Mampukah Virus Corona Covid-19 Tahan Berhari-hari di Benda Mati?

Ulasan ketahanan virus corona penyebab COVID-19 dan sejauh mana paparannya sebelum ia benar-benar menginfeksi tubuh manusia.

Diterbitkan 09 April 2020, 07:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Di tengah pandemi virus corona covid-19 ini, semakin banyak orang yang memilih tinggal di dalam rumah. Ini dilakukan agar bisa menghindari kontak dengan orang yang berpotensi terinfeksi virus corona COVID-19.

Namun, baru-baru ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan bahwa RNA dari virus corona COVID-19 telah ditemukan di kapal Diamond Princess meski 17 hari sudah berlalu sejak para penumpang pergi. Jadi, virus tersebut berhasil bertahan selama 17 hari di atas permukaan benda mati.

Dalam artikel kali ini, akan diulas mengenai ketahanan virus penyebab COVID-19 dan sejauh mana paparannya sebelum ia benar-benar menginfeksi tubuh manusia.

RNA atau asam ribonukleat diketahui membawa informasi genetik virus. Melansir dari The Guardian, Dr. Julia Marcus, seorang ahli epidemiologi penyakit menular dan profesor di Harvard Medical School mengatakan, investigasi CDC terhadap kapal pesiar Diamond Princess menemukan bukti keberadaan RNA dalam kabin yang belum dibersihkan. Hal ini berarti ada bagian-bagian dari virus yang masih tersisa dan menempel di atas permukaan benda.

Virus corona covid-19 membutuhkan banyak komponen lain agar tetap utuh dan dapat bekerja dengan maksimal. Penemuan RNA dalam jumlah sedikit ini tidak akan serta merta memunculkan COVID-19, karena dibutuhkan seluruh genom utuh untuk membangun COVID-19. Jadi, penemuan sepotong kecil RNA bukan berarti telah terjadi infeksi.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Video

Lama Virus Corona Bertahan di Atas Permukaan Benda

The New England Journal of Medicine menerbitkan sebuah penelitian yang menguji berapa lama virus corona dapat bertahan dengan stabil pada berbagai jenis permukaan dalam pengaturan laboratorium yang terkontrol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan virus masih dapat dideteksi pada tembaga selama empat jam, pada kardus selama 24 jam, dan pada plastik dan baja selama 72 jam.

Namun, penting untuk dicatat bahwa jumlah virus menurun dengan cepat dari waktu ke waktu pada setiap permukaan benda tersebut dan risiko infeksi dari menyentuhnya mungkin akan berkurang juga seiring berjalannya waktu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Dr Akiko Iwasaki, professor Imunologi di Yale University mengatakan Anda harus terpapar sejumlah partikel virus tertentu agar bisa terinfeksi. Jika Anda hanya menyentuh satu partikel virus di jari, kecil kemungkinan Anda akan terinfeksi. Beberapa jenis virus memang ada yang sangat kuat, yang hanya membutuhkan 10 partikel untuk bisa menginfeksi manusia. Sementara, ada virus lain ada yang membutuhkan jutaan jutaan partikel untuk dapat berubah menjadi virus berbahaya. Inilah yang terjadi dengan virus corona. Semakin sedikit jumlah partikel virus, semakin kecil kemungkinan Anda terinfeksi. Itu sebabnya jumlah keseluruhan virus di suatu permukaan penting adanya. Dalam kasus corona, orang lebih mudah terinfeksi melalui kontak dekat/langsung dengan orang yang telah lebih dulu terinfeksi. Menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi juga berpeluang terpapar, namun intensitasnya tidak setinggi penularan secara langsung. Untuk itu, tetaplah berhati-hati terhadap apa yang Anda sentuh. Segera bersihkan tangan setelah bepergian atau menyentuh sesuatu. Misalnya, angkutan umum atau toko kelontong dan tempat-tempat di mana cenderung ada banyak orang. "Virus ini cukup stabil pada bahan seperti plastik dan baja - mereka dapat bertahan selama beberapa hari. Jadi sangat mungkin bahwa seseorang yang positif corona tanpa sengaja menempelkan virus itu ke permukaan benda dan orang lain akan menyentuh benda itu lalu wajahnya," ujar Dr. Iwasaki.

Halaman
Show All
Wiwig Prayugi, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan