Momen Unik Piala Dunia: Tandukan Zinedine Zidane di Final 2006

Kenang kembali insiden tandukan kontroversial Zinedine Zidane di final Piala Dunia 2006 yang menjadi sorotan.

Diterbitkan 02 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Perjalanan Kembali Zidane dan Performa Gemilang Menuju Piala Dunia 2026

Sebelum Piala Dunia 2006, Zidane sempat mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional setelah Euro 2004, menyebutnya sebagai “akhir dari sebuah siklus”. Ia merilis pernyataan di situs webnya pada 12 Agustus 2004, menjelaskan keputusannya untuk mengakhiri karier internasionalnya.

Namun, hampir setahun kemudian, Zidane membuat kejutan dengan mengumumkan kembalinya ke tim nasional Prancis melalui situs web yang sama, menyatakan bahwa ia “untuk pertama kalinya dalam hidupnya memutuskan untuk menarik kembali kata-katanya”.

Zidane menjelaskan keputusannya untuk kembali setelah “suara” yang ia dengar pada suatu malam, yang ia sebut sebagai “wahyu”. Kembalinya Zidane, bersama Claude Makélélé dan Lilian Thuram, terbukti krusial bagi Prancis. Kehadiran mereka membantu Prancis lolos ke Piala Dunia 2006 setelah sebelumnya kesulitan dalam kualifikasi, menunjukkan dampak besar dari kehadiran para pemain berpengalaman ini.

Di Piala Dunia 2006, Zidane menunjukkan performa yang luar biasa, terutama di babak gugur. Meskipun Prancis dan Zidane tampil kurang meyakinkan di babak penyisihan grup dengan hasil imbang melawan Swiss dan Korea Selatan, serta Zidane diskors karena akumulasi kartu kuning, ia bangkit di fase krusial. Melawan Spanyol di babak 16 besar, ia mencetak gol penentu kemenangan dan memberikan assist penting.

Di perempat final melawan Brasil, Zidane memberikan assist untuk gol Thierry Henry yang menjadi satu-satunya gol. Puncaknya, di semifinal melawan Portugal, Zidane mencetak gol penalti yang membawa Prancis ke final. Bahkan di final, ia memberikan keunggulan awal bagi Prancis dengan mencetak gol penalti Panenka yang berani.

Dukungan Publik Prancis Pasca-Insiden

Meskipun insiden tandukan tersebut menjadi sorotan negatif, publik Prancis menunjukkan dukungan yang luar biasa terhadap Zidane. Tidak ada caci maki atau pembakaran patung, melainkan ribuan penggemar memenuhi Place de la Concorde, meneriakkan “Zizou! Zizou!” sebagai bentuk penghormatan.

Presiden Prancis saat itu, Jacques Chirac, bahkan memimpin penghormatan, menyatakan bahwa seluruh negara sangat bangga pada Zidane dan ia telah menghormati negara dengan kualitas luar biasa serta semangat juangnya.

Jajak pendapat yang dilakukan segera setelah insiden menunjukkan bahwa 61 persen warga Prancis telah memaafkan tindakannya, dan 52 persen memahami alasannya. Meskipun beberapa media seperti Le Figaro menyebut tandukannya “menjijikkan” dan L'Equipe mempertanyakan bagaimana hal itu bisa terjadi pada seorang pria seperti Zidane, banyak yang mengakui kontribusinya yang luar biasa.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan