HEADLINE: Tanpa Jose Mourinho, MU Bakal Cemerlang?

MU resmi memecat Jose Mourinho, menggantikannya dengan Ole Gunnar Solskjaer.

Diterbitkan 20 Desember 2018, 00:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ada juga Anthony Martial dan Alexis Sanchez, dua bintang di lini depan MU yang juga bermasalah dengan Jose Mourinho, lantaran jarang dimasukkan dalam starting line up.

Sementara Juan Mata, sudah lama tak cocok dengan Mourinho. Bahkan, sejak keduanya masih sama-sama membela Chelsea. Itu belum termasuk jajaran pemain lain, yang kehilangan tempat sejak hadirnya Mourinho. Sebut saja Eric Bailly, Matteo Darmian, serta Andreas Pereira.

Dianggap Arogan

 

Gaya melatih Mourinho yang dianggap arogan jadi salah satu penyebab gamangnya para pemain MU. Mourinho juga tak jarang mengkritik pemainnya, jika tampil tak sesuai harapan dia. Mourinho menuduh mereka tak mumpuni, tak punya mental juara, hingga hal-hal buruk lainnya.

Kondisi ini tentu saja membuat manajemen meradang. Mereka khawatir, jika dibiarkan kondisi ini terus merongrong MU, bukan hanya prestasi, tapi juga keharmonisan tim.

Manajemen juga khawatir, bintang-bintang yang jarang dimainkan akan turun harga pasarannya sehingga menyulitkan saat menjualnya. Sementara ada beberapa pemain yang ingin dipertahankan MU namun menunda perpanjangan kotraknya karena belum jelasnya masa depan Mourinho. Sebut saja Martial dan kiper David De Gea.

Tak heran, usai ketua harian MU, Ed Woodward berbicara dengan para pemain, manajemen MU pun membulatkan tekad untuk melangserkan Mourinho.

Tantangan Solskjaer

 Kini, tanpa Mourinho, tentu pasukan MU diharapkan bisa tampil lebih cemerlang. Dan, itu tampaknya disandarkan kepada Ole Gunnar Solskjaer.

Mantan penyerang MU ini memang telah resmi ditunjuk sebagai pelatih sementara MU. Si Muka Bayi, julukan Solskjaer akan mendampingi De Gea dan kawan-kawan hingga akhir musim, sebelum manajemen memikirkan pelatih permanen untuk musim depan.

Jelas bukan sebuah pekerjaan mudah. Pasalnya, Solskjaer harus mampu membangkitkan motivasi para pemain MU yang sempat down di era Mourinho.

Belum lagi, dia juga harus memikirkan trik yang pas untuk bisa membuat Pogba, Martial, Mata, atau pemain-pemain lainnya jarang mendapat menit bermain di era Mourinho, menemukan kembali permainan terbaiknya dengan cepat.

Ya, Solskjaer, 45 tahun, memang tak punya banyak untuk membuat timnya beradaptasi. Sebab, yang dibutuhkan MU saat ini adalah sosok yang bisa membuat kembali permainan mereka cemerlang, secepat mungkin.

Solskjaer bukan tak tahu itu. Pria yang sempat mengabdi selama 11 musim bersama MU ini optimistis bisa kembali membangkitkan performa terbaik pasukannya.

"Manchester United selalu berada di hati saya dan sangat menyenangkan bisa kembali dengan peran (caretaker pelatih) ini," ujar Solskjaer, si pencetak gol MU ke gawang Bayern Munchen di final Liga Champions 1999. "Saya siap bekerja keras bersama pemain-pemain berbakat di tim ini."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Irna GustiawatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan