Menyambung Nyawa dari Piala Presiden 2026

Piala Presiden 2026 menjanjikan hadiah besar, hampir mencapai bonus bagi juara satu musim kompetisi.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 00:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Kami berharap Piala Presiden bukan hanya menghadirkan hiburan bagi rakyat, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang jelas bagi masyarakat di kota-kota tempat turnamen berlangsung."

"Harapannya, UMKM yang sudah berkembang maupun yang baru merintis bisa sama-sama mendapatkan manfaat dari penyelenggaraan Piala Presiden," tutur Tsamara.

Jumlah tersebut sebenarnya bisa bertambah menyusul terciptanya dua partai klasik di semifinal: Persib Bandung vs Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya vs Arema FC.

Sayang, sisi lain dari rivalitas suporter memaksa panitia menutup pintu Stadion Kapten I Wayan Dipta, venue semifinal dan final Piala Presiden 2026. “Keamanan adalah pertimbangan nomor satu karena keselamatan dan keamanan itu penting sekali,” kata Maruarar Sirait.

Dua pertandingan tersebut pun berjalan lancar. Persib Bandung meredam kebangkitan Persija Jakarta lewat kemenangan 2-1. Sedangkan Persebaya Surabaya membekuk Arema FC 1-0.

Persib dan Persebaya selanjutnya bersua pada perebutan gelar juara di I Wayan Dipta pada Kamis (6/8/2026). Meski laga ini juga masuk kategori rawan, panitia berharap suporter bisa hadir langsung ke stadion untuk mendukung tim masing-masing.

Biaya Besar Operasional Klub Sepak Bola

Tidak banyak klub yang mau terbuka membicarakan biaya operasional dalam satu musim kompetisi. Owen Rahadian, Presiden Direktur PT Nusantara Cenderawasih Karsa (NCK) selaku operator Persipura Jayapura, sedikit memberi gambaran pada wawancara dengan salah satu media swasta nasional. Dia menyebut anggaran bisa mencapai Rp 8-20 miliar, tergantung ambisi klub tersebut.

Mereka yang mendapat kehormatan ambil bagian di Piala Presiden bisa menutup sebagian pengeluaran tersebut jika meraih prestasi pada ajang pramusim tersebut. Mereka bahkan dapat mengubah target menjadi lebih tinggi di musim reguler karena adanya tambahan pendapatan. Jika tidak, klub setidaknya bisa makin fleksibel dalam beroperasi karena kondisi finansial terjamin.

Arema FC sudah menjuarai empat edisi Piala Presiden. Mereka kemudian menggunakan hadiah yang diterima untuk mengarungi kompetisi reguler.

Persija Jakarta melakukan langkah spektakuler. Hadiah yang dikantongi usai menjuarai Piala Presiden 2018 digunakan sebagai bekal menuju takhta Indonesia tahun yang sama. 

Begitu pula Port FC, klub tetangga yang diundang dan kemudian menguasai turnamen edisi 2025. Mereka kemudian memakai hadiah Piala Presiden demi memperbaiki kondisi skuad sehingga bisa menjadi runner-up Thailand 2025/2026, naik dari peringkat lima musim sebelumnya.

Potensi pemasukan besar inilah yang mendorong peserta Piala Presiden agar serius dalam melakoni pertandingan. “Tidak ada pertandingan persahabatan ketika Anda bermain demi gengsi dan ketika Anda bermain demi uang,” tandas pelatih Persib Bandung Igor Tolic.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan