3 Alasan Maurizio Sarri Akan Gagal Juventus

Maurizio Sarri diragukan bisa sukses di Juventus. Apa alasannya?

Diterbitkan 21 Juni 2019, 18:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Permainan cantik ala Sarri belum tentu menyajikan gelar. Rekam jejak karier Sarri menunjukkan kalau pelatih yang satu ini minim gelar juara.

Satu-satunya pencapaian tertingginya adalah membawa Chelsea jadi juara Liga Europa musim lalu. Selebihnya di Napoli, Empoli, Perugia, Sarri puasa gelar.

Bisa dibilang kepindahan Maurizio Sarri ke Juventus sebuah langkah besar di karier kepelatihannya. Ia naik kelas masuk jajaran elite.

Cuma konsekuensinya, tekanan yang dirasakannya bakal bertambah berat. Ia tidak bisa santai menukangi klub, gelar merupakan sebuah kewajiban.

Kondisi itu sudah Sarri rasakan saat melatih Chelsea. Nakhoda kelahiran 10 Januari 1959 itu jadi bulan-bulanan kritik sepanjang musim. Bahkan saat ia mempersembahkan trofi juara sekalipun.

Sekukuh apa Sarri menghadapi kerasnya tekanan di Juventus?

Kesulitan Mengendalikan Bintang

Saat menukangi Napoli dan Empoli, Maurizio Sarri dengan mudah mengendalikan pemain-pemainnya. Hal wajar, karena kedua klub tak memiliki banyak pemain level top.

Kini situasinya berbeda, Sarri bakal menghadapi banyak pemain bintang yang memiliki ego besar di Juventus.

Pelatih berusia 60 tahun tersebut agaknya masih belum terbiasa menangani pemain nama besar. Hal itu terlihat di Chelsea. Ia beberapa kali terlibat percekcokan dengan pemain The Blues.

Kasus paling fenomenal saat kiper, Kepa Arrizabalaga, menolak diganti di final Piala Liga Inggris musim lalu.

Walau pernyataan resmi Chelsea menyebut hal itu terjadi karena salah paham kecil, namun rumor berhembus kalau kasus itu karena rendahnya respeks pemain ke sang mentor.

Di Juventus, Sarri akan menghadapi pemain-pemain yang susah-susah gampang buat ditaklukkan. Sebut saja sang superstar, Cristiano Ronaldo. Sarri agaknya bakal sering menghadapi keruwetan dengan pemain-pemain Juventus.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ario Yosia, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan