Spanyol vs Tanjung Verde: Aura Lamine Yamal Tak Bisa Selamatkan Spanyol

Laros dan Deroy Duarte mengungkap rahasia Tanjung Verde menahan imbang Spanyol di Piala Dunia 2026. Mereka juga berbagi momen emosional bersama keluarga.Tanjun

Diterbitkan 16 Juni 2026, 14:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Di lapangan Anda tidak terlalu menyadarinya. Ketika peluit akhir berbunyi, semuanya berubah menjadi pesta," sambung Laros.

Melihat Orang Tua Menangis karena Bangga

Hasil imbang melawan Spanyol memberikan dampak emosional yang besar bagi keluarga Duarte. Orang tua mereka yang hadir di stadion tidak mampu menahan haru setelah pertandingan berakhir.

Bagi kedua pemain tersebut, momen itu menjadi bukti bahwa kerja keras mereka selama ini terbayar lunas. Mereka juga menyebut hasil tersebut sebagai sesuatu yang selama ini hanya ada dalam mimpi.

"Kami melihat orang tua kami menangis," ungkapnya.

"Perasaan itu sulit dijelaskan. Ini adalah sesuatu yang selalu Anda impikan," tuturnya.

Sadar Kualitas Spanyol tetapi Percaya Diri

Meski berhasil menahan Spanyol, kedua bersaudara itu tetap mengakui kualitas para pemain lawan. Mereka merasakan langsung kemampuan pemain kelas dunia seperti Rodri dan Pedri sepanjang pertandingan.

Namun, keyakinan mereka tumbuh seiring berjalannya laga. Setelah mampu mengimbangi Spanyol pada awal pertandingan, Cape Verde semakin percaya bahwa hasil positif bisa diraih.

"Ketika seseorang berbalik badan atau mengirim umpan yang indah, Anda akan berpikir bahwa itulah kualitas kelas dunia," ujar Laros.

"Saya melihat jam pertandingan dan menyadari kami sudah bermain selama 20 menit dengan baik. Sejak saat itu saya tahu ada sesuatu yang benar-benar bisa kami dapatkan dari pertandingan ini," tutupnya.

Sumber: Goal International

Persaingan Sengit di Piala Dunia 2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan