Eva juga dua kali mendaftar program Magang Hub milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), tetapi berujung penolakan. Upayanya mengikuti pelatihan kerja di bidang pemasaran digital di balai pelatihan kerja pemerintah pun kandas pada tahap seleksi. Sementara itu, lamaran-lamaran yang dikirimnya secara daring tak kunjung membuahkan hasil.
Bagi Eva, kegagalan beruntun ini menyisakan kelelahan psikologis yang mendalam.
"Capek sih capek. Kadang sampai sekarang ini sebenarnya masih hilang arah. Takut banget ikut interview, tapi di sisi lain pengen banget dapet kerja. Bingung harus gimana lagi, makanya kalau ada pelatihan aku mau ikut dulu biar skill-ku nambah," aku Eva.
Ia juga mengeluhkan proses rekrutmen kerja yang berlangsung panjang dan kerap tidak memberikan kepastian. Hal itu turut menambah kelelahan yang dirasakannya.
“Aku kemarin daftar sudah jauh-jauh hari ya, enggak ada ini loh, kayak sudah sempat psikotes juga, enggak ada kelanjutannya loh, kayak dari gambaran itu juga, tiba-tiba aja kayak pas penutupan baru ditolak gitu,” ungkapnya.
Incar Posisi Magang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381654/original/004126200_1792844505-1000797889__1_.jpg)
Kelelahan Eva tecermin dari pertanyaan yang kerap diajukan saat mendatangi stan perusahaan. Ia hampir selalu menanyakan lowongan magang. Jika posisi yang tersedia hanya untuk pekerja tetap, ia akan mencermati apakah persyaratannya memungkinkan bagi lulusan baru (fresh graduate) tanpa pengalaman kerja.
Kecenderungan Eva membidik posisi magang menggambarkan tantangan yang dihadapi lulusan baru dalam memenuhi tuntutan rekrutmen saat ini. Pengalaman kerja menjadi salah satu pertimbangan penting, bahkan ketika pelamar telah menyelesaikan pendidikan sarjana.
Persyaratan yang dirasa semakin tinggi membuat sebagian lulusan baru merasa keterampilan mereka belum memadai atau mengalami skill issue. Akibatnya, mereka harus menyesuaikan ekspektasi saat mencari pekerjaan. Situasi ini juga berlangsung di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), yang membuat pelamar berpengalaman turut bersaing untuk mendapatkan posisi yang sebelumnya banyak dibidik lulusan baru.
Ironisnya, rasa kurang percaya diri itu juga dirasakan Eva, meski ia memiliki pengalaman yang relevan. Saat menempuh pendidikan S-1, Eva pernah menjalani magang selama tiga bulan di bagian administrasi Direktorat Kesehatan Anak Kementerian Kesehatan RI. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal yang dibawanya saat melamar pekerjaan.
Namun, pengalaman itu belum cukup mengantarkannya memperoleh pekerjaan tetap. Eva pun kembali mempertimbangkan lowongan magang. Setelah dua kali gagal, ia berencana mencoba mendaftar program Magang Hub batch 3 pada akhir bulan ini demi menambah pengalaman.
Kesempatan itu menjadi upaya terakhirnya mengikuti program tersebut. Eva merasa pengalaman magang satu kali belum cukup menjadi modal untuk melamar pekerjaan tetap. Menurutnya, para pesaing sesama lulusan S-1 juga berlomba-lomba mengumpulkan pengalaman magang.
Upaya terus-menerus meningkatkan keterampilan (upskilling) dan mengumpulkan pengalaman magang menjadi siklus yang harus dihadapi Eva demi mendapatkan peluang kerja tetap. Namun, kapan kesempatan itu datang masih menjadi pertanyaan.
Advertisement
Tak Mau Berpangku Tangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381655/original/056672000_1792844505-1000798365.jpg)
Sebagai anak pertama, Eva merasakan beban moral untuk segera bekerja. Ada ekspektasi dari keluarga agar ia lekas mendapatkan pekerjaan. Padahal, bagi Eva, makna bekerja tidak terbatas pada pekerjaan di kantor.
"Orang tua kan mikirnya kalau kerja ya harus ke kantor. Padahal kan, kerja itu bisa apa aja ya, yang penting halal dan menghasilkan," ungkapnya.
Prinsip itu ia pegang secara konsisten. Selama belum mendapatkan pekerjaan, Eva tidak ingin hanya berpangku tangan dan mengandalkan uang pemberian orang tuanya. Di sela-sela rutinitas melamar kerja, ia menjalankan usaha kuliner dari dapur rumahnya.
“Kegiatan selama menganggur selama ini, aku biasanya lagi suka ini sih, baking, masak, bikin-bikin kue gitu. Kue bolu pisang. Jadi aku bikin kue juga, ngejualin juga,” jelas Eva.
Setiap hari, ia menyibukkan diri membuat bolu pisang serta meracik aneka minuman segar dalam kemasan botol. Mango sago, jus alpukat murni, kopi susu, hingga matcha stroberi menjadi produk yang dijualnya.
Produk kuliner hasil olahannya dititipkan di toko obat milik orang tuanya di Pasar Pramuka, Jakarta Timur.
“Aku nambah bikin minuman juga. Kayak mango sago gitu, terus alpukat, kopi juga. Coba kalau orang pasar kan kayaknya, kalau lagi ngantuk lagi panas gitu, ngopi kan enak. Kemarin aku ada bikin matcha juga, matcha yang pakai stroberi itu, tapi yang botolan,” jelasnya.
Selain menitipkan dagangannya di toko orang tua, Eva juga kerap membuka stan jualan secara mandiri di kawasan Sudirman untuk menjajakan produknya saat kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (car free day/CFD) pada akhir pekan.
Meski telah melalui proses panjang dalam mencari pekerjaan, Eva tetap berusaha menjalani situasi yang dihadapinya dengan lapang dada. Ia terus menjalankan usaha kulinernya sembari menunggu kesempatan yang lebih baik. Eva percaya bahwa kesuksesan bukanlah sesuatu yang memiliki satu definisi.
“Kerasa (capek) sih, apalagi kalau lihat temen udah pada kerja. Tapi ya balik lagi ke diri sendiri. Nggak ada sih yang namanya perlombaan, karena sukses orang kan beda-beda ya, jalurnya juga beda-beda,” tuturnya.
Di tengah persaingan pasar kerja yang menuntut banyak hal dari para pencari kerja, Eva tetap mempertahankan keyakinannya. Ia berjalan dari satu stan job fair ke stan lainnya dengan membawa CV, surat keterangan lulus (SKL), dan transkrip nilai, sembari berharap kerja kerasnya suatu hari berbuah kepastian.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381099/original/021116000_1792753524-cek_fakta_suahasil_-_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2214828/original/012272500_1526406975-pemadan_karhutla_sinar_mas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381653/original/016624000_1792844504-1000797864.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4533742/original/073802200_1691679568-WhatsApp_Image_2023-08-09_at_08.19.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307395/original/005249200_1785030480-Ilustrasi_lowongan_kerja-26_Juli_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379352/original/062537200_1792592787-Wakil_Ketua_Umum_Bidang_Teknologi_dan_Transformasi_Digital_KADIN_Indonesia__Teguh_Ananta_Wikrama-21_Oktober_2026a.jpg)