Liputan6.com, Pekanbaru: Hotel Ibis di Pekanbaru, Riau, diancam akan diledakkan oleh seorang penelepon gelap, baru-baru ini. Tak urung, pengelola hotel segera mengevakuasi puluhan tamu ke tempat-tempat aman.
General Manager Hotel Ibis Michael Smith menyatakan, pihaknya tidak mengetahui motif ancaman peledakan tersebut. Ancaman bahwa hotel akan diledakkan diterima lewat telepon ke salah satu kamar tamu sekitar pukul 12.30 WIB. Polisi segera dihubungi.
Personel Tim Penjinak Bahan Peledak Brigade Mobil Kepolisian Daerah Riau langsung menyisir setiap ruangan hotel. Bahkan, Tim Gegana Polda Riau juga dikerahkan. Namun, polisi tidak menemukan keberadaan bom. Penyelidikan sementara Polda Riau menyebutkan, penelepon gelap menghubungi hotel melalui telepon selular dengan nomor kode area di luar wilayah Pekanbaru.
Terkait dengan ancaman peledakan ini, polisi meminta warga agar melaporkan setiap kasus ancaman bom. Pasalnya, beberapa pekan terakhir, ancaman bom di Pekanbaru terbilang marak. Misalnya ancaman bom yang menimpa Bank Niaga dan Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II [baca: Bandara Sultan Syarif II Diancam Bom]. Selain ancaman bom, setidaknya dalam satu bulan terakhir terjadi empat kali peledakan bom molotov di Pekanbaru.(OZI/Yusril Ardanis dan Pris Simon)
General Manager Hotel Ibis Michael Smith menyatakan, pihaknya tidak mengetahui motif ancaman peledakan tersebut. Ancaman bahwa hotel akan diledakkan diterima lewat telepon ke salah satu kamar tamu sekitar pukul 12.30 WIB. Polisi segera dihubungi.
Personel Tim Penjinak Bahan Peledak Brigade Mobil Kepolisian Daerah Riau langsung menyisir setiap ruangan hotel. Bahkan, Tim Gegana Polda Riau juga dikerahkan. Namun, polisi tidak menemukan keberadaan bom. Penyelidikan sementara Polda Riau menyebutkan, penelepon gelap menghubungi hotel melalui telepon selular dengan nomor kode area di luar wilayah Pekanbaru.
Terkait dengan ancaman peledakan ini, polisi meminta warga agar melaporkan setiap kasus ancaman bom. Pasalnya, beberapa pekan terakhir, ancaman bom di Pekanbaru terbilang marak. Misalnya ancaman bom yang menimpa Bank Niaga dan Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II [baca: Bandara Sultan Syarif II Diancam Bom]. Selain ancaman bom, setidaknya dalam satu bulan terakhir terjadi empat kali peledakan bom molotov di Pekanbaru.(OZI/Yusril Ardanis dan Pris Simon)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572964/original/041797700_1777876963-cek_fakta_-_cpns_kejaksaan_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/422317/original/050904aBomHotel.jpg)