Pernah Direpotkan Urus Kisruh PSSI, Agum Gumelar Apreseasi Gelar Doktor Honoris Causa Nurdin Halid

Agum Gumelar menganggap sosok Nurdin Halid punya peran besar dalam perkembangan industri olahraga di Indonesia.

Diperbarui 15 Februari 2021, 11:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kiprah Nurdin di Mata Agum Gumelar

Mantan Menko Polhukam RI itu juga mengaku puas dengan kinerja Nurdin Halid ketika menjadi manajer Tim Nasional PSSI dan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PSSI. "Saya mengenal baik kiprah sukses Pak Nurdin saat menjadi manajer PSM Makassar. Saya juga puas dengan kinerja beliau waktu saya memintanya menjadi manajer Tim Nasional dan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi. Dan, industri sepakbola di Indonesia justru dimulai saat Pak Nurdin Halid memimpin PSSI,” demikian Agum Gumelar yang juga mantan Menteri Perhubungan RI di masa Presiden Megawati Soekarnoputri menambahkan. 

 

Kisruh PSSI

Seperti halnya Nurdin, Agum Gumelar juga pernah menjabat sebagai ketua umum PSSI pada tahun 1993 hingga 2003. Agum juga pernah dipercaya oleh FIFA untuk menjadi ketua interim pada April hingga Juli 2011 lalu. Saat itu, Agum diberi wewenang untuk memimpin komite normalisasi. 

Badan ini dibentuk untuk menggantikan peran komite eksekutif PSSI. Salah satu perannya adalah menyiapkan agenda pemilihan kepengurusan baru setelah musyawarah nasional yang digelar PSSI di Pekanbaru, Riau, berujung kisruh. Dalam keputusannya, FIFA juga melarang Nurdin untuk mencalonkan diri bersama tiga nama lain, yakni, Nirwan Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Panigoro.  

Kongres sempat digelar di Jakarta pada 20 Mei 2011. Namun agenda ini tidak membuahkan hasil, karena kisruh dan terpaksa dihentikan di tengah jalan. Saat itu, Agum merupakan pimpinan sidang. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan