Perjuangan Atlet Indonesia di All England 2025 Disiarkan Vidio

All England 2025 aka disiarkan Vidio mulai 11 Maret 2025. Atlet-atlet Indonesia diharapkan bisa berjaya lagi seperti tahun 2024.

OlehThomas
Diperbarui 11 Maret 2025, 16:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Turnamen bulutangkis tertua dan paling bergengsi di dunia, All England Open Badminton Championships, kembali hadir pada pertengahan Maret 2025 ini. Atlet-atlet bulu tangkis terbaik Indonesia juga akan ikut serta di ajang bergengsi ini.

Para atlet terbaik Indonesia siap mengukir sejarah dengan performa terbaiknya. Dengan semangat juang yang tinggi dari para atlet, Indonesia optimis bisa kembali mengincar podium juara di turnamen ini.

Sebagai negara dengan warisan panjang kemenangan di All England serta basis penggemar bulutangkis yang begitu besar dan terkenal di dunia, turnamen ini menjadi panggung bagi atlet Tanah Air untuk membuktikan kehebatan mereka. Dukungan penuh dari masyarakat Indonesia akan menjadi bahan bakar bagi para atlet untuk mencapai puncak prestasi.

Tahun lalu Indonesia sukses merebut dua gelar juara dari All England dari tunggal putra Jonatan Christie dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Hari ini, Selasa (11/3), para pebulutangkis Indonesia sudah memulai perjuangan mereka di All England 2025. Turnamen yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, ini akan digelar pada 11-16 Maret 2025 dengan total 11 wakil dari Indonesia yang siap berjuang untuk meraih gelar juara.

Ajang ini merupakan bagian dari seri BWF Super 1000 dengan total hadiah sebesar USD 1.450.000 dan poin maksimal 12.000 bagi para juara.

Kekuatan Indonesia di All England 2025

Tak cuma Jonatan dan Fajar/Rian, Indonesia juga akan menurunkan atlet ternama lainnya seperti mantan juara All England 2022, Bagas Maulana dan Muhammad Shohibul Fikri, kini hadir dengan format pasangan baru, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin siap membuktikan kemampuan mereka serta kembali meraih kejayaan.

Dari sektor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung, peraih medali perunggu Olimpiade, berjuang keras untuk meraih gelar All England pertamanya untuk menciptakan sejarah bagi bulutangkis putri Indonesia. Sementara itu, Anthony Sinisuka Ginting harus absen dalam turnamen tahun ini karena cedera.

Melalui Instagram @vidiosports, pemain yang kerap disapa Ginting ini menyampaikan semangatnya untuk rekan-rekannya yang sedang berjuang.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tidak hanya para atlet, perhatian juga tertuju pada Nova Widianto, mantan bintang bulutangkis Indonesia yang kini menjadi pelatih kepala tim ganda campuran Malaysia. Perannya sebagai pelatih menunjukkan bagaimana Indonesia terus melahirkan talenta yang diperhitungkan di dunia bulutangkis internasional. Selain Jonatan, Chico Aura Dwi Wardoyo juga menghadapi tantangan berat dengan bertemu unggulan pertama asal China, Shi Yu Qi. Sementara itu, di nomor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani akan berusaha meraih kemenangan pertamanya atas pebulutangkis Thailand, Supanida Katethong.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan