Bola Ganjil: Skandal Mengiringi Sukses Raymond Goethals

Raymond Goethals merupakan salah satu pelatih sepak bola terbaik. Namun skandal kerap mengiringi prestasinya.

Diterbitkan 23 April 2021, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Goethals terpaksa mengundurkan diri akibat skandal ini. Dia lalu pergi ke berbagai penjuru Eropa untuk menangani Vitoria Guimaraes, Racing Jet de Bruxelles serta menjalani periode kedua bersama Anderlecht dan Bordeaux.

Sukses di Prancis

 

Keberhasilan membawa Bordeaux menempati posisi runner-up meyakinkan Olympique Marseille untuk mempekerjakannya pada 1990. Tugas utamanya adalah membawa klub berjaya di Eropa.

Pada kampanye perdana dia langsung mendorong tim ke final Piala Champions. Sayang Marseille kalah adu penalti dari Red Star Belgrade. Meski begitu, Goethals mulai mendapat pengakuan dan terpilih sebagai pelatih terbaik versi Onze Mondial.

Goethals lalu kembali membantu Marseille ke laga puncak Piala Champions 1993. Kali ini dia mencicipi kemenangan meski menghadapi AC Milan yang jauh diunggulkan. Goethals memperkaya prestasinya dengan membantu Marseille bertakhta di Prancis untuk tiga musim secara beruntun. Dengan capaian tersebut, dia memutuskan pergi.

Gelar Dicopot

Berniat pensiun dan menikmati masa tenang, Goethals justru mendapat kabar buruk. Prestasi Marseille menjadi juara Prancis 1993 mendapat sorotan.

Sebanyak tiga pemain Valenciennes mengaku mendapat uang untuk tampil di bawah standar melawan Marseille.

Akibat skandal ini, Marseille dilarang mempertahankan gelar Piala Champions dan dihukum degradasi ke Divisi II.

Sedikit kabar baik bagi Goethals, setidaknya tidak ada yang mempertanyakan keberhasilan Marseille berjaya di Eropa. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan