Liputan6.com, Jakarta Tidak semua orang akan menyukai kita, dan kenyataan itu wajar dalam kehidupan sosial. Persoalannya, sebagian orang menyembunyikan rasa tidak suka di balik senyum ramah dan sikap sopan.
Cara mengetahui orang yang tidak menyukai kita sebenarnya bisa dibaca dari bahasa tubuh, nada bicara, sampai pola interaksinya. Sinyal-sinyal kecil ini kerap bocor tanpa disadari oleh pelakunya.
Menurut para ahli psikologi, sebagian besar rasa suka atau tidak suka justru terpancar lewat isyarat nonverbal seperti ekspresi wajah, nada suara, dan postur, bukan lewat kata-kata yang diucapkan. Karena itu, cara mengetahui orang yang tidak menyukai kita paling akurat dilakukan dengan mengamati pola yang berulang, bukan satu kejadian tunggal.
Advertisement
Cara Mengetahui Orang yang Tidak Menyukai Kita lewat Bahasa Tubuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3606997/original/052909900_1634629196-pexels-__________________-9899317.jpg)
Langkah awal untuk cara mengetahui orang yang tidak menyukai kita adalah membaca bahasa tubuhnya, sebab tubuh sering jujur meski mulut berkata manis. Perhatikan isyarat kecil yang muncul berulang setiap kali ia berinteraksi denganmu.
Merujuk laporan Unilad, seorang psikolog memaparkan lima sinyal bahasa tubuh yang bisa langsung terbaca bahkan sebelum sepatah kata terucap, dan firasat "ada yang tidak beres" itu sering kali bukan sekadar paranoia. Brittany McGeehan, psikolog berlisensi, dikutip dari Parade, menyatakan, "Bahasa tubuh adalah bentuk komunikasi nonverbal yang kuat dan mampu mengungkap perasaan, sikap, serta niat seseorang bahkan dari seberang ruangan."
-
Perhatikan kontak mata: Orang yang tidak nyaman denganmu cenderung menghindari tatapan atau justru menatap dengan tajam. Dalam percakapan yang sehat orang biasanya menjalin kontak mata sekitar 30-60 persen dari total waktu, sehingga tatapan yang terus melarikan diri ke ponsel atau ke orang lain layak dicermati sebagai satu arti bahasa tubuh yang menghindari kontak mata.
-
Kenali senyuman yang dipaksakan: Senyum basa-basi hanya menarik sudut bibir tanpa melibatkan mata. Mengacu pada ulasan Psychology Today, senyum tulus atau yang disebut Duchenne smile selalu melibatkan otot di sekitar mata sehingga sudutnya ikut mengerut, sementara senyum palsu berhenti di bibir dan mata tetap datar.
-
Amati arah tubuh dan kaki: Meski wajahnya menghadapmu, tubuh dan ujung kaki yang mengarah ke pintu keluar menandakan ia ingin segera pergi. Posisi menjauh atau bersandar menjauh dari kita ini disebut postur disengaged, yakni cara tubuh menjaga jarak dari sesuatu yang tidak diinginkan.
-
Cermati posisi tangan: Sebagaimana dilaporkan YourTango, tangan yang disembunyikan atau telapak yang dipalingkan bisa menandakan ketidakpercayaan dan rasa tidak nyaman terhadap kita. Tak jauh berbeda, kebiasaan menyilangkan tangan dan kaki menjadi penghalang fisik yang menunjukkan seseorang tidak membuka diri.
-
Rasakan ada tidaknya peniruan gerak: Saat merasa nyaman, orang biasanya tanpa sadar meniru postur dan gerak lawan bicaranya. Jika ia sama sekali tidak menyesuaikan diri dengan energi dan gaya bicaramu, artinya koneksi di antara kalian memang lemah.
-
Waspadai gestur gelisah dan kebiasaan mengecek waktu: Sering melirik jam, sibuk dengan ponsel, atau menggerak-gerakkan tangan dengan gelisah menandakan ia bosan dan ingin obrolan cepat berakhir. Kumpulan gestur inilah yang kerap membocorkan sifat asli seseorang di balik sikap sopannya.
Dr. Kelly, dikutip dari Parade, menuturkan, "Tangan yang bersedekap sama saja dengan sikap 'aku menutup diri', dan itu bisa menandakan sikap defensif, penghakiman, atau keengganan untuk terhubung."Â Semakin jeli kita mengurai gestur, semakin mudah pula memahami kepribadian seseorang lewat bahasa tubuhnya.
Advertisement
Cara Mengetahui Orang yang Tidak Menyukai Kita dari Pola Komunikasi dan Interaksinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1605675/original/048621100_1495786601-rawpixel-com-255080.jpg)
Selain gestur, cara mengetahui orang yang tidak menyukai kita juga tampak jelas dari bagaimana ia berbicara dan merespons kita. Kuncinya, bandingkan konsistensi sikapnya kepadamu dengan sikapnya kepada orang lain.
Julie Tenner, konselor hubungan, dikutip dari Momjunction, mengatakan, "Orang yang tidak tertarik akan tampak tidak konsisten atau pasif dalam berkomunikasi."
-
Jarang memulai percakapan: Ia mungkin menjawab bila disapa, tetapi hampir tidak pernah berinisiatif membuka obrolan. Kesediaannya bicara denganmu terasa sebatas kewajiban, bukan keinginan.
-
Jawaban singkat dan datar: Pertanyaan terbuka dibalas dengan "iya", "oke", atau "terserah" tanpa tambahan apa pun. Obrolan pun terasa seperti berjalan di lumpur karena ia enggan mengembangkan pembicaraan.
-
Nada bicara dingin atau sinis: Perhatikan nada suaranya yang datar, ketus, atau sarkastik saat berbicara denganmu, padahal terdengar hangat dan ceria ketika berbicara dengan orang lain. Perbedaan nada inilah yang sering membocorkan perasaan sebenarnya.
-
Pujian berbalut sindiran: Ia memuji sambil menyelipkan kelemahanmu, misalnya "lumayan pintar juga kamu, untuk orang yang tidak kuliah." Pujian model backhanded compliment seperti ini bertujuan menjatuhkan, bukan mengapresiasi.
-
Sering memotong atau meremehkan pendapat: Saat kamu berbicara, ia gemar menyela atau mengambil alih percakapan tanpa memberimu kesempatan. Pendapatmu kerap diabaikan atau dianggap tidak penting.
-
Mengucilkan dari obrolan dan rencana kelompok: Kamu "kebetulan" terlupa saat ia menyusun rencana, atau grup obrolan dibuat tanpa menyertakanmu. Sekali mungkin kekeliruan, tetapi bila berulang, polanya sulit dianggap kebetulan.
-
Memantau tanpa pernah mendukung: Ia rajin melihat status dan storimu, bahkan cepat menanggapi kabar pribadimu, tetapi tak pernah memberi dukungan terbuka di unggahan yang dilihat banyak orang. Perhatian semacam ini lebih menyerupai pengawasan ketimbang ketulusan.
-
Membicarakan di belakang: Ia manis di depanmu, tetapi memutarbalikkan ucapan dan menyebarkan gosip tentangmu saat kamu tak ada. Biasanya kamu baru menyadarinya dari cara teman-teman lain mendadak berubah sikap.
Perlu diingat, tidak semua orang sanggup menyatakan rasa tidak suka secara terang-terangan; sebagian memilih memendamnya, sehingga tanda seseorang membencimu diam-diam justru muncul lewat sikap kecil sehari-hari. Sebagai pembanding, ada pula indikator seseorang diam-diam menyukai kita yang polanya justru berkebalikan, sehingga menyandingkan keduanya membantu kita menilai lebih adil.
Meski begitu, jangan tergesa menyimpulkan. Seseorang yang tak membalas chat atau tidak menyukai unggahanmu belum tentu membenci; bisa jadi ia sekadar sibuk atau tidak melihatnya, sehingga penting untuk sesekali melihat situasi dari sudut pandang orang lain.
Cara Menyikapi Orang yang Tidak Menyukai Kita dengan Bijak
![5. Lebih Bijak Memilih Minuman [Dok/freepik.com]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/wrA5L70XQJ5Y-ilwNqXez7V9ZZo=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484851/original/082639800_1769487089-19873.jpg)
Setelah tanda-tanda terbaca, menyusun sikap yang tepat justru jauh lebih penting daripada sekadar cara mengetahui orang yang tidak menyukai kita. Tujuannya bukan membalas, melainkan melindungi ketenangan dan energi diri sendiri.
Dalam pendekatan Stoik dikenal konsep dikotomi kendali, yakni memusatkan perhatian pada hal yang bisa kita kendalikan, yaitu respons kita, dan melepaskan hal yang di luar kuasa kita, termasuk perasaan orang lain. Kerangka berpikir sederhana ini membuat kita tidak mudah goyah oleh sikap negatif siapa pun.
-
Tetap tenang dan tidak terpancing: Membalas kebencian dengan emosi hanya memperburuk keadaan dan memberi kepuasan kepada pihak yang mencari gara-gara. Menjaga diri untuk tetap tenang adalah bentuk kekuatan, bukan kelemahan.
-
Percaya intuisi dan amati pola: Bila seseorang konsisten membuatmu merasa lelah atau tidak nyaman, kamu tidak butuh bukti sempurna untuk mengambil jarak. Fokuslah pada pola yang berulang, bukan pada satu momen canggung yang bisa saja hanya kesalahpahaman.
-
Lakukan introspeksi diri: Coba ingat apakah ada ucapan atau perbuatanmu yang mungkin menyinggungnya. Kebiasaan mengoreksi diri sendiri dan rutin melakukan refleksi diri akan membantumu memilah mana yang perlu diperbaiki dan mana yang memang bukan salahmu.
-
Tetapkan batasan yang sehat: Kamu berhak menjaga jarak dari orang yang menguras energi tanpa memberi dampak positif. Membatasi seberapa dalam ia boleh masuk ke hidupmu adalah salah satu sikap elegan menghadapi orang yang tak menganggap penting keberadaanmu.
-
Ajak bicara baik-baik bila memungkinkan: Jika hubungan itu masih ingin dipertahankan, sampaikan dengan jujur dan tenang bahwa kamu merasa kurang nyaman dengan sikapnya. Percakapan terbuka kadang membongkar kesalahpahaman yang selama ini menumpuk.
-
Cari dukungan orang terpercaya: Berbagi cerita dengan teman atau keluarga yang suportif dapat meringankan beban sekaligus memberimu sudut pandang yang lebih objektif. Dukungan moral ini membuatmu lebih percaya diri saat menghadapi situasinya.
-
Lepaskan keinginan disukai semua orang: Tidak semua orang ditakdirkan cocok denganmu, dan itu bukan kegagalanmu. Mengarahkan energi ke orang-orang yang benar-benar menghargaimu jauh lebih menyehatkan daripada memaksakan diri untuk diterima, seperti tergambar dalam berbagai cara elegan menghadapi orang yang membencimu tanpa alasan.
Dari sisi spiritual, banyak orang memilih meneladani cara Rasulullah SAW menghadapi orang yang membenci, yaitu membalas keburukan dengan kebaikan dan doa. Bahkan menurut KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, adanya orang yang tidak suka justru bisa membuat hidup terasa lebih ringan. Menyempatkan diri untuk muhasabah atau introspeksi ala Islam pun membantu kita berdamai dengan keadaan tanpa larut dalam dendam.
Advertisement
Alasan Seseorang Bisa Tidak Menyukai Kita
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4884428/original/017018200_1720235079-shutterstock_2446276373.jpg)
Memahami akar persoalan membuat kita lebih tenang menyikapi ketidaksukaan orang lain. Sebab, sebagaimana pepatah, tidak ada asap tanpa api, meski kadang apinya justru berasal dari sisi mereka, bukan dari kita.
Menurut kajian psikologi, kebencian yang dipendam bisa berdampak nyata pada kesejahteraan mental korban, mulai dari rasa cemas hingga tidak nyaman berkepanjangan. Karena itu, mengenali pemicunya membantu kita menempatkan diri secara proporsional.
-
Rasa iri dan cemburu: Kesuksesan, popularitas, atau kebahagiaanmu bisa memicu iri pada orang yang merasa tertinggal. Ia lalu memendam rasa tidak suka meski kamu tidak berbuat salah apa pun.
-
Merasa tersaingi: Sebagian orang otomatis menganggapmu pesaing, bahkan ketika tidak ada kompetisi nyata di antara kalian. Setiap pencapaianmu ia baca sebagai ancaman terhadap posisinya.
-
Perbedaan pendapat atau nilai: Ketika pandanganmu berseberangan dengan keyakinannya, ia bisa menaruh antipati sebagai reaksi atas perbedaan itu. Hal ini kerap terjadi tanpa pernah dibicarakan secara terbuka.
-
Kesalahpahaman atau kabar yang keliru: Ia mungkin termakan gosip atau salah menafsirkan sikapmu. Inilah yang membuat banyak orang membenci tanpa sebab yang jelas, padahal akarnya sekadar salah paham.
-
Luka dari pengalaman masa lalu: Rasa sakit hati, dikhianati, atau dipermalukan pada masa lalu bisa membekas dan berubah menjadi kebencian yang sulit hilang. Pola ini bahkan sering muncul dalam hubungan dekat, seperti terlihat pada berbagai tanda dan alasan pasangan mulai membenci.
-
Kebiasaan berpikir negatif: Ada orang yang memang terbiasa berprasangka buruk dan menilai tindakan orang lain secara negatif. Rasa tidak suka pun tumbuh tanpa dasar yang masuk akal.
-
Sikap kita sendiri: Perilaku seperti tidak tahu berterima kasih, keras kepala, hobi mengeluh, suka memotong pembicaraan, atau bersikap berlebihan bisa mengundang antipati. Menariknya, hal serupa juga menjadi pemicu ketika seseorang mulai membenci pasangannya sendiri.
-
Terkadang bukan tentang kita: Orang yang pendiam, introver, atau sedang sibuk bisa terlihat menjauh padahal tidak membencimu. Situasi ini juga muncul saat seseorang memendam perasaan yang tidak terbalas, sehingga memilih menjaga jarak, seperti pada kisah orang yang berusaha berhenti mencintai seseorang yang tidak mencintainya balik.
Easton Gaines, psikolog klinis, dikutip dari Momjunction, menuturkan, "Kuncinya terletak pada pengamatan yang penuh kesadaran, yakni memperhatikan bukan hanya apa yang dikatakan seseorang, tetapi juga bagaimana dan kapan mereka memilih untuk terlibat."
Lucille Loveday Milne, psikoterapis, dikutip dari Momjunction, menambahkan, "Orang yang pemalu sering gugup mengungkapkan perasaannya, tetapi kamu tetap bisa mencari sinyal-sinyal halus, seperti bahasa tubuh dan cara mereka berbicara di dekatmu." Sikap pemalu memengaruhi cara seseorang berinteraksi, bukan berhenti berinteraksi sama sekali, sehingga jangan buru-buru menyamakan rasa canggung dengan rasa benci.
Pada akhirnya, membaca tanda dari bahasa tubuh, pola komunikasi, dan sikap sehari-hari hanyalah alat bantu agar kita tidak mudah tertipu oleh keramahan yang palsu. Yang jauh lebih menentukan adalah bagaimana kita meresponsnya dengan tenang, menetapkan batas yang sehat, dan tetap mengelilingi diri dengan orang-orang yang benar-benar menghargai kita.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Orang yang Tidak Menyukai Kita
Apa tanda paling jelas seseorang tidak menyukai kita?
Tanda yang paling sering muncul adalah upaya menjaga jarak, mulai dari menghindari kontak mata, senyum yang dipaksakan, jawaban singkat dan datar, hingga nada bicara yang berbeda dibanding saat ia berbicara dengan orang lain. Satu tanda saja belum cukup, tetapi bila muncul berulang dan membentuk pola, kemungkinan besar ia memang kurang nyaman denganmu.
Bagaimana membedakan orang yang pemalu dengan yang benar-benar tidak suka?
Orang pemalu atau introver biasanya tetap responsif dan hangat meski canggung, sedangkan orang yang tidak suka cenderung dingin secara konsisten, pasif, dan membuatmu merasa selalu mengejar. Amati sikapnya dalam beberapa kesempatan dan bandingkan dengan caranya memperlakukan orang lain agar tidak salah menilai.
Apakah kita perlu mengonfrontasi orang yang tidak menyukai kita?
Tidak selalu, karena konfrontasi hanya tepat bila hubungan itu penting dan kamu siap berbicara dengan kepala dingin. Jika sikapnya tidak merugikanmu secara serius, mengambil jarak, menetapkan batasan, dan mengalihkan energi ke hubungan yang positif justru sering menjadi pilihan yang lebih menyehatkan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8219345/original/056761200_1781079103-koperasi_desa-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306600/original/019959200_1784885023-PLN_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309020/original/020803400_1785215556-Penelusuran_cek_fakta__klaim_pendaftaran_e-toll_gratis_dari_Jasa_Marga_adalah_hoaks.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308884/original/022176700_1785207726-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-28T100127.665.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305207/original/055051900_1784787643-oKCc2fawt6m3RshUe1tbUClvtSGLZTlZdQEdLqOg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305200/original/020092300_1784787635-6q3MMXVMfSwDgalT1vStGzKBBBz2rUXO3UvZJB9e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305212/original/090597500_1784787648-0eYO9KqzCeHUT9Wyqgi9FKzKNjcA7fE2c7b9YQlM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290719/original/097006700_1783492831-pexels-novkov-visuals-34321279.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305206/original/046390400_1784787642-EQzVePONmEhxlp9gupCIHmovXp5k4bcAfsotPCgn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305527/original/028797300_1784796633-xS5xBt7kwmU8YpI2MER0FHnKbqj0Qp9oleru0isF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305211/original/083016000_1784787647-qclcWtnasMjXkifuT2kPGqCwYgrWlDhYq2scwbH4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579484/original/041619100_1778053242-Perilaku_Manipulatif_Demi_Keuntungan_Pribadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5751244/original/037596000_1778651848-asian-woman-dreaming-while-sleeping-bed-bedroom.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305213/original/001155100_1784787650-aglCjt6yM2K82ABDwZHLtwgKvhiCEtetefsYcn3x.jpg)