Saddam Hussein Sudah Dieksekusi

Pemerintah Irak resmi mengumumkan Saddam Hussein sudah dihukum gantung hari ini. Waktu dan tempat pelaksanaan eksekusi akan dipublikasikan dalam waktu dekat. Suasana Baghdad tenang.

Diterbitkan 30 Desember 2006, 12:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Baghdad: Mantan Presiden Irak Saddam Hussein dan saudara tirinya, Barzan al-Tikriti dieksekusi, Sabtu (30/12). Mantan hakim ketua Pengadilan Revolusioner Irak, Awad Bandar juga dihukum gantung pada waktu yang sama. Pemerintah Irak secara resmi telah mengumumkan kematian Saddam. Presiden Amerika Serikat George Walker Bush juga sudah memberi komentar dengan mengatakan, kematian Saddam merupakan bagian dari penegakan keadilan.

Saddam divonis mati karena terbukti bersalah dalam kasus pembantaian 148 warga Dujail, sekitar 24 tahun silam. Sehari kemarin, waktu pelaksanaan eksekusi hukuman gantung Saddam masih simpang siur. Sinyalemen kuat Saddam digantung hari ini datang dari Najib Naimi, pengacara Saddam. Menurut Najib, AS memerintahkan kepada para pengacara untuk mengambil semua benda-benda pribadi Saddam kemarin. Hal ini sebagai penanda Saddam akan segera dieksekusi [baca: Saddam Hussein Kemungkinan Dieksekusi Hari Ini].

Informasi lebih kuat dilansir CNN yang memberitakan sejumlah sumber pemerintah Irak telah mengonfirmasi Saddam telah dieksekusi, pagi ini. Namun hingga kini, tidak diketahui secara persis tempat dan waktu eksekusi Saddam dan dua terpidana lain. Pemerintah Irak berencana mempublikasikan foto dan rekaman pelaksanaan hukuman mati para terpidana dalam waktu dekat. Kekhawatiran terjadi kisruh setelah eksekusi di Baghdad tidak terbukti. Situasi di Ibu Kota Irak itu dilaporkan tenang. Ancaman dari pendukung Saddam akan melakukan balas dendam juga belum terlihat.

Eksekusi di tiang gantungan adalah akhir perjalanan hidup Saddam Hussein. Selama 24 tahun memegang tampuk pemerintahan dengan tangan besi, Saddam dicintai sekaligus dibenci. Saddam lahir di dekat Kota Tikrit, 28 April 1937. Kehidupan Saddam relatif normal. Namun di usia remaja, jiwa pemberontak Saddam bergolak. Saat pindah ke Baghdad, ia bergabung dengan Partai Ba`ath tahun 1957.

Saddam melarikan diri ke Mesir setelah terlibat upaya pembunuhan Perdana Menteri Irak Abdel Karim Kassem. Ia pulang ke Irak saat Partai Ba`ath melancarkan kudeta militer pada 1963 dan menduduki posisi penting di pemerintahan. Ambisi Saddam menduduki kursi kepemimpinan Irak pun tercapai saat Presiden Hassal al-Bakr mundur tahun 1979. Saddam yang ketika itu menjabat sebagai wakil presiden, resmi mengambil alih kursi Presiden Irak.

Selama 24 tahun berkuasa, Saddam kerap menyingkirkan lawan politik dengan cara kekerasan. Serangkaian pembunuhan telah diperintahkan, salah satunya pembantaian 148 warga Dujail yang dianggap terlibat upaya pembunuhan terhadap dirinya, tahun 1982 silam. Keinginan Saddam melebarkan wilayah kekuasaan juga diwujudkan dengan menyerang sejumlah negara seperti Iran dan Kuwait. Rezim Saddam jatuh saat pasukan koalisi menyerang Irak. Saddam tertangkap dan menjalani proses persidangan sampai dijatuhi hukuman mati.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)