7 Alasan Harry Kane Harus Tinggalkan Tottenham Hotspur

Berapa lama lagi Tottenham Hotspur bisa menahan Harry Kane? Banyak klub yang menginginkan striker tajam asal Inggris ini.

Diterbitkan 19 Juni 2020, 17:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jika ada klub besar datang, Kane jelas tinggal tunggu waktu saja akan cabut. Real Madrid yang biasa pecahkan rekor dunia tentu berpotensi boyong Kane ke Santiago Bernabeu. Demikian pula dengan Manchester United yang juga ngebet meminangnya.

Ia bakal dapat gaji berlimpah jika pindah dari Spurs.

Tottenham Butuh Dana Segar

Totteham membangun stadion batu. Mereka keluar uang cukup banyak. Spurs membutuhkan dana segar tambahan untuk menyeimbangkan neraca keuangan tim.

Contoh saja Arsenal. Setelah pindah dari Highbury ke Emirates Stadium, mereka kesulitan finansial beberapa musim setelahnya dan tak dapat bersaing dengan saingan di pasar transfer lantaran harus melunasi biaya renovasi. Nah, tak ada yang bisa jamin kalau Spurs tak akan bernasib seperti Arsenal.

Presiden Spurs, Daniel Levy jelas akan berhati-hati mengeluarkan uang untuk pemain baru. Levy mengakui di musim panas bahwa mereka tidak dapat bersaing secara finansial dengan tim-tim seperti Manchester City dan Chelsea, dan situasi ini semakin buruk di musim-musim mendatang.

Penjualan Kane bisa menjadi salah satu jalan keluarya. Dengan mahar yang disebutkan sebelumnya, yakni mencapai 200 juta euro, Spurs akan bisa aktif di pasar dan keuangannya masih aman.

Demi Impian Gelar Ballon d'Or

Gelar Ballon d'Or merupakan penghargaan paling bergengsi di sepak bola. Peluang Kane sebenarnya besar utnuk raih gelar ini, buktinya dia sukses mencetak lebih banyak gol pada tahun 2017 daripada Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Pada usia yang baru 24 tahun, Kane jelas bisa berbicara banyak di klub besar nanti. Klub yang tiap tahun bersaing gelar bakal memberinya kesempatan lebih besar unjuk gigi dan masuk nominasi penghargaan ini.

Sebab, andai terus keras kepala perkuat Spurs, impian raih gelar itu tak akan terwujud. Tengok contohnya, peraih penghargaan ini terakhir kali dari Inggris adalah Michael owen pada 2001.

Kesetiaan Tanpa Gelar, Mau Seperti Itu?

Kane mungkin saat ini tengah bimbang, apakah akan menjadi legenda klub, atau legenda Liga Inggris. Dia bisa mencontoh Steven Gerrard. Ya, dia merupakan legenda Liverpool.

Tapi lihat saja, Gerrard tak pernah berhasil mengangkat gelar Liga Inggris dan itu sulit dipahami. Padahal, dia pernah punya kesempatan cabut ke Madrid maupun Chelsea. Nah, Kane harus melihat Gerrard.

Kane perna menyatakan keinginannya memenangkan gelar. Tapi seperti yang dijelaskan sebelumnya, peluang untuk melakukannya di Spurs sangat tipis. Kane harus segera cabut demi masa depan yang lebih cerah dalam kariernya.

Jose Mourinho

Pemecatan Mauricio Pochettino tak lantas membuat kondisi Tottenham Hotspur membaik. Di tangan manajer baru, Jose Mourinho, mereka terlihat tertatih-tatih mengarungi musim ini.

Jose pelatih bertabur gelar, namun belakangan ia seperti kehilangan kesaktiannya. Sebelum merapat ke Spurs, pelatih asal Portugal itu didepak secara menyakitkan oleh Manchester United.

Jose bukan sosok pelatih tepat yang bisa memunculkan potensi terbaik Harry Kane. Permainannya terlalu defensif, sementara Harry akan semakin tajam jika ia didukung tim yang bermain ofensif.

Butuh Tantangan Baru

Harry Kane butuh tantangan baru. Ia sudah terlalu lama bermain di Tottenham Hotspur sejak 2009.

Klub satu ini terlihat tidak ada upaya membangun kekuatan tim yang mentereng agar bisa bersaing memenangi Premier League atau ajang bergengsi lainnya.

Keluhan sempat dilontarkan Mauricio Pochettino, yang kecewa karena ia tak bisa beli pemain-pemain baru untuk membuat skuat makin kompetitif. Harry Kane, tak bisa sendirian mendongkrak performa tim. Ia butuh didampingi banyak pemain berkelas lainnya.

Sumber: Sportskeeda

Disadur dari Bola.com (Ario Yosia,published 19/6/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ario Yosia, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan