Manajer Timnas Indonesia Ungkap Kronologi Kartu Merah hingga Kejanggalan Wasit saat Lawan Irak di Kualifikasi Piala Dunia

Manajer Timnas Indonesia Sumardji menceritakan kronologi dikenai kartu merah saat laga melawan Irak di putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Diterbitkan 13 Oktober 2025, 17:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Saya selalu menunggu di belakang. Nah ketika terakhir, begitu peluit selesai, wasit berada di tengah-tengah mau masuk ke locker room, Shayne Pattynama itu mendekati wasit, protes marah. Akhirnya wasit mengejar Shayne, mau kasih kartu merah, langsung tangannya saya dorong supaya tidak jadi, saya protes supaya kartu merahnya jangan ke Shayne, biar ke saya saja," kisahnya.

"Akhirnya faktanya setelah saya baca yang dikartu merah saya sama Thom (Haye), Shayne tidak. Jadi bukan tiga yang dikartu merah, yang dikartu merah dua. Saya tanda tangan, itu hasil matchcomm, satu yang kartu merah saya, yang kedua Thom."

"Kalau (kartu merah) Thom gara-gara protes pada saat mau menuju jalan menuju ke ruang ganti," tandasnya.

Jadi Sorotan Media Asing

Buntut dinamika yang terjadi saat laga melawan Irak, media asing, salah satunya VoetbalPrimeur dari Belanda ikut menyoroti kepemimpinan wasit Ma Ning.

Mereka menilai skuad Garuda layaknya 'dirampok' oleh pengadil saat pertandingan Minggu (12/10/2025) lalu.

"Menjelang akhir pertandingan, momen aneh terjadi ketika Indonesia seolah dirampok penalti," tulis VoetbalPrimeur, sebagaimana dikutip pada Minggu pagi.

Terlepas dari situasi itu, Sumardji menyatakan PSSI ogah protes. Baginya usaha itu akan percuma sebab perjuangan skuad Garuda di putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 sudah usai.

"Percuma sekarang. Sudah bicara sama tim pelatih, saya pikir sudah lahm percuma juga, semua sudah selesai. Pahitnya kita telan dan itu bentuk protes kami bahwa jangan merendahkan kami, begitu saja," pungkasnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan