Robin van Persie, Barcelona, dan Sebuah Mimpi yang Tak Pernah Kesampaian

Di balik semua prestasinya, Van Persie menyimpan satu penyesalan kecil yang terus terngiang dalam benaknya.

Diperbarui 30 Juli 2025, 12:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Robin van Persie dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik Eropa di abad ke-21. Bersama Arsenal dan Manchester United, ia menorehkan 144 gol dalam 280 pertandingan Premier League—rekor yang membuktikan kualitas dan insting golnya.

Namun, di balik prestasi itu, Van Persie menyimpan satu penyesalan kecil yang terus terngiang dalam benaknya. Ia pernah bermimpi membela Barcelona, klub yang sejak dulu ia kagumi, tetapi sayangnya kesempatan itu tak pernah datang.

Dalam sebuah wawancara, Van Persie akhirnya mengungkap cerita tentang mimpinya yang tak kesampaian itu. Sebuah kisah yang menyentuh sisi emosional dari perjalanan karier seorang legenda.

Barcelona dalam Angan, Bukan Kenyataan

Van Persie mengakui bahwa bermain untuk Barcelona adalah mimpi masa kecil yang selalu ia harapkan terwujud. “Saya selalu ingin bermain untuk Barcelona, dan saya selalu berharap itu bisa jadi kenyataan, karena itu benar-benar impian saya,” ucapnya, dikutip oleh jurnalis Ayim Derrick.

Momen harapan itu hampi menjadi kenyataan ketika Barcelona sempat menunjukkan minat kepada dirinya. Hanya saja, ketertarikan itu datang di waktu yang kurang tepat bagi Van Persie.

Ketika Harapan Tinggal Harapan

Setelah meninggalkan Manchester United, Van Persie bergabung dengan Fenerbahce pada musim panas 2015. Enam bulan setelah pindah ke Turki, ia mendengar kabar bahwa Barcelona menunjukkan ketertarikan padanya.

“Saya ingat Barcelona sempat menunjukkan ketertarikan enam bulan setelah saya pindah ke Fenerbahce dan saya berharap kesepakatan itu terjadi,” kata Van Persie. Sayangnya, harapan itu pupus sebelum sempat berkembang.

Kabar Buruk dari Sang Agen

Van Persie mengungkap bahwa ia sempat menantikan telepon konfirmasi dari sang agen mengenai transfer impiannya. Namun, kabar yang datang justru mengecewakan.

“Akan luar biasa jika kepindahan itu terjadi, tapi agen saya menelepon dan berkata, ‘Itu tidak akan terjadi’,” ujarnya dengan nada getir. Pada akhirnya, Van Persie tetap di Fenerbahce hingga 2018.

Penutup Karier dan Awal Baru

Setelah tiga musim di Fenerbahce dan tampil dalam 87 pertandingan, Van Persie memutuskan pulang ke Feyenoord. Ia pensiun setahun kemudian dan menutup kariernya di klub masa kecil yang juga membesarkan namanya.

Kini, Van Persie menapaki jalan baru sebagai pelatih tim utama Feyenoord. Namun, mimpi memperkuat Barcelona yang tak pernah kesampaian akan selalu menjadi sebuah penyesalan kecil dalam benaknya.

Sumber: Barca Universal

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Top 3 Berita Bola: Ranking FIFA 8 Tim di Perempat Final, Prancis Teratas

Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United FC adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Old Trafford, Manchester Raya. MU bermain di Premier League.
    Manchester United
  • Arsenal Football Club adalah klub sepak bola profesional Inggris yang berbasis di London Utara, dikenal dengan julukan The Gunners, dan merupakan salah satu tim tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris dengan banyak gelar domestik dan Eropa.
    Arsenal Football Club adalah klub sepak bola profesional Inggris yang berbasis di London Utara, dikenal dengan julukan The Gunners, dan merupakan salah satu tim tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris dengan banyak gelar domestik dan Eropa.
    Arsenal
  • Robin Van Persie
  • Fenerbahce
  • Feyenoord