Profil Argentina: Menanti Goyang Tanggo di Negeri Samba

Tak lengkap rasanya bila menyaksikan ajang sebesar Piala Dunia tanpa kehadiran Argentina.

Diterbitkan 26 Mei 2014, 06:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tak lengkap rasanya bila menyaksikan ajang sebesar Piala Dunia tanpa kehadiran Argentina. Tim yang banyak dihuni pemain bintang itu memang selalu dinantikan para pecinta sepakbola bahkan mereka juga difavoritkan untuk bisa meraih juara di ajang empat tahunan ini.

Tahun ini Argentina kembali lolos ke babak penyisihan Piala Dunia. Mereka berada di grup F bersama dengan Iran, Nigeria, dan Bosnia-Herzegovina.

Untuk lolos ke babak selanjutnya, tentu bukan hal sulit bagi tim sekelas Argentina. Sebab saat ini mereka menempati posisi keenam di tabel ranking tim terbaik dunia versi FIFA. Sementara tiga pesaingnya tidak bisa menempatkan diri di posisi 20 besar.

Argentina yang saat ini dilatih Alejandro Sabella telah memperlihatkan permainan menawan sejak babak kualifikasi zona Amerika Selatan. Dari 16 pertandingan, 'Tim Tanggo' mampu mengamankan sembilan kemenangan. Mereka pun sukses memuncaki klasemen dengan mengantongi raihan 32 poin.

Pada babak kualifikasi, Argentina hanya kalah saat melakoni laga tandang di markas Venezuela dan Uruguay. Bermain di Stadion Jose Antonio Anzoategui 12 Oktober 2011 lalu, Argentina menyerah 0-1 dari Venezuela. Sementara saat tampil di markas Uruguay, Stadion Centenario 16 Oktober 2013 lalu, Lionel Messi dan kawan-kawan dibungkam dengan skor 2-3.

Hasil imbang juga mewarnai perjalanan Argentina di babak kualifikasi. Mereka dipaksa imbang lima kali dan empat diantaranya berakhir dengan skor 1-1.

Kiprah di Piala Dunia

Argentina merupakan salah satu unggulan di ajang Piala Dunia. Negara yang terletak di selatan benua Amerika itu sudah dua kali meraih gelar juara dan tahun ini mereka kembali difavoritkan untuk mengulang prestasi serupa.

Argentina pertama kali ikut Piala Dunia pada 1930 lalu. Kala itu, mereka hanya mampu merebut status runner up setelah dipaksa kalah 4-2 oleh Uruguay di partai final.

Gelar juara baru bisa diraih Argentina 48 tahun kemudian. Bermain di tanah kelahirannya sendiri, Timnas Argentina sukses mengalahkan Belanda dengan skor 3-1. Saat itu Mario Kempes menjadi pahlawan untuk negaranya. Ia mencetak dua gol pada menit 37 dan 104. Sementara satu gol lainnya disumbang Daniel Bertoni menit 115.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Trofi kedua Argentina didapatkan pada Piala Dunia 1986. Jika sebelumnya Kempes menjadi pahlawan, kali ini gelar tersebut disandang Diego Armando Maradona. Pemain bertubuh mungil tersebut membuat kejutan dengan aksi individunya serta gol 'tangan tuhan' miliknya yang terus dikenal hingga saat ini. Sayang, prestasi tersebut tak bisa mereka pertahankan pada Piala Dunia 1990. Di partai final, Argentina dipaksa menyerah 0-1 oleh Jerman Barat. Gol kemenangan Der Panzer saat itu dicetak Andreas Brehme lewat eksekusi penalti. Setelah itu, sinar Argentina seakan kalah terang dibanding tim-tim lainnya. Sejak Piala Dunia 1994 sampai yang terakhir di Afrika Selatan tahun 2010, Argentina selalu gagal masuk ke babak semifinal. Prestasi tertinggi yang mereka dapatkan hanyalah menembus babak perempat final. Pemain Bintang Bicara sepakbola Argentina, aneh rasanya bila melupakan nama Lionel Messi. Pemain yang kini berusia 26 tahun itu memang sudah sangat melekat dengan identitas sepakbola 'Negeri Tanggo'. Messi merupakan salah satu dari 10 pemain yang paling sering tampil dengan tim senior Argentina. Penyerang yang disebut-sebut sebagai titisan Maradona itu telah mengukir 84 penampilan dan dari kesempatannya, ia mampu mencetak 39 gol. Di Piala Dunia nanti, Messi kemungkinan besar bakal ditunjuk sebagai kapten tim. Pemain berjuluk La Pulga tersebut diyakini bisa memimpin rekan-rekannya bertarung di ajang Piala Dunia. Bersama klubnya Barcelona, Messi mengukir banyak prestasi. Di level individu, ia mampu merebut empat trofi Ballon d'Or secara berturut-turut. Sementara dengan klub, Messi mampu merasakan gelar bergengsi seperti Liga Champions, La Liga, Copa del Rey, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antar Klub. Pelatih Alejandro Sabella akhirnya berhasil menduduki kursi pelatih Timnas Argentina. Setelah dua musim mengarsiteki Estudiantes, Sabella dipercaya menggantikan posisi Sergio Batista yang gagal membawa Argentina juara di ajang Copa Amerika 2011. Sosok sabella sudah dikenal baik oleh masyarakat Argentina. Semasa menjadi pemain, ia sering gonta-ganti klub mulai dari River Plate, Estudiantes hingga ke mancanegara seperti Sheffield United, Leeds United, dan Gremio. Saat menjadi pelatih, Sabella mampu mengantarkan Estudiantes menyabet gelar Copa Libertadores musim 2009. Selain itu ia mampu membawa Estudiantes meraih status runner up pada liga Argentina dan Piala Dunia antar klub. 

Halaman
Show All
Bagusthira Evan Pratama, Arry AnggadhaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan