Sukses

Koruptor, Apakah Pantas Diberikan Dana Pensiun?

Citizen6, Jakarta: Selepasnya menjadi anggota DPR, maka seseorang akan mendapat dana pensiun dengan pertimbangan masa kerja dan gaji pokok. Namun, jika orang tersebut telah melakukan tindak pidana korupsi, rasanya tidak pantas diberikan dana pensiun.

Selain telah merugikan negara dan rakyat, pemberian dana pensiun kepada koruptor akan semakin membebani negara. Sekalipun orang tersebut telah mengundurkan diri dan tidak dipecat Badan Kehormatan (BK), seharusnya mereka tetap tidak selayaknya menerima dana pensiun. Hal ini akan memberikan kesan, secara kelembagaan DPR masih menghormati para koruptor.

DPR harus segera merevisi undang-undang yang mengatur dana pensiun bagi koruptor. Selain itu, negara juga wajib mencabut hak-hak istimewa para koruptor, seperti penerimaan gaji atau fasilitas negara lainnya. Karena semua hal tersebut masih belum menunjukan keseriusan negara dalam memberantas korupsi. Hingga saat ini, ada 7 anggota dewan yang terlibat kasus korupsi dan masih menerima dana pensiun. Mereka mendapat dana pensiun karena memilih mundur sebelum ada sanksi yang dijatuhkan oleh BK ataupun fraksinya.

Pemerintah harus mengambil sikap tegas terhadap para koruptor jika ingin memberantas tuntas kasus korupsi yang sudah membudaya di Indonesia. Jika tidak, kasus korupsi akan semakin mengakar, ditambah lagi tahun depan akan dilaksanakan Pemilu dan Pilpres dalam rangka memilih pemimpin rakyat. Perhatian dan aspirasi rakyat dalam hal ini akan terpengaruh oleh track record atau citra parpol dan tokoh prominen parpol yang akan maju dalam perpolitikan 2014. Jangan sampai masyarakat memilih golput dan apatis karena menilai tidak ada lagi calon pemimpin yang kompeten dan bersih dari korupsi. (Rika Prasatya/mar)

Rika Prasatya adalah pewarta warga.

Mulai 6 November-15 November ini, Citizen6 mengadakan program menulis bertopik "Jika Aku Punya Startup". Dapatkan 3 tiket masuk ke acara Startup Asia Jakarta 2013, yang masing-masing tiketnya bernilai Rp 3,3 jutaan ditambah merchandise eksklusif bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.