Latihan Riang Leicester, dari Gulat Sampai Wejangan Ranieri

Latihan The Foxes menjadi ajang gulat antarpemain. Pemain Jepang milik Leicester, Shinji Okzakazi melawan Leonardo Ulloa.

Diterbitkan 16 April 2016, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Leicester - Selangkah lebih dekat dengan gelar juara Premier League membuat skuat Leicester City lepas tanpa beban. Ketika tim lain berlatih serius memasuki pekan-pekan penentuan Premier League, latihan Leicester diselingi canda.

Latihan The Foxes menjadi ajang gulat antarpemain. Pemain Jepang milik Leicester, Shinji Okzakazi melawan Leonardo Ulloa. Karena berpostur lebih kecil, Okazaki kalah. Okazaki justru menjadi bulan-bulanan para rekan-rekannya. Dia dikeroyok Jamie Vardy dan Gokhan Inler. 

Baca Juga

    baca-juga__list">
  • Pajang 19 Foto Musuh, Ranieri Sempat Ajak Bicara Gambar Mourinho
  • Ranieri: Leicester Bakal Hadapi 5 Laga Mengerikan
  • Tangis Haru Ranieri yang Melambungkan Leicester City
  • Manajer Leicester, Claudio Ranieri tampak santai dengan aksi para pemainnya. Bahkan, pelatih asal italia ikut membantu Ulloa dan Vardy membekuk Okazaki. Setelah gulat selesai, para pemain Leicester kembali berlatih. Leicester kini masih memimpin klasemen Premier League dengan mengantongi 72 poin, tim berlogo rubah ini terpaut 7 poin dari runner-up Tottenham Hotspur. Leicester mantap di puncak klasemen setelah memetik kemenangan atas Southampton.

    Fan Leicester City

    Ranieri sengaja membuat staf rileks di sisa tujuh pekan Premier League. Bahkan,  Ranieri tidak jarang memberikan libur dua hari kepada pasukannya agar tetap segar menatap pertandingan selanjutnya.

    Leicester

    akan menghadapi lima pertandingan sisa yang cukup sulit. Setelah meladeni tantangan West Ham, mereka akan menghadapi Swansea City, Manchester United, Everton, dan Chelsea. Meski selangkah lebih dekat dengan gelar juara, Ranieri meminta tim tetap berhati-hati hingga pekan terakhir. Dia memberikan wejangan kepada para pemain, perburuan gelar juara masih terbuka hingga pekan terakhir

    Leicester City

    The Thinkerman, julukan Ranieri, sadar kalau stigma Leicester bukan tim juara masih sangat kental.

    "Tidak ada yang perlu kami cari lagi," kata pembalap Italia 64 tahun itu sebagaimana dilansir dari BBC Sport.

    >"Sepak bola adalah sangat aneh. Bila Leicester tidak berada di puncak klasemen, mungkin Anda mengatakan ini belum selesai. Tapi, bila MU atau City di posisi teratas, Anda akan mengatakan, 'selesai'," ujar Ranieri.

    "Sekarang, Anda tidak berpikir seperti itu. Kenapa? Karena kami adalah Leicester. Kami harus berjuang dan tetap fokus."

    Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

    Lanjut Baca:

    Manchester City Gigit Jari! Lille Pede Pertahankan Ayyoub Bouaddi

    Rejdo Prahananda, Edu KrisnadefaTim Redaksi
    Share
    Copy Link
    Batalkan