Dua Anggota OPM Tewas Usai Kontak Tembak dengan TNI di Nduga

Dua anggota OPM tewas dalam kontak tembak dengan TNI di Nduga. Uang Rp 88 juta turut disita.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 09:49 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Dua anggota OPM tewas dalam kontak tembak dengan TNI di Nduga, Papua.
  • TNI sita uang Rp 88 juta, ponsel, dan atribut OPM dari lokasi kejadian.
  • TNI tegaskan tindakan demi keamanan, ajak dialog untuk Papua damai.

Liputan6.com, Jakarta - Dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III/Ndugama-Nderakma tewas usai terlibat kontak tembak dengan prajurit TNI di Kampung Nonggoloit, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Jumat (23/10/2026). Dari lokasi, turut disita uang tunai Rp 88 juta beserta belasan ponsel.

Baku tembak pecah saat jajaran Satgas Rajawali VI Den 1 Koops TNI Habema menyisir permukiman warga setelah menerima laporan pergerakan kelompok bersenjata tersebut.

Begitu memasuki wilayah sasaran, anggota TNI dihujani rentetan tembakan dari OPM hingga aksi balasan tak terelakkan.

"Ketika personel melakukan pemeriksaan wilayah, kelompok tersebut melepaskan tembakan ke arah aparat sehingga terjadi kontak tembak," ujar Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, Sabtu (24/10/2026).

Begitu letusan senjata mereda, prajurit yang menyisir lokasi menemukan dua anggota OPM tewas tergeletak ditinggal kabur kelompoknya.

"Identitas kedua korban masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Selain melumpuhkan dua anggota OPM, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain dua pucuk senapan angin, busur dan panah, senjata tajam, perangkat HT, dokumen, atribut OPM, 18 unit ponsel, serta uang tunai Rp 88 juta.

Riyanto menegaskan tindakan tegas dan terukur terpaksa diambil lantaran keberadaan kelompok bersenjata tersebut mengancam keselamatan warga dan prajurit di lapangan.

"Setiap nyawa bernilai dan harus dihitung. Namun ancaman bersenjata terhadap warga dan aparat wajib ditindak tegas," tegas Riyanto.

 

Buka Ruang Dialog

Ia juga meminta agar jenazah kedua korban ditangani secara layak dan bermartabat melalui koordinasi dengan pihak berwenang, keluarga, serta tokoh masyarakat setempat, dengan tetap menghormati adat dan ketentuan hukum.

Ia mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan kekerasan dan membuka ruang dialog serta reintegrasi melalui mekanisme yang berlaku.

"Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di hutan dan pegunungan, jalan untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat tetap terbuka. Mari kita hentikan kekerasan dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik bagi generasi Papua," umarnya.

Ia menekakan Koops TNI Habema akan terus menjaga keamanan wilayah Nduga agar masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang, pelayanan publik berjalan, dan kehidupan sosial serta ekonomi dapat berkembang.

"Keamanan harus membuka ruang bagi kehidupan masyarakat yang semakin normal, tumbuhnya kepercayaan, dan terwujudnya Papua yang damai berkelanjutan," tandasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6