Sukses

Bukan Bitcoin, Deretan Kripto Ini Berpotensi Menguat Sepanjang Pekan Ketiga Juni 2022

Liputan6.com, Jakarta - Pasar kripto selama sepekan ini masih tertekan terdampak tingkat inflasi di Amerika Serikat (AS) yang meningkat, menyentuh 8,6 persen. Sejak pengumuman itu, pasar kripto langsung anjlok. Penurunan pasar kripto diperparah dengan sentimen negatif dari industri sendiri.

Platform pinjaman kripto, Celsius menangguhkan penarikan investor yang disebabkan oleh kondisi pasar ekstrem. Namun pasar kripto sempat menguat setelah The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga 0,75 basis poin. Walaupun masih belum mencapai titik imbal hasil yang tinggi, beberapa aset kripto perlahan mulai bangkit.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono mengatakan, bangkit atau pullback market kripto ini bukan sebagai tanda akan terjadi bullish.

"Pullback atau koreksi sementara ini terjadi karena banyak trader yang mengambil posisi short sehingga transaksi sedikit terjadi. Mereka juga ingin mencegah harga kripto anjlok, karena sentimen The Fed nantinya. Jika itu terjadi, maka aksi jual besar-besaran diperkirakan tak terbendung," kata Afid dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (18/6/2022).

Di tengah kondisi pasar saat ini, Afid menjelaskan ada beberapa kripto yang berpotensi menguat. Adapun deretan kripto-nya sebagai berikut:

1. MyNeighborAlice (ALICE)

MyNeighborAlice (ALICE) adalah game berbasis blockchain dengan konsep pertanian dan pengembangan yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan token kripto dan NFT saat mereka bermain. Menariknya, token asli MyNeighborAlice (ALICE) sempat melonjak 60.000 persen dalam waktu 30 detik sejak terdaftar di Binance pada Maret 2021, dari USD 0,1 menjadi USD 60.

Afid, mengatakan ALICE kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. Sentimen positif datang dari perilisan full game yang kemungkinan akan diluncurkan pada 21 Juni 2022.

2. Cardano (ADA)

Di tengah banyak aset kripto berkapitalisasi besar yang lesu saat bear market, Cardano (ADA) kemungkinan besar akan bersinar. Afid melihat ADA memiliki potensi bullish pasca Cardano meluncurkan alpha sidechain Ethereum Virtual Machine (EVM) pada 12 Juni lalu dan menambahkan bahwa sidechain saat ini tersedia di testnet.

"Peluncuran jaringan ini memungkinkan pengembang untuk membangun Solidity-based applications di Cardano. DApps yang kompatibel dengan EVM, dan token yang kompatibel dengan ERC20 akan mendapatkan banyak manfaat dari Cardano," kata Afid.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

COTI-IOST

3. COTI (COTI)

COTI adalah salah satu protokol blockchain pertama di dunia yang dioptimalkan untuk pembayaran terdesentralisasi. COTI menyediakan fungsionalitas sekuat Paypal dan Alipay, sekaligus memungkinkan perusahaan yang menggunakan dapat membuat aturan unik mereka sendiri dan akhirnya memiliki sistem pembayaran mandiri untuk menghemat waktu, data, dan uang.

Afid menjelaskan COTI memiliki peluang untuk bergerak ke arah positif pada Minggu ini karena peluncuran fitur Impermanent Loss Protection. Momen ini akan digunakan para investor untuk meningkatkan kepemilikan aset COTI. Harga COTI bisa naik 24 persen dari USD 0,0846 ke USD 0,1061.

4. Hedera (HBAR)

Hedera Hashgraph adalah jaringan terdistribusi terdesentralisasi (decentralized distributed network) yang secara struktural memiliki diferensiasi dari blockchain Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), tetapi melakukan fungsi yang setara.

HBAR bertujuan untuk menyediakan platform yang stabil, efisien dan dapat dipercaya untuk aplikasi kelas perusahaan. Hedera didukung oleh governing council yang terdiri dari 39 organisasi dan perusahaan, seperti Google, Boeing, Deutsche Telekom, IBM, TATA Communications.

5. IOST (IOST)

IOST adalah platform aplikasi blockchain yang dapat diskalakan, aman, dan terdesentralisasi. Infrastruktur TPS tinggi, terukur, dan aman memberikan kemungkinan tak terbatas bagi pengembang untuk membuat, berinovasi, dan membangun ide-ide besar berikutnya.

Afid melihat IOST kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. Sentimen positif datang dari kemitraan yang dijalin oleh IOST dengan DeNet untuk mempromosikan pengembangan Web3. Harga IOST bisa naik 12 persen dari USD 0,1250 ke USD 0,1417.

3 dari 4 halaman

FBI Sebut Linkedln Digunakan untuk Penipuan Kripto

Sebelumnya, FBI dan LinkedIn (LNKD) saat ini tengah bekerja sama untuk memerangi para jaringan penipu yang menggunakan platform pencarian kerja untuk memikat investor ke dalam skema penipuan cryptocurrency.

Agen khusus FBI, Sean Ragan mengatakan pelaku jahat menimbulkan "ancaman signifikan" bagi LinkedIn dan konsumennya. Ragan sendiri bertanggung jawab atas kantor lapangan San Francisco dan Sacramento, California.

"Aktivitas penipuan jenis ini signifikan, dan ada banyak calon korban, dan ada banyak korban di masa lalu dan saat ini,” kata Ragan dikutip dari CoinDesk, Sabtu (18/6/2022). 

Ragan menjelaskan sedikit skenario yang dilakukan para penjahat. Seorang penipu akan berpura-pura sebagai profesional dengan profil palsu dan menghubungi pengguna LinkedIn, dimulai dengan obrolan ringan sebelum beralih ke tawaran untuk menghasilkan uang melalui investasi kripto. 

Akhirnya, penipu memanfaatkan kepercayaan yang diperoleh selama berbulan-bulan untuk mengarahkan pengguna menginvestasikan uang ke situs yang dikendalikan oleh pelaku, dan kemudian menguras akun.

Sekelompok korban mengatakan kepada CNBC kerugian mereka berkisar dari USD  200.000 atau sekitar Rp 2,9 miliar hingga USD 1,6 juta (Rp 23,7 miliar).

 

4 dari 4 halaman

Peningkatan Penipuan Investasi Khusus

FBI telah melihat peningkatan penipuan investasi khusus ini, kata Ragan, membenarkan juga mereka memiliki penyelidikan aktif tetapi tidak dapat berkomentar karena itu adalah kasus terbuka.

LinkedIn mengakui dalam sebuah pernyataan kepada CNBC, telah terjadi peningkatan penipuan baru-baru ini di platformnya. 

"Kami bekerja setiap hari untuk menjaga keamanan anggota kami, dan ini termasuk berinvestasi dalam pertahanan otomatis dan manual untuk mendeteksi dan menangani akun palsu, informasi palsu, dan dugaan penipuan," kata perusahaan itu.

Sementara itu, LinkedIn mengatakan tidak memberikan perkiraan tentang berapa banyak uang yang telah dicuri dari anggota melalui platformnya, ia mengatakan telah menghapus lebih dari 32 juta akun palsu dari platformnya pada 2021, menurut laporan tengah tahunan tentang penipuan, tambah laporan itu. 

Laporan tersebut mengungkapkan mayoritas pelaku telah dilacak oleh Organisasi Anti-Scam Global, sebuah kelompok advokasi dan pendukung korban.