Layakkah Timnas U-19 Menuju SEA Games 2013 di Myanmar?

Dengan permainan indah dan skill individu para pemainnya, timnas U-19 layak diberikan kesempatan itu agar mereka terus berkembang.

Diterbitkan 13 Oktober 2013, 07:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dalam empat pertandingan di ajang ISG, timnas U-23 nyaris bermain tanpa skema dan hanya bermain dengan bola panjang. Tak ada pengatur serangan di lini tengah dan seorang finisher yang jempolan di lini depan.

Selain itu, lini belakang sering membuat kesalahan yang membuat penjaga gawang sekaligus kapten timnas, Kurnia Meiga jatuh bangun mementahkan peluang dari lawan.

Boleh dibilang, apa jadinya jika tak ada Meiga di bawah mistar Indonesia? Mungkin akan menjadi bulan-bulanan dari Maroko, Turki, dan Palestina. Salah satu kegemilangan pemain asal Arema itu saat di semifinal berhasil mementahkan penalti dari pemain Turki di babak kedua.

Pola timnas dari dua laga ujicoba kontra Brunei dan Singapura ditambah empat laga ISG 2013 biasa saja tak ada yang istimewa karena hanya mengandalkan kualitas individu masing-masing.

Bandingkan dengan torehan yang dilakukan timnas Indonesia U-19. Anak asuh Indra Sjafri ini sebenarnya tak pernah diberikan target juara saat Piala AFF U-19 2013 di Sidoarjo. Tapi mereka membuat kejutan di laga awal, timnas menghajar Brunei di laga pertama dengan skor 5-0.

Mulai dari sanalah, timnas Garuda Jaya menarik perhatian publik Indonesia. Mereka berturut-turut meraih hasil positif, walau sempat kalah dari Vietnam di penyisihan Grup tapi mereka bisa membalaskan dendamnya di final.

Setelah juara di Sidioarjo, timnas lantas membuat sensasi yang lain lagi. Kali ini dalam kualifikasi Piala Asia U-19 2014, timnas U-19 berhasil meraih tiga kemenangan sempurna atas lawannya.

Pertama menang atas Laos 4-0, dilanjutkan dengan Filipina 2-0, serta kemenangan sensasional atas juara bertahan Korea Selatan dengan skor 3-2.

Kunci keberhasilan timnas bagaimana permainan dari kaki ke kaki dengan mengandalkan pasing pendek ala klub Eropa. Bahkan, dari tujuh pertandingan selama Piala AFF 2013, operan yang dilakukan tercatat sebanyak 3.453 kali, dan 2.775 di antaranya menemui target. Hal itu diutarakan Rudy Eka Priyambada serta Syafic dari tim High Performance Unit.

HPU merupakan salah satu tim sport science yang disiapkan BTN. HPU bertugas membantu tim pelatih menyediakan data-data statistik penampilan Evan Dimas cs dan juga tim lawan.

"Dengan angka itu, bisa dibilang juga bahwa sudah mendekati capaian tim-tim Eropa, yang rata-rata melakukan operan sebanyak 700 kali setiap pertandingan," ujar Rudi.

Dalam penguasaan bola, Indonesia juga berhasil meraih 84% berbanding 16% dalam laga kontra Filipina salah satu contohnya. Permainan menawan timnas salah satunya bermula dari Evan Dimas sebagai jendral di lini tengah juga.

Di sektor penjaga gawang berdiri Ravi Murdianto yang menjadi penentu gelar timnas U-19 di final AFF 2013 di Sidoarjo. Sebagai bek tengah ada Hansamu Yama Pranata yang tampil cukup apik mengawal lini pertahanan timnas Indonesia.

Di tengah, ada trio Evan Dimas, Muhammad Hargianto dan Zulfiandi. Sementara di sektor lini serang, ada tiga bomber haus gol mereka adalah Ilham Udin, Maldini dan Muchlis Hadi Ning. Para pemain itu suskes mencuri perhatian dengan permainan apik mereka di ajang Piala AFF U-19 dan Kualifikasi Piala Asia 2014 tanpa mengecilkan peran dari pemain lainnya.

Pertanyaan sekarang muncul, apakah timnas U-19 layak diberikan kesempatan untuk menuju Sea Games 2013 di Myanmar? Hal itu dilakukan agar jiwa kompetisi mereka tak luntur karena tak ada even setelah ini. Dengan permainan indah dan skill individu para pemainnya, timnas U-19 layak diberikan kesempatan itu agar mereka terus berkembang dan menjadi bekal timnas senior di masa yang aka datang.

Tapi Indra Sjafri meminta pemainnya dibiarkan berkembang terlebih dahulu. "Biarkan buah matang di pohonnya," jawab Indra singkat terkait kemungkinan "lompat umur" main di Sea Games. (Jef)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
jeffrey, Ary Tim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan