3 Alasan Inter Milan Disingkirkan Bodo/Glimt dari Liga Champions: Masalah Pelik Nerazzurri

Langkah Inter Milan di Liga Champions resmi terhenti. Bermain di hadapan publik sendiri, Nerazzurri justru kembali tumbang 1-2 dari Bodo/Glimt pada leg kedua pl

Diterbitkan 25 Februari 2026, 23:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun dari angka sebanyak itu, hanya enam yang tepat sasaran.

Sebaliknya, Bodo/Glimt jauh lebih efektif: tujuh percobaan dengan lima mengarah ke gawang, dua di antaranya berbuah gol lewat Jens Petter Hauge dan Hakon Evjen.

Masalah utamanya? Inter kesulitan membongkar pertahanan rapat dengan 11 pemain bertahan di area sendiri. Skema low block Bodo membuat pergerakan dan umpan-umpan Inter mudah dipatahkan.

Tempo serangan yang kurang cepat serta minimnya kreativitas di sepertiga akhir lapangan membuat dominasi bola tak berujung produktivitas.

3. Tempo Tinggi yang Tak Terkejar

Perbedaan ritme permainan juga menjadi faktor pembeda.

Legenda sepak bola Italia, Fabio Capello, sebelumnya pernah mengkritik lambatnya tempo klub-klub Serie A saat menghadapi lawan Eropa yang bermain cepat dan agresif. Kritik itu terasa relevan dalam duel ini.

Bodo/Glimt tampil kompak saat bertahan, namun sangat cepat ketika melakukan transisi. Nama-nama seperti Patrick Berg, Hauge, dan Ole Didrik Blomberg berkali-kali merepotkan lini belakang Inter dengan kecepatan dan agresivitas mereka.

Inter tampak kesulitan menandingi intensitas tersebut. Saat permainan meningkat cepat, kesalahan demi kesalahan mulai muncul.

Masalah ini tak hanya milik Inter, melainkan cerminan tantangan yang dihadapi sepak bola Italia secara umum ketika berhadapan dengan tim-tim yang mengusung pressing dan transisi cepat.

Sumber: Football Italia

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan