Sukses

Kumpulan Hoaks yang Mencatut Kepala Daerah dari Anies Baswedan hingga Isran Noor

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks yang beredar di dunia maya akan menyesatkan penerima informasi yang pempercayainya, di sisi lain hoaks bisa menyerang siapa saja tak terkecuali kepala daerah.

Sejumlah kepala daerah pun telah menjadi bahan hoaks, hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com ada beberapa hoaks yang mencatut nama beberapa kepala daerah.

Berikut hoaks yang mencatut sejumlah kepala daerah:

1. Foto Ini Anies Baswedan Raih Juara 1 Lomba Mewarnai 

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim foto Anies meraih juara 1 lomba mewarnai

Cek Fakta Liputan6.com mendapati foto yang mengklaim Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meraih juara 1 lomba mewarnai.

Klaim foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meraih juara 1 lomba mewarnai diunggah akun Facebook チャームシギ, pada 24 Januari 2021.

Foto yang diunggah menampilkan Anies sedang memegang piala di tangan kana bertuliskan "Juara 1" dan tangan kiri memegang foto bangunan dengan atap warna-warni.

Dalam foto tersebut juga terdapat dua orang anak yang memegang gambar sebuah rumah. Dengan latar belakang tulisan "LOMBA MEWARNAI".

Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"gabener level paud...."

Benarkah klaim foto Anies meraih juara 1 lomba mewarnai? Simak penelusuran di sini.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim foto Anies meraih juara 1 lomba mewarnai tidak benar.

Foto tersebut telah direkayasa, dalam foto sebenarnya Anies memegang penghargaan Top Digital Implementation 2020 on Province Government Level Stars 5, Top Digital Transformation Readiness 2020 dan Top Leader on Digital Implementation 2020.

 

2. Liputan6.com Beritakan Anies Baswedan Tolak Utang Luar Negeri Jika Pimpin RI

Pada 1 Februari 2021, pemilik akun Facebook Owi Gans mengunggah tangkapan layar berupa artikel di situs Liputan6.com. Artikel yang diklaim dari Liputan6.com itu mencatut nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dalam tangkapan layar yang diunggah Owi Gans, judul di situs Liputan6.com soal Anies Baswedan, yakni "Anies Pastikan Tolak Utang Luar Negeri Jika Pimpin RI". Artikel itu disebut dipublikasikan pada 3 Juni 2014 pukul 11.10 WIB.

Namun anehnya, foto yang ditulis itu tidak menggambarkan Anies Baswedan, melainkan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Foto di artikel itu juga memiliki slogan: 'Indonesia Hebat'.

Lalu, benarkah Liputan6.com pernah memberitakan soal Anies Baswedan seperti tangkapan layar yang diunggah Owi Gans? Simak penelusurannya di halaman berikut.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim Owi Gans tentang pemberitaan Liputan6.com soal "Anies Pastikan Tolak Utang Luar Negeri Jika Pimpin RI" tidak benar. Tangkapan layar itu sudah dimanipulasi.

3. Akun Whatsapp Mengatasnamakan Wali Kota Bogor Bima Arya

Beredar di aplikasi percakapan Whatsapp akun yang mencatut nama Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Akun tersebut membagikan pesan berantai sejak pekan lalu.

Akun palsu itu memakai foto Bima Arya berseragam dinas. Dalam pesan berantai, akun tersebut menghubungi pengurus sekolah kesatuan Bogor.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun langsung memberikan penjelasan terkait hal ini. Mereka mengklarifikasi adanya akun palsu tersebut dalam postingan di Twitter pada 29 Januari 2021.

"Waspada, sehubungan dengan maraknya penipuan melalui Whatsapp (WA) dan media sosial yg mengatasnamakan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada siapa pun agar berhati-hati terhadap modus penipuan tersebut," demikian bunyi posting-an Twitter Pemkot Bogor, @PemKotaBogor yang sudah bercentang biru atau terverifikasi.

Mereka juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan akun atau pesan berantai serupa.

"Apabila Anda menerima informasi mencurigakan yg mengatasnamakan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melalui WA & media sosial, diharapkan untuk mengabaikannya & segera melaporkan melalui Aplikasi SiBadra. Demikian imbauan ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian bersama."

4. Gubernur Kaltim Isran Noor akan Rudal Kantor yang Tetap Buka

Kabar tentang Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor akan menembakan rudal ke kantor yang tetap buka beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan akun Facebook Rendy Saputra pada 5 Februari 2021.

Akun Facebook Rendy Saputra mengunggah gambar Isran Noor yang tengah diwawancara Tv One. Dalam gambar tersebut terdapat narasi sebagai berikut:

"KANTOR YANG BUKA AKAN KAMI RUDAL"

"Awas di rudal pak isran buang ikam 🤣🤣🤣🤣🤣..... Samarinda punya cerita," tulis akun Facebook Rendy Saputra.

Benarkah Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor akan menembakan rudal ke kantor yang tetap buka? Simak penelusurannya di sini.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, Kabar Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor akan menembakan rudal ke kantor yang tetap buka ternyata tidak benar.

Faktanya, Isran Noor tidak pernah memberikan pernyataan tersebut. Gambar Isran Noor yang diunggah akun Facebook Rendy Saputra diduga telah disunting.

5. Surat Permintaan Dana Mencatut Nama Pemkot Tangerang

Beredar di masyarakat surat yang mencatut nama Pemkot Tangerang. Surat itu meminta masyarakat dan perusahaan untuk pemasangan spanduk dan pemesanan masker dalam rangka Hari Jadi Kota Tangerang 28 Februari 2021.

Dalam akun Instagram humas Pemkot Tangerang @humas_kota_tangerang yang sudah bercentang biru atau terverifikasi dan diunggah 11 Februari 2021 menjelaskan terkait hal tersebut.

Pemkot Tangerang membantah adanya surat permintaan dana tersebut. Mereka juga tidak pernah membentuk panitia untuk merayakan hari jadi Pemkot Tangerang.

"Telah beredar surat yang mengatasnamakan Tim Publikasi HUT ke-28 di kalangan masyarakat. Dapat kami sampaikan bahwa surat tersebut tidak benar," bunyi pernyataan Pemkot Tangerang di Instagram.

"Pemerintah Kota Tangerang tidak pernah membentuk Tim Publikasi HUT ke-28 dan tidak pernah mengeluarkan surat yang berisikan ajakan kepada stakeholder untuk berpartisipasi dalam memeriahkan HUT Kota Tangerang dalam bentuk pemasangan spanduk dan pembagian masker dengan sistem pemesanan berbayar."

Mereka pun menghimbau masyarakat untuk mewaspadai peredaran surat tersebut. "Selalu cek surat yang didapat, jangan sampai kita tertipu oleh pihak yang tidak bertanggungjawab."