Banyak TKI Ilegal Bersembunyi di Hutan

Adi, TKI ilegal asal Kabupatan Sambas, Kalimantan Barat, bersama 10 temannya terpaksa menempuh perjalanan darat menggunakan bus selama 19 jam. Mereka kabur dan memilih bersembunyi ke hutan karena tak punya uang.

Diterbitkan 04 November 2004, 09:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Sarawak: Masih banyak tenaga kerja Indonesia ilegal yang berada di Sarawak, Malaysia. Mereka bersembunyi di dalam hutan untuk menghindari razia personel polisi Diraja Malaysia. Padahal, pemerintah Negeri Jiran telah mengeluarkan kebijakan memberikan amnesti atau pengampunan kepada para TKI. Demikian informasi yang dihimpun SCTV di Pontianak, Kalimantan Barat, baru-baru ini.

Adi, misalnya. TKI ilegal asal Kabupatan Sambas, Kalbar, ini bersama 10 temannya terpaksa menempuh perjalanan darat menggunakan bus selama 19 jam. Itu dimulai dari tempatnya bekerja di perkebunan kelapa sawit di daerah Bintulu, Sarawak menuju Konsulat RI di Kuching, Malaysia. Mereka mengaku beruntung dapat melarikan diri dari pengawasan ketat para samseng (tukang pukul). Sebagian besar dari mereka, bahkan, tidak mampu mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) ke Konsulat RI akibat minimnya biaya menyusul gaji yang belum dibayar.

Adi menuturkan, dia bersama teman-temannya kabur secara diam-diam pada malam hari, saat para samseng lengah. Kemudian, berbekal sisa uang beberapa ringgit, mereka kabur lewat hutan dan mencari angkutan umum menuju Konsulat RI untuk mengurus SPLP. Sayang, jauhnya jarak tempuh plus ongkos yang menipis, pilihan bersembunyi ke dalam hutan pun diambil, meskipun pahit.

Adi mengaku menjadi korban penipuan majikannya karena selama setahun bekerja gajinya belum dibayarkan. Ia juga mengatakan, selama bekerja dirinya dan teman-temannya sering diperlakukan kasar.(AIS/Muhammad Bayu dan Amien Alkadrie)