Insiden Coldcard Guncang Kepercayaan Investor, Sentimen Bitcoin Merosot

Eksploitasi Coldcard membuat sentimen Bitcoin merosot ke titik terendah di media sosial sejak pemantauan Santiment dimulai.

Diterbitkan 02 Agustus 2026, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sentimen terhadap Bitcoin (BTC) merosot ke level terendah setelah insiden eksploitasi firmware pada dompet kripto Coldcard mengguncang kepercayaan investor. Data perusahaan analitik blockchain Santiment menunjukkan rasio komentar positif dibandingkan komentar negatif mengenai Bitcoin di media sosial turun ke titik terendah sejak perusahaan mulai melakukan pemantauan sentimen.

Menurut Santiment, dikutip dari CoinMarketCap, Minggu (2/8/2026), penurunan tersebut terjadi di berbagai platform media sosial, termasuk X, Reddit, Telegram, dan kanal diskusi lainnya.

Insiden Coldcard menjadi pemicu utama memburuknya sentimen pasar. Berbeda dengan kasus sebelumnya yang menimpa bursa kripto atau platform perdagangan, insiden kali ini menyasar dompet penyimpanan mandiri (self-custody), yang selama ini dianggap sebagai salah satu metode penyimpanan aset kripto paling aman.

Santiment menyebut peristiwa tersebut membuat banyak pelaku pasar mulai mempertanyakan tingkat keamanan dompet perangkat keras (hardware wallet) dalam menghadapi serangan siber yang semakin canggih.

Perusahaan riset tersebut juga menilai kondisi ini menjadi salah satu periode sentimen paling negatif yang pernah dialami Bitcoin dalam beberapa tahun terakhir.

 

Dominasi Rasa Takut

Santiment mencatat, untuk setiap satu komentar positif mengenai Bitcoin di media sosial, terdapat sekitar 1,72 komentar bernada negatif. Dengan kata lain, rasio komentar positif terhadap negatif hanya mencapai 0,58, menjadi salah satu level terendah sejak pemantauan modern perusahaan dimulai.

Menurut laporan tersebut, kondisi itu mencerminkan dominasi rasa takut dibandingkan optimisme di kalangan investor ritel dalam 24 jam terakhir.

Santiment juga membandingkan situasi ini dengan sejumlah peristiwa besar yang pernah mengguncang pasar kripto, seperti runtuhnya FTX, kejatuhan Mt. Gox, hingga gejolak pasar saat pandemi COVID-19 atau yang dikenal sebagai Black Thursday.

Namun, eksploitasi Coldcard dinilai memiliki dampak psikologis yang berbeda karena menyasar aspek yang selama ini dianggap sebagai benteng terakhir keamanan aset digital.

Pada 31 Juli lalu, Coldcard mengalami eksploitasi yang dilaporkan mengakibatkan hilangnya lebih dari US$ 40 juta dalam bentuk Bitcoin. Peristiwa tersebut disebut menjadi pemicu utama memburuknya sentimen pasar.

 

Kepercayaan Investor Berkurang

Santiment menilai dampak terbesar dari insiden tersebut bukan hanya kerugian finansial, melainkan berkurangnya kepercayaan investor terhadap sistem penyimpanan mandiri aset kripto.

Selama ini, dompet dingin (cold wallet) dianggap sebagai pilihan paling aman untuk menyimpan Bitcoin karena tidak terhubung secara langsung dengan internet. Namun, insiden Coldcard memunculkan perdebatan baru mengenai perkembangan metode serangan siber serta tingkat keamanan perangkat keras kripto.

Sementara itu, pada saat laporan diterbitkan, Bitcoin diperdagangkan di level US$ 63.061,11 atau turun 0,95% dalam 24 jam terakhir.

Volume perdagangan Bitcoin selama 24 jam tercatat sekitar US$ 23,38 miliar, sedangkan kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 1,26 triliun.

Meski melemah dalam perdagangan harian, kinerja Bitcoin masih mencatat kenaikan 1,20% dalam sepekan dan menguat 4,34% selama satu bulan terakhir.

Santiment menilai pemulihan sentimen investor ritel akan sangat bergantung pada pulihnya kepercayaan terhadap sistem self-custody atau penyimpanan mandiri aset kripto setelah insiden eksploitasi Coldcard tersebut.