Piala Jenderal Sudirman Berakhir, Tarkam Elite Lain Menanti

APPI boikot turnamen, PT Liga berencana menggelar Indonesia Super Competition (ISC).

Diterbitkan 26 Januari 2016, 06:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Piala Bung Karno boleh jadi sebagai pengecualian untuk turnamen yang hanya melibatkan tim-tim kasta tertinggi. Piala Bung Karno akan diikuti oleh tim-tim yang mewakili kota dari provinsi tertentu di Indonesia.

Namun demikian, kepastian kapan tepatnya Piala Bung Karno bergulir sampai sekarang belum bisa dipastikan. Untuk Piala Gubernur Kalimantan Timur waktunya sudah ditentukan, tapi tidak demikian dengan Piala Bhayangkara dan Piala Walikota Padang.

Gara-gara situasi sepak bola Indonesia yang tak jelas dan hanya menggelar turnamen, para pemain mulai gerah. Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI)mengambil sikap untuk memboikot turnamen-turnamen berikutnya.



APPI merasa turnamen merugikan para pemain yang berkiprah di kompetisi kasta bawah, karena mereka kehilangan mata pencaharian. Turnamen juga dinilai bukan solusi atas kondisi sepak bola nasional.

Harapan ingin kompetisi berjenjang kembali bisa digulirkan di Indonesia menjadi hal yang didengungkan APPI. Turnamen dianggap tidak adil, karena tidak seluruh klub bisa ikut ambil bagian, oleh karena itu APPI meminta adanya jaminan liga bisa kembali digulirkan.

Belakangan, muncul rencana untuk Indonesia Super Competition (ISC) dan ide yang berasal dari PT Liga Indonesia ini mendapat lampu hijau dari Menpora. Izin tersebut tentunya bisa berdampak pada keputusan BOPI menyetujui ISC, mengingat sebelumnya BOPI selalu menjadi batu sandungan PT Liga menggelar kompetisi.



"ISC dijalankan dengan format ISL (Indonesia Super League), pesertanya klub-klub ISL. Kita merencanakan ISC bisa mulai akhir Maret 2016 dan selesai November 2016. Mudah-mudahan lancar, ini bisa jadi terobosan jangka pendek agar sepak bola Indonesia tetap hidup,” kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono kepada wartawan di Jakarta, 19 Januari 2016.   

"Kita ingin sepak bola kita hidup dari semua strata. Kenapa ini penting? Karena kita tetap harus punya optimisme tampil di ajang internasional, sekalipun sepak bola kita dalam masa sulit seperti ini," katanya.  

Joko juga akan membuat perusahaan baru sebagai penyelenggara ISC. Nantinya, ISC diharapkan bisa membuat klub-klub mendapat keuntungan lebih besar. Bukan tidak mungkin, ISC menjadi solusi dan harapan baru bagi para pesepak bola Tanah Air.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Windi Wicaksono, Marco Tampubolon, Hotnida Novita SaryTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan