Tottenham vs Chelsea: Derby London yang Selalu Punya Daya Tarik Tersendiri

Pertemuan dua tim besar ini bukan sekadar adu gengsi, melainkan juga momentum untuk memperbaiki posisi di klasemen setelah hasil yang bertolak belakang di ajang domestik.

Diterbitkan 31 Oktober 2025, 11:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Derby London selalu punya daya tarik tersendiri. Akhir pekan ini, Tottenham Hotspur akan menjamu Chelsea pada pekan ke-10 Premier League. Pertemuan dua tim besar ini bukan sekadar adu gengsi, melainkan juga momentum untuk memperbaiki posisi di klasemen setelah hasil yang bertolak belakang di ajang domestik.

Tottenham menatap laga ini dengan rasa kecewa. Anak asuh Thomas Frank baru saja tersingkir dari Carabao Cup setelah kalah 0-3 dari Newcastle United di St James' Park. Dua sundulan Fabian Schar dan satu gol Nick Woltemade menjadi penanda betapa rapuhnya pertahanan Spurs dalam duel udara.

Kekalahan itu menjadi tamparan keras bagi Tottenham, yang sebelumnya sempat tampil meyakinkan di Premier League. Dalam kemenangan atas Everton, Micky van de Ven mencetak dua gol dan Pape Sarr ikut menambah satu untuk membawa The Lilywhites mencatat kemenangan kelima di liga musim ini.

Spurs Mencari Konsistensi di Kandang

Meski performa di liga cukup stabil, catatan kandang Tottenham justru menjadi tanda tanya. Dari tiga laga terakhir di Tottenham Hotspur Stadium, mereka hanya mampu meraih satu poin. Satu-satunya tim yang mereka kalahkan di kandang musim ini hanyalah Burnley. Situasi ini membuat Frank harus mencari cara agar timnya bisa tampil lebih agresif di depan publik sendiri.

Dalam sembilan laga pertama Premier League, Spurs duduk di posisi ketiga klasemen dengan selisih lima poin dari pemuncak sementara, Arsenal. Hanya Arsenal dan Bournemouth yang mencatat hasil lebih baik sejauh ini. Namun, jika ingin terus menjaga posisi di papan atas, Tottenham harus memanfaatkan laga kandang seperti ini.

Thomas Frank diyakini akan tetap mengandalkan kreativitas dan kecepatan pasukannya untuk mendobrak pertahanan Chelsea. Namun, stabilitas di lini belakang menjadi pekerjaan rumah besar, terutama setelah mereka mudah ditembus bola-bola mati lawan di pertandingan sebelumnya.

Chelsea Bawa Modal Kemenangan dan Kepercayaan Diri

Di sisi lain, Chelsea datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menang 4-3 atas Wolverhampton di Carabao Cup. Meski bermain dengan 10 orang setelah Liam Delap diganjar kartu merah, The Blues tetap mampu tampil efektif. Kemenangan itu terasa istimewa karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Premier League, satu tim memiliki empat pencetak gol berusia 21 tahun atau lebih muda dalam satu pertandingan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tren positif juga terlihat dari performa tandang Chelsea. Mereka mencatat tiga kemenangan beruntun di laga away di semua kompetisi, sebuah perkembangan yang patut diapresiasi mengingat skuad muda mereka masih dalam tahap adaptasi bersama pelatih Enzo Maresca. Namun, inkonsistensi tetap menghantui. Kekalahan 1-2 dari Sunderland di Stamford Bridge membuat Chelsea kini menempati posisi kesembilan klasemen Premier League. Itu menjadi kekalahan ketiga mereka dalam lima laga terakhir di liga. Jika kalah lagi di London Utara, The Blues akan mencatat empat kekalahan dari sepuluh laga pembuka musim — sesuatu yang hanya pernah terjadi dua kali sebelumnya dalam sejarah klub.

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan