Olimpiade Tokyo 2020 Dihantui Wabah Virus Corona, Ketua KOI: Keselamatan Atlet yang Utama

Menurut Raja Sapta Oktohari, prioritas utama KOI adalah keselamatan atlet dan pelatih menyangkut wabah virus corona yang mengancam pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020.

Diterbitkan 26 Februari 2020, 21:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Faktanya atlet memang sudah terganggu karena wabah virus corona ini. Membuat kalkulasi tentang kualifikasi Olimpiade juga sulit, karena banyak perubahan akibat virus corona, seperti tempat perlombaan yang terpaksa dipindah. Atlet jadi terganggu persiapannya," kata Okto.

Okto menegaskan semua cabang olahraga yang memberangkatkan atlet ke luar negeri untuk bertanding harus koordinasi dengan KOI dan Kemenpora. Mereka diminta melaporkan rute perjalanan atlet, supaya bisa mudah melacak riwayat perjalanan tiap atlet.

"Lebih baik mencegah daripada mengobati. Selain itu, Kemenpora juga sudah melarang keras atlet-atlet bertanding ke daerah yang ada wabah virus corona," imbuh Okto.

Memindahkan Lokasi Olimpiade Sulit Dilakukan

Sementara itu, IOC menyatakan opsi pembatalan lebih dipertimbangkan dibanding menunda Olimpiade atau memindahkannya ke tempat lain. 

"Mungkin sekitar itu (akhir Mei). Saya bilang, orang akan bertanya-tanya apakah semua ini (virus corona) terkendali sehingga kita bisa yakin pergi ke Tokyo atau tidak," kata Pound pada wawancara dengan Associated Press, seperti dilansir Guardian, Rabu (26/2/2020). 

"Anda tak bisa begitu saja menunda sesuatu yang begitu besar dan skala akbar seperti Olimpiade. Banyak yang akan dipindah, ada banyak negara yang terlibat, dan beragam hal. Anda tidak dapat dengan mudah menyatakan akan menyelenggarakannya pada Oktober,'" imbuh Pound. 

Menurut Pound, memindahkan Olimpiade 2020 ke negara lain sulit dilakukan. Menurutnya tak banyak negara yang bsia membangun atau menyediakan fasilitas untuk Olimpiade dalam waktu singkat. 

Meskipun ada ketidakpastian tentang penyelenggaraan Olimpiade, Pound meminta atlet tetap berlatih dan mempersiapkan diri. Sekitar 11.000 orang diperkirakan akan datang ke Jepang untuk Olimpiade 2020, yang dibuka pada 24 Juli. 

Sementara itu Paralimpiade juga akan diselenggarakan di Tokyo, dimulai pada 25 Agustus. Sebanyak 4.400 orang akan berpartisipasi pada Olimpiade tersebut. 

Disadur dari Bola.com (Penulis/editor, Yus Mei Sawitri, published 26/02/2020). 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan