10 Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Jadi Atlet BMX

Mantan juara dunia balapan BMX, Liam Phillips, berbagi tips bagi Anda yang berminat jadi atlet BMX

Diterbitkan 17 Juni 2016, 04:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Olahraga sepeda khususnya BMX, sering dipandang sebelah mata. Pasalnya, olaharaga tersebut dinilai tak perlu fisik yang prima seperti petinju, pesepakbola atau pemain basket.

Baca Juga

  • Suporter Bikin Onar Lagi di Laga Rusia Vs Slovakia
  • Ibrahimovic Hijrah ke Old Trafford Usai Piala Eropa 
  • Si Cantik Pirang yang Bikin Payet Menggila di Timnas Prancis

Namun, ini salah besar. Atlet BMX justru diharuskan memiliki fisik yang kuat. Sebab, ketika balapan dimulai, maka mereka harus mengeluarkan tenaga besar dalam melakukan start.

Dilansir telegraph, mantan juara dunia balapan BMX, Liam Phillips, berbagi tips bagi Anda yang berminat jadi atlet BMX. Apa saja tips tersebut? Kita simak ulasannya:

1. BMX Bukan untuk Anak-anak

"Saya sangat bangga jadi atlet BMX, akan tetapi persepsi umum terkadang adalah kami semua hanya anak-anak atau orang dewasa yang mengendarai sepeda anak kecil. Jika Anda melihat dari sisi fisik, kami mengeluarkan tenaga lebih dari atlet sepeda lain di planet ini."

"Dalam hal kekuatan, bisa dibilang kami adalah atlet sepeda paling tangguh. Itulah mengapa begitu banyak atlet BMX yang sukses ketika pindah ke kelas sepeda lain."

2 Kecepatan Mencapai 65 km/jam

"Saat melakukan start, kecepatan kami langsung 65 km/jam. Kami bergerak dari atas ke bawah hanya dalam waktu 2,5 detik, jadi akselerasinya sangat intens. Setelah beberapa saat, kecepatan jadi otomatis. Pada awalnya saya tidak berpikir apa-apa. Saya telah melakukan ratusan kali start, jadi saya selalu siap melakukannya."

3. Lompatan Tinggi Terlihat Bagus, Tapi Tidak Bagi Kami

"Ketika beraksi, kami mencoba untuk tetap rendah dan secepat mungkin, yang artinya kami tidak ingin terlalu tinggi di udara ketika melompat. Panjang lompatan lebih relevan daripada ketinggian. Lompatan pertama di Kejuaraan Dunia dan Olimpiade sekitar 12 meter panjangnya dari ujung ke ujung."

"Saran terbaik saya untuk pendaratan adalah untuk memastikan diri Anda mendarat di sisi karet. Itu selalu positif. Hal ini membantu untuk menguasai level pedal sepeda ketika mendarat dan berada dalam posisi seimbang."

Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Jadi Atlet BMX

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

>4. Patah Tulang Lebih Baik daripada Masalah Lutut"Sebagai atlet BMX Anda terbiasa dengan beberapa benturan. Yang paling berkesan bagi saya adalah ketika jatuh di Kejuaraan Dunia, 10 minggu sebelum Olimpiade London 2012. Saya menderita patah tulang selangkangan, tulang belikat dan beberapa tulang rusuk. Kedengarannya aneh, tapi saya bersyukur hanya merusak tulang-tulang dan ini bisa saya atasi sebelum London  2012.""Saya memakai pelindung lutut dan siku. Saya juga memakai helm dan penyangga leher. Itu semua adalah peralatan opsional, tapi saya memilih untuk memakainya karena itu adalah sesuatu yang sangat penting."5 Menghabiskan Separuh Waktu di Gym"Dalam seminggu, saya menghabiskan 50 persen waktu saya di sepeda dan 50 persen lagi di gym. Kami melakukan pekerjaan besar di gym untuk membangun kekuatan dan daya ledak yang dibutuhkan pada awal lomba. Saya banyak melakukan angkat beban, push up dan masih banyak lagi."6. Atlet BMX juga Melakukan Pilates"Pacar saya Jess Varnish memberikan beberapa tips pilates. Dia menderita cedera punggung beberapa tahun lalu dan mulai melakukan pilates sebagai bagian dari rehabilitasi dan saya jadi ikut-ikutan. Jess juga mengajarkan saya tentang makanan sehat."

Halaman
Show All
Jonathan Pandapotan Purba, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan